LKPD IPA Kelas 8: Struktur dan Fungsi Organ Sistem Ekskresi (Ginjal, Kulit, Paru-paru, Hati)
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 8 dengan topik "Struktur dan Fungsi Organ Sistem Ekskresi (Ginjal, Kulit, Paru-paru, Hati)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD IPA Kelas 8: Struktur dan Fungsi Organ Sistem Ekskresi (Ginjal, Kulit, Paru-paru, Hati)
IPA - Kelas 8
Bab 2 - Pertemuan 5
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) IPA — Kelas 8 (Fase D) Topik: Struktur dan Fungsi Organ Sistem Ekskresi (Ginjal, Kulit, Paru-paru, Hati) INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Detektif Organ Ekskresi: Siapa Buang Apa?Estimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel berikut berdasarkan pengamatanmu terhadap diagram sistem ekskresi manusia! Ruang tabel jawaban 2. Mengapa tubuh kita memerlukan lebih dari satu organ untuk sistem ekskresi? Bukankah satu organ saja sudah cukup? 3. Bayangkan kamu sedang berolahraga di siang hari yang panas. Organ ekskresi mana saja yang bekerja lebih keras? Jelaskan alasanmu! Untuk pertanyaan 1: Buatlah tabel dengan 4 kolom (Nama Organ | Zat Sisa yang Dikeluarkan | Fungsi Utama dalam Ekskresi) dan 4 baris untuk setiap organ. Untuk pertanyaan 2-3: Tulis jawabanmu dalam 4-6 kalimat yang jelas dan logis. Kegiatan 2: Zoom In: Menjelajahi Nefron si Unit Penyaring AjaibEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Gambarkan diagram sederhana nefron dan beri label pada bagian-bagian utamanya (minimal 5 bagian)! Ruang gambar 2. Jelaskan dengan kata-katamu sendiri bagaimana proses penyaringan darah terjadi di nefron! Gunakan istilah: filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi. 3. Satu ginjal mengandung sekitar 1 juta nefron. Mengapa tubuh memerlukan nefron sebanyak itu? Apa yang terjadi jika jumlah nefron berkurang drastis? 4. Diskusikan dengan kelompokmu: Mengapa penting minum air putih cukup setiap hari untuk kesehatan ginjal dan nefron? Untuk pertanyaan 1: Gunakan kertas kosong atau kotak gambar di LKPD, gambar cukup jelas dengan label yang terbaca. Untuk pertanyaan 2-4: Tulis jawaban dalam bentuk paragraf 5-8 kalimat. Untuk diskusi kelompok (no.4): Tuliskan hasil kesimpulan diskusi kelompokmu. Kegiatan 3: Simulasi Sederhana: Nefron dalam Aksi!Estimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Apa yang terjadi saat campuran dituangkan ke saringan? Zat apa yang tertahan dan zat apa yang lolos? 2. Analogikan simulasi ini dengan proses filtrasi di nefron! Apa yang mewakili glomerulus? Apa yang mewakili kapsula Bowman? Apa yang mewakili darah dan urine? Ruang tabel jawaban 3. Apa keterbatasan simulasi ini dibandingkan dengan proses penyaringan sebenarnya di ginjal? 4. Berdasarkan simulasi ini, mengapa penderita gagal ginjal perlu cuci darah (dialisis)? Jelaskan dengan mengaitkan pada fungsi penyaringan nefron! Untuk pertanyaan 1, 3, dan 4: Tulis jawaban dalam bentuk uraian 4-6 kalimat. Untuk pertanyaan 2: Buatlah tabel 2 kolom (Komponen Simulasi | Bagian Nefron yang Diwakili) dengan minimal 5 baris. REFLEKSI1. Apa hal paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang sistem ekskresi dan nefron? 2. Bagaimana kamu akan menjaga kesehatan sistem ekskresimu setelah mempelajari materi ini? Sebutkan minimal 3 cara konkret! 3. Pernahkah kamu atau keluargamu mengalami masalah dengan ginjal atau organ ekskresi lainnya? Apa yang bisa kamu lakukan untuk mencegahnya di masa depan? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.