LKPDPertemuan 5Bab 7Fase DSemester 2

LKPD IPA Kelas 7: Mengolah Data Sekunder Astronomis dalam Bentuk Model Posisi Relatif terhadap Pasang Surut Air Laut

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPA kelas 7 dengan topik "Mengolah Data Sekunder Astronomis dalam Bentuk Model Posisi Relatif terhadap Pasang Surut Air Laut".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 7: Mengolah Data Sekunder Astronomis dalam Bentuk Model Posisi Relatif terhadap Pasang Surut Air Laut

IPA - Kelas 7

Bab 7 Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Mengolah Data Sekunder Astronomis dalam Bentuk Model Posisi Relatif terhadap Pasang Surut Air Laut

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMengolah Data Sekunder Astronomis dalam Bentuk Model Posisi Relatif terhadap Pasang Surut Air Laut
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengolah data sekunder astronomis dalam bentuk model untuk menjelaskan hubungan posisi relatif bumi-bulan-matahari dengan fenomena alam

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar dan data sekunder tabel astronomis yang disediakan dengan teliti bersama kelompokmu.
  • Gunakan data sekunder tinggi pasang surut dan fase Bulan untuk membangun model visual posisi relatif Bumi-Bulan-Matahari.
  • Jawablah seluruh pertanyaan analisis hubungan berdasarkan model yang kalian buat secara berurutan.
  • Bekerjasamalah secara aktif dan selesaikan seluruh lembar kerja tepat waktu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengolah Data Sekunder Pasang Surut ke dalam Model Posisi Relatif

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Data sekunder astronomis pada petunjuk kegiatan
  • Penggaris dan pensil/pulpen
  • Koin atau jangka untuk membuat lingkaran model

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati tabel data sekunder pengamatan astronomis di Pelabuhan Tanjung Perak selama 4 hari berikut: (Hari 1: Fase Bulan Baru, Tinggi Air Pasang Maksimal 2,8 m, Pasang Surut Purnama; Hari 2: Fase Perbani Awal/Kuartil I, Tinggi Air Pasang Maksimal 1,4 m, Pasang Surut Perbani; Hari 3: Fase Bulan Purnama, Tinggi Air Pasang Maksimal 2,9 m, Pasang Surut Purnama; Hari 4: Fase Perbani Akhir/Kuartil III, Tinggi Air Pasang Maksimal 1,3 m, Pasang Surut Perbani).
  2. Berdasarkan data sekunder di atas, buatlah 2 diagram skema model yang menggambarkan posisi relatif Matahari, Bumi, dan Bulan: (A) Model Posisi Pasang Purnama (Spring Tide) dan (B) Model Posisi Pasang Perbani (Neap Tide).
  3. Pada model skema, gambarkan Matahari di sisi kiri, Bumi di tengah/titik acuan, dan letakkan posisi Bulan sesuai jenis pasang surutnya (garis lurus sejajar atau sudut tegak lurus 90 derajat).

Pertanyaan:

1. Berdasarkan data sekunder astronomis yang tersedia, gambarkan model posisi relatif Bumi-Bulan-Matahari saat terjadi Pasang Purnama (data Hari 1 atau Hari

  1. dan saat terjadi Pasang Perbani (data Hari 2 atau Hari
  2. lengkap dengan label nama benda langitnya!
Ruang gambar

Kotak gambar berlabel: Kotak A bertuliskan 'Model Posisi Relatif Pasang Purnama' (sketsa lingkaran Matahari, Bumi, dan Bulan segaris lurus beserta labelnya) dan Kotak B bertuliskan 'Model Posisi Relatif Pasang Perbani' (sketsa lingkaran Matahari, Bumi, dan Bulan membentuk sudut siku-siku 90 derajat beserta labelnya).

Kegiatan 2: Menjelaskan Hubungan Posisi Relatif Benda Langit pada Data Pasang Surut

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Hasil gambar model Kegiatan 1
  • Tabel data sekunder astronomis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan kembali model posisi relatif yang telah kalian buat pada Kegiatan 1 dan data ketinggian pasang surut pada tabel sekunder.
  2. Analisis keterkaitan antara konfigurasi posisi relatif (segaris lurus vs tegak lurus) dengan ketinggian pasang air laut.
  3. Lengkapi tabel analisis dan jawab pertanyaan penjelasan hubungan pada data secara runtut.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel penjelasan hubungan data berikut berdasarkan model yang telah dibuat: tentukan susunan posisi relatif Bumi-Bulan-Matahari (segaris lurus / membentuk sudut 90 derajat) dan hubungannya dengan besar gaya gravitasi gabungan terhadap ketinggian air laut!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan model dan tabel data sekunder, jelaskan mengapa pasang air laut pada Hari 1 dan Hari 3 menghasilkan kenaikan air laut yang jauh lebih tinggi (pasang maksimum) dibandingkan pada Hari 2 dan Hari 4!

Tabel isian 4 kolom (Jenis Pasang, Konfigurasi Posisi Relatif Berdasarkan Model, Efek Gabungan Gravitasi, Hubungan dengan Tinggi Pasang Air Laut) dan 1 kolom paragraf uraian penjelasan.

Kegiatan 3: Mengolah dan Menyimpulkan Pola Hubungan Model Posisi Relatif dengan Fenomena Alam

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Hasil lembar kerja Kegiatan 1 dan Kegiatan 2

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan bersama kelompok untuk menyusun kesimpulan akhir mengenai pola hubungan posisi relatif Bumi-Bulan-Matahari dengan fenomena pasang surut berdasarkan seluruh data yang diolah.
  2. Selesaikan butir evaluasi inferensi data astronomis.
  3. Lakukan refleksi pembelajaran dan persiapan penutup sesi bersama guru.

Pertanyaan:

1. Bila diperoleh data astronomis baru bahwa 7 hari setelah Bulan Purnama akan terjadi fase Bulan Kuartil III (Perbani Akhir), gunakan model hubungan yang telah kalian bangun untuk memprediksi posisi relatif Bumi-Bulan-Matahari dan jenis pasang surut yang terukur pada data!

2. Rumuskan kesimpulan umum mengenai bagaimana posisi relatif Bumi-Bulan-Matahari menentukan jenis fenomena pasang surut air laut berdasarkan data dan model yang telah kalian olah!

Kolom isian singkat untuk prediksi fenomena dan kolom bergaris untuk rumusan kesimpulan akhir.

REFLEKSI

1. Bagaimana pembuatan model skema posisi relatif membantu kalian dalam memahami data angka ketinggian pasang surut air laut?

2. Bagian data atau pengolahan model mana yang paling menantang untuk dihubungkan, dan bagaimana kelompokmu berhasil menyelesaikannya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.