LKPD IPA Kelas 8: Menganalisis Sistem Organisasi Kehidupan dan Fungsi pada Organ Ginjal dalam Pembentukan Urine
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPA kelas 8 dengan topik "Menganalisis Sistem Organisasi Kehidupan dan Fungsi pada Organ Ginjal dalam Pembentukan Urine".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD IPA Kelas 8: Menganalisis Sistem Organisasi Kehidupan dan Fungsi pada Organ Ginjal dalam Pembentukan Urine
IPA - Kelas 8
Bab 2 Pertemuan 5
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) IPA — Kelas 8 (Fase D) Topik: Menganalisis Sistem Organisasi Kehidupan dan Fungsi pada Organ Ginjal dalam Pembentukan Urine INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Menganalisis Hierarki Organisasi Kehidupan pada Sistem Ekskresi GinjalEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapilah tingkatan organisasi kehidupan pada ginjal berikut: (a) Unit fungsional terkecil (tingkat sel/unit fungsional), (b) Kumpulan unit tersebut yang membentuk struktur penyaring (tingkat jaringan), (c) Struktur utuh penyaring darah (tingkat organ), dan (d) Gabungan organ penyaring beserta saluran pengeluarannya (tingkat sistem organ). Jelaskan peran masing-masing dalam fungsi ekskresi! Ruang tabel jawaban 2. Berdasarkan hierarki tersebut, analisis apa yang terjadi pada fungsi sistem ekskresi secara keseluruhan jika jutaan nefron pada organ ginjal mengalami kerusakan struktural! Tabel 4 baris: Kolom 1 (Tingkat Organisasi), Kolom 2 (Komponen pada Sistem Ginjal), Kolom 3 (Fungsi dalam Ekskresi); dilanjutkan kotak uraian 3-4 baris untuk jawaban pertanyaan nomor 2. Kegiatan 2: Menganalisis Tahapan dan Fungsi Nefron Ginjal dalam Pembentukan UrineEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapilah analisis tahapan pembentukan urine dalam tabel yang memuat: nama tahapan, lokasi organel/bagian nefron, zat yang diserap/dikeluarkan, serta nama cairan hasil dari tahap tersebut! Ruang tabel jawaban 2. Berdasarkan analisis fungsi tahapan tersebut, mengapa pada urine orang yang sehat tidak ditemukan kandungan glukosa dan protein? Kaitkan jawabanmu dengan fungsi bagian nefron ginjal! Format tabel 3 baris: Kolom (Tahapan, Lokasi pada Nefron, Mekanisme/Zat yang Diproses, Hasil Cairan); diikuti ruang uraian 4-5 baris untuk pertanyaan analisis nomor 2. Kegiatan 3: Menganalisis Komposisi Urine dan Kinerja Organ GinjalEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Perhatikan data uji laboratorium urine: Sampel A mengandung 95% air, urea, garam mineral, dan tidak mengandung protein maupun glukosa. Sampel B mengandung air, urea, garam mineral, dan ditemukan sejumlah glukosa. Analisislah fungsi bagian ginjal manakah yang mengalami gangguan pada pemilik Sampel B serta jelaskan alasannya! 2. Berdasarkan data bahwa 95% kandungan urine adalah air, analisislah bagaimana fungsi ginjal dalam menjaga kestabilan cairan tubuh (homeostasis) ketika seseorang minum sangat banyak air dibandingkan saat ia kekurangan minum air! Ruang teks terbuka bergaris 5 baris untuk analisis Sampel B (pertanyaan 1) dan 5 baris untuk analisis keseimbangan cairan (pertanyaan 2). REFLEKSI1. Bagian mana dari hierarki organisasi kehidupan pada ginjal dan proses pembentukan urine yang paling kamu pahami dengan jelas? 2. Bagaimana pemahamanmu tentang kerja nefron dalam menyaring darah menumbuhkan kesadaranmu untuk menjaga pola minum air putih setiap hari? 3. Tantangan apa yang kamu hadapi saat menganalisis hubungan antara kerusakan struktur nefron dengan perubahan kandungan urine? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.