LKPDPertemuan 2Bab 2Fase DSemester 1

LKPD IPA Kelas 8: Menganalisis Fungsi Alveolus dan Pertukaran Gas pada Sistem Organ Pernapasan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPA kelas 8 dengan topik "Menganalisis Fungsi Alveolus dan Pertukaran Gas pada Sistem Organ Pernapasan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 8: Menganalisis Fungsi Alveolus dan Pertukaran Gas pada Sistem Organ Pernapasan

IPA - Kelas 8

Bab 2 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Menganalisis Fungsi Alveolus dan Pertukaran Gas pada Sistem Organ Pernapasan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMenganalisis Fungsi Alveolus dan Pertukaran Gas pada Sistem Organ Pernapasan
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis sistem organisasi kehidupan dan fungsi pada sistem organ pernapasan

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap pengantar dan instruksi kerja dengan cermat bersama kelompokmu.
  • Lakukan analisis secara runtut mulai dari struktur tingkatan organisasi seluler/jaringan hingga mekanisme fungsi organ.
  • Tuliskan hasil diskusi dan penalaran kelompok pada format ruang jawaban yang telah disediakan.
  • Gunakan pemahaman konsep sains tentang sistem pernapasan untuk menarik kesimpulan yang logis dan objektif.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menganalisis Tingkatan Organisasi Kehidupan pada Paru-Paru dan Alveolus

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Buku teks IPA Kelas 8 Bab 2
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati deskripsi tingkatan organisasi kehidupan berikut: Paru-paru tersusun atas jutaan alveolus. Alveolus dibentuk oleh lapisan sel epitel pipih selapis dan diselubungi oleh jaringan pembuluh darah kapiler yang tersusun atas sel-sel endotel serta sel darah merah.
  2. Diskusikan keterkaitan antara tingkatan sel, jaringan, organ, hingga terbentuknya sistem organ pernapasan.
  3. Lengkapi tabel analisis tingkatan organisasi kehidupan berdasarkan teks deskripsi tersebut.

Pertanyaan:

1. Analisis dan kelompokkan komponen penyusun alveolus ke dalam tingkatan organisasi kehidupan yang tepat pada tabel:

  1. Sel epitel pipih & eritrosit,
  2. Jaringan epitel & jaringan kapiler,
  3. Alveolus & paru-paru,
  4. Sistem pernapasan. Tentukan tingkat organisasi dan fungsinya bagi pertukaran gas!
Ruang tabel jawaban

Tuliskan jawaban dalam tabel 4 baris dengan kolom: (1) Tingkat Organisasi, (2) Komponen Tubuh, (3) Analisis Peran/Fungsinya.

Kegiatan 2: Menganalisis Hubungan Struktur Alveolus dan Mekanisme Pertukaran Gas

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa IPA Kelas 8
  • Bagan alur difusi gas

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pelajari data karakteristik struktural alveolus berikut: (a) Luas permukaan total alveolus manusia mencapai ± 70-100 m² karena bentuknya berupa jutaan gelembung mirip anggur; (b) Dinding alveolus dan dinding kapiler hanya setebal satu lapis sel; (c) Permukaan dalam alveolus dilapisi cairan lembap tipis; (d) Seluruh permukaan alveolus dikelilingi anyaman kapiler darah.
  2. Lakukan analisis mendalam mengapa karakteristik struktur tersebut sangat menentukan keberhasilan fungsi pertukaran gas (difusi O2 dan CO2).
  3. Jawablah pertanyaan analisis berdasarkan prinsip difusi gas secara berkelompok.

Pertanyaan:

1. Mengapa struktur alveolus berbentuk gelembung kecil dalam jumlah jutaan, bukan berbentuk satu kantung besar tunggal? Analisis pengaruhnya terhadap efektivitas pertukaran gas!

2. Analisis arah aliran pertukaran gas antara rongga alveolus dan kapiler darah berdasarkan perbedaan konsentrasi (tekanan parsial) gas O2 dan CO2!

Tuliskan jawaban nomor 1 dan 2 dalam bentuk uraian paragraf analitis yang memuat hubungan sebab-akibat yang jelas pada kolom jawaban bergaris.

Kegiatan 3: Menganalisis Gangguan Struktural terhadap Fungsi Organ Pernapasan

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus emfisema
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati kasus gangguan klinis berikut: Pada penderita emfisema, dinding antarkantung alveolus mengalami kerusakan dan pecah-pecah, sehingga gelembung-gelembung kecil menyatu menjadi kantung-kantung yang lebih besar namun permukaannya menyusut drastis.
  2. Analisis keterkaitan antara perubahan tingkat jaringan alveolus tersebut terhadap penurunan fungsi sistem pernapasan secara keseluruhan.
  3. Rumuskan kesimpulan analisis secara kritis bersama kelompokmu.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan kasus emfisema, analisis apa yang terjadi pada luas bidang difusi dan kemampuan darah mengangkut oksigen bila dinding-dinding jaringan alveolus rusak dan menyatu menjadi kantung besar!

2. Simpulkan bagaimana prinsip keterkaitan antara struktur organisasi kehidupan (sel/jaringan alveolus) dengan fungsi sistem organ pernapasan secara menyeluruh!

Tuliskan jawaban dalam 2 kotak uraian kesimpulan kelompok: Kotak A untuk analisis dampak struktural emfisema, Kotak B untuk simpulan keterkaitan struktur jaringan terhadap fungsi sistem organ.

REFLEKSI

1. Bagaimana pemahamanmu tentang struktur mikroskopis alveolus membantumu menyadari pentingnya menjaga kesehatan organ pernapasan setiap kali menghirup udara?

2. Bagian analisis mana yang paling menantang bagimu saat menjelaskan perpindahan gas antara jaringan alveolus dan kapiler darah?

3. Apa strategi belajar yang berhasil kamu dan kelompokmu terapkan untuk memahami keterkaitan antara sel, jaringan, organ, dan sistem pernapasan hari ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.