LKPDPertemuan 3Bab 7Fase DSemester 2

LKPD IPA Kelas 7: Mengolah Data Sekunder Astronomis dalam Bentuk Model Geometris Fase Bulan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPA kelas 7 dengan topik "Mengolah Data Sekunder Astronomis dalam Bentuk Model Geometris Fase Bulan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 7: Mengolah Data Sekunder Astronomis dalam Bentuk Model Geometris Fase Bulan

IPA - Kelas 7

Bab 7 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Mengolah Data Sekunder Astronomis dalam Bentuk Model Geometris Fase Bulan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMengolah Data Sekunder Astronomis dalam Bentuk Model Geometris Fase Bulan
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengolah data sekunder astronomis dalam bentuk model untuk menjelaskan hubungan posisi relatif bumi-bulan-matahari dengan fenomena alam

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah instruksi pada setiap kegiatan dengan teliti sebelum mengolah data.
  • Gunakan data sekunder tabel pengamatan astronomis yang telah disediakan untuk melengkapi model geometris.
  • Bekerjasalah secara aktif dan cermat dalam mengolah informasi menjadi model posisi relatif Matahari, Bumi, dan Bulan.
  • Tuliskan dan gambarkan hasil olahan data pada format ruang jawaban yang tersedia.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengolah Data Sudut Elongasi Astronomis ke dalam Tabel Posisi Geometris

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Data sekunder astronomis pada lembar kerja
  • Alat tulis/pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan tabel data sekunder astronomis berikut yang mencatat sudut elongasi (jarak sudut Bulan dari Matahari dilihat dari Bumi) dan persentase piringan Bulan yang tersinari cahaya Matahari:
  2. Data Sekunder: (1) Hari ke-1: Elongasi 0°, Luas Sinar 0%; (2) Hari ke-8: Elongasi 90° ke arah Timur, Luas Sinar 50%; (3) Hari ke-15: Elongasi 180°, Luas Sinar 100%; (4) Hari ke-22: Elongasi 270° (90° ke arah Barat), Luas Sinar 50%.
  3. Olah data sekunder di atas untuk mengisi kolom Fase Bulan dan Posisi Relatif Bulan terhadap Garis Hubung Matahari-Bumi pada tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel pengolahan data sekunder astronomis berikut dengan menentukan nama fase bulan dan posisi geometris relatifnya terhadap garis hubung Bumi-Matahari!

Ruang tabel jawaban

Tabel 4 kolom dan 5 baris: Kolom 1: Hari & Data Astronomis (Hari 1 / 8 / 15 / 22), Kolom 2: Persentase Sinar Teramati, Kolom 3: Nama Fase Bulan, Kolom 4: Posisi Geometris Relatif Bulan terhadap Bumi-Matahari.

Kegiatan 2: Mengolah Data Sekunder Menjadi Model Diagram Geometris Fase Bulan

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Penggaris
  • Pensil/pensil warna hitam untuk mengarsir

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Gunakan hasil olahan data dari Kegiatan 1 untuk melengkapi model diagram geometris orbit Bulan mengelilingi Bumi.
  2. Model diagram lingkaran orbit menampilkan Matahari di sisi kiri memancarkan cahaya sejajar ke arah Bumi di pusat lingkaran, dengan 4 titik kedudukan Bulan (Titik A di antara Matahari-Bumi, Titik B di atas Bumi tegak lurus 90°, Titik C di belakang Bumi berseberangan dengan Matahari 180°, dan Titik D di bawah Bumi tegak lurus 270°).
  3. Tandai arsiran gelap/terang pada lingkaran Bulan dan tuliskan nomor hari/fase pada masing-masing titik diagram.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan data hari ke-1, ke-8, ke-15, dan ke-22, pasangkan titik diagram geometris (A, B, C, D) dengan posisi fase Bulan yang tepat!

2. Gambarkan arsiran belahan gelap (tidak terkena sinar) dan belahan terang (terkena sinar Matahari) untuk keempat kedudukan Bulan (Titik A, B, C, D) pada diagram model geometris orbit!

Ruang gambar

Bagan diagram geometris: 1 lingkaran Matahari di sisi kiri, 1 lingkaran Bumi di tengah, dan 4 lingkaran kedudukan Bulan (Titik A, B, C, D) mengelilingi Bumi lengkap dengan kotak label nama fase di bawah tiap titik.

Kegiatan 3: Menyusun Penjelasan Hubungan Posisi Relatif dengan Fenomena Penampakan Bulan dari Model

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Model geometris hasil Kegiatan 2
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Telaah model geometris yang telah kamu buat pada Kegiatan 2.
  2. Olah hubungan geometris antara posisi Matahari, Bumi, dan Bulan untuk menjelaskan mengapa terjadi perbedaan luas penampakan Bulan yang tersinari ketika diamati dari permukaan Bumi.
  3. Selesaikan penjelasan hubungan data model tersebut bersama teman kelompokmu.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan model geometris yang telah disusun, jelaskan hubungan antara perubahan sudut posisi relatif Bulan terhadap garis Bumi-Matahari dengan perubahan bentuk penampakan fase Bulan yang terlihat dari Bumi!

2. Olah data model geometris: jika data sekunder menunjukkan Bulan berada pada sudut elongasi 45° (di antara titik A dan B), jelaskan bentuk penampakan bagian terang Bulan yang teramati dari Bumi!

Kolom uraian teks bergaris (5-7 baris) untuk menuliskan penjelasan hubungan posisi geometris model dengan fenomena fase penampakan Bulan.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari pengolahan data sekunder menjadi model geometris fase Bulan yang paling membantumu memahami bentuk fase Bulan?

2. Bagaimana pembuatan model diagram geometris membantumu menjelaskan bahwa separuh bagian Bulan sebenarnya selalu tersinari Matahari?

3. Keterampilan mengolah data apa yang paling berkembang dalam dirimu setelah menyelesaikan lembar kerja ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.