LKPDPertemuan 8Bab 2Fase DSemester 1

LKPD IPA Kelas 8: Gangguan dan Penyakit pada Sistem Ekskresi serta Upaya Menjaga Kesehatan Organ Ekskresi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 8 dengan topik "Gangguan dan Penyakit pada Sistem Ekskresi serta Upaya Menjaga Kesehatan Organ Ekskresi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 8: Gangguan dan Penyakit pada Sistem Ekskresi serta Upaya Menjaga Kesehatan Organ Ekskresi

IPA - Kelas 8

Bab 2 - Pertemuan 8

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Gangguan dan Penyakit pada Sistem Ekskresi serta Upaya Menjaga Kesehatan Organ Ekskresi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikGangguan dan Penyakit pada Sistem Ekskresi serta Upaya Menjaga Kesehatan Organ Ekskresi
Alokasi Waktu80 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis gangguan dan penyakit pada sistem ekskresi (batu ginjal, gagal ginjal, diabetes melitus, albuminuria) meliputi penyebab, gejala, dan dampaknya terhadap kesehatan tubuh.
  2. Murid dapat mengevaluasi keputusan gaya hidup yang tepat untuk menjaga kesehatan organ ekskresi dan mengomunikasikan solusinya dalam bentuk poster atau presentasi singkat.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan cermat sebelum memulai.
  • Kerjakan secara individu atau kelompok sesuai instruksi pada masing-masing kegiatan.
  • Tuliskan jawaban dengan jelas dan lengkap pada ruang yang disediakan.
  • Manfaatkan pengetahuan yang sudah kamu pelajari tentang sistem ekskresi untuk menganalisis gangguan dan penyakit.
  • Jujur dalam mengerjakan dan bertanya jika ada yang kurang jelas.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Penyakit Sistem Ekskresi

Estimasi: 30 menit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah 4 kasus pasien yang mengalami gangguan sistem ekskresi di bawah ini.
  2. Analisis setiap kasus berdasarkan gejala yang muncul.
  3. Identifikasi jenis penyakit/gangguan yang dialami setiap pasien.
  4. Isi tabel analisis dengan lengkap: nama penyakit, penyebab utama, gejala yang dialami, dan dampak jangka panjang jika tidak ditangani.
  5. Diskusikan dengan teman sebangkumu jika ada yang belum dipahami.

Pertanyaan:

1. KASUS 1: Pak Budi (45 tahun) mengeluh nyeri hebat di pinggang kanan yang menjalar ke perut bawah. Urine berwarna keruh dan berbau tidak sedap. Hasil USG menunjukkan adanya kristal keras di ginjal kanan.

Berdasarkan gejala tersebut, penyakit apa yang dialami Pak Budi? Jelaskan penyebab, gejala lengkap, dan dampaknya!

2. KASUS 2: Ibu Siti (52 tahun) memiliki riwayat diabetes dan hipertensi. Akhir-akhir ini kakinya bengkak, wajah sembab, mudah lelah, dan volume urine berkurang drastis. Hasil lab menunjukkan kadar urea dan kreatinin darah sangat tinggi.

Penyakit apa yang dialami Ibu Siti? Analisis hubungan antara riwayat penyakitnya dengan kondisi saat ini!

3. KASUS 3: Dini (16 tahun) sering merasa sensasi terbakar saat buang air kecil, frekuensi buang air kecil meningkat tapi volume sedikit, dan nyeri di perut bawah. Hasil tes urine menunjukkan adanya bakteri E. coli.

Gangguan apa yang dialami Dini? Mengapa kebersihan diri penting untuk mencegah gangguan ini?

4. Buatlah tabel perbandingan 4 penyakit sistem ekskresi (Batu Ginjal, Gagal Ginjal, Infeksi Saluran Kemih, Diabetes Melitus yang memengaruhi ginjal/albuminuria) dengan kolom: Nama Penyakit | Organ yang Terserang | Penyebab Utama | Gejala Khas | Pencegahan

Ruang tabel jawaban

Tulis jawaban uraian untuk kasus 1-3 masing-masing minimal 5 kalimat lengkap. Untuk pertanyaan 4, buat tabel dengan 5 kolom dan 4 baris (untuk 4 penyakit) yang rapi.

Kegiatan 2: Investigasi Gaya Hidup Sehat vs Tidak Sehat

Estimasi: 25 menit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan ilustrasi dua tokoh dengan gaya hidup berbeda di bawah ini.
  2. TOKOH A: Jarang minum air putih (hanya 2-3 gelas/hari), suka makan gorengan dan makanan asin, jarang olahraga, sering menahan buang air kecil, tidur larut malam.
  3. TOKOH B: Minum air putih 8-10 gelas/hari, makan sayur dan buah, olahraga rutin 3x seminggu, tidak menahan buang air kecil, tidur cukup 7-8 jam.
  4. Analisis dan evaluasi gaya hidup kedua tokoh tersebut.
  5. Jawab pertanyaan dengan memberikan alasan ilmiah berdasarkan fungsi sistem ekskresi.

Pertanyaan:

1. Evaluasi gaya hidup Tokoh A! Kebiasaan mana saja yang berisiko merusak organ ekskresi? Jelaskan mengapa kebiasaan tersebut berbahaya dan penyakit apa yang mungkin muncul!

2. Mengapa kebiasaan Tokoh B baik untuk kesehatan sistem ekskresi? Jelaskan hubungan setiap kebiasaan baik dengan fungsi organ ekskresi (ginjal, kulit, paru-paru)!

3. Jika kamu adalah Tokoh A dan ingin mengubah gaya hidup, buatlah daftar 5 keputusan spesifik yang akan kamu lakukan untuk menjaga kesehatan sistem ekskresi! Jelaskan target yang terukur.

Tulis jawaban uraian untuk setiap pertanyaan minimal 5-7 kalimat dengan penjelasan lengkap dan alasan ilmiah.

Kegiatan 3: Kampanye Kesehatan Sistem Ekskresi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas HVS/karton (jika membuat sketsa poster)
  • Pensil warna/spidol (opsional untuk sketsa)
  • Kreativitas dan imajinasimu!

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Saatnya kamu menjadi 'Duta Kesehatan Sistem Ekskresi' di sekolah!
  2. Pilih satu target audiens: remaja (teman sebaya) ATAU orang dewasa (orang tua/guru).
  3. Buat rancangan POSTER atau OUTLINE PRESENTASI yang mengajak target audiens menjaga kesehatan sistem ekskresi.
  4. Poster/presentasi harus memuat: (1) Judul menarik, (2) Minimal 3 fakta penting tentang gangguan sistem ekskresi, (3) Minimal 5 tips gaya hidup sehat untuk organ ekskresi, (4) Slogan atau ajakan yang menggugah.
  5. Gunakan bahasa yang sesuai dengan target audiensmu.
  6. Kamu boleh membuat sketsa poster atau menulis poin-poin presentasi secara detail.

Pertanyaan:

1. Target audiens yang kamu pilih: (pilih salah satu dan beri tanda ✓)
□ Remaja (teman sebaya)
□ Orang dewasa (orang tua/guru)

Mengapa kamu memilih target audiens tersebut?

2. Buatlah rancangan POSTER atau OUTLINE PRESENTASI dengan elemen berikut:

  1. Judul kampanye (menarik dan mudah diingat)
    1. 3 Fakta Penting tentang gangguan sistem ekskresi (pilih yang paling relevan dengan target audiens)
    2. 5 Tips Gaya Hidup Sehat untuk sistem ekskresi (spesifik dan aplikatif)
    3. Slogan atau kalimat ajakan (singkat dan menggugah)
    4. Desain visual (jika poster: gambar ilustrasi organ, warna, layout; jika presentasi: struktur slide)

3. Bagaimana cara kamu akan menyampaikan kampanye ini agar efektif dan menarik bagi target audiens? (pilih minimal 2 cara dan jelaskan strateginya)

Untuk pertanyaan 1: jawab dengan 2-3 kalimat. Untuk pertanyaan 2: tulis rancangan lengkap dengan 5 elemen (A-E) secara detail, bisa dalam bentuk poin-poin atau sketsa. Untuk pertanyaan 3: jelaskan minimal 2 cara penyampaian dengan strategi lengkap (4-6 kalimat).

REFLEKSI

1. Setelah mempelajari gangguan dan penyakit sistem ekskresi, kebiasaan apa dalam hidupmu sehari-hari yang ternyata berisiko merusak organ ekskresi? Apa yang akan kamu ubah mulai hari ini?

2. Menurutmu, mengapa banyak orang (termasuk remaja) mengabaikan kesehatan ginjal padahal organ ini sangat penting? Bagaimana kamu bisa mengajak teman dan keluarga untuk lebih peduli?

3. Bagaimana perasaanmu setelah menganalisis kasus-kasus penyakit sistem ekskresi? Apakah ada yang mengejutkan atau membuatmu lebih bersyukur dengan tubuhmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.