LKPDPertemuan 1Bab 7Fase DSemester 2

LKPD IPA Kelas 7: Menganalisis Posisi Relatif Bumi-Bulan-Matahari pada Terjadinya Fase Bulan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPA kelas 7 dengan topik "Menganalisis Posisi Relatif Bumi-Bulan-Matahari pada Terjadinya Fase Bulan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 7: Menganalisis Posisi Relatif Bumi-Bulan-Matahari pada Terjadinya Fase Bulan

IPA - Kelas 7

Bab 7 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Menganalisis Posisi Relatif Bumi-Bulan-Matahari pada Terjadinya Fase Bulan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMenganalisis Posisi Relatif Bumi-Bulan-Matahari pada Terjadinya Fase Bulan
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya untuk menjelaskan terjadinya fenomena gerhana dan fase bulan

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan panduan kerja secara cermat sebelum mulai bekerja bersama kelompok.
  • Gunakan sumber belajar Buku Siswa Bab 7 halaman 217-219 atau peraga/sumber lain yang disiapkan guru.
  • Diskusikan setiap temuan secara aktif untuk menganalisis keterkaitan antara letak Bulan dan penampakan fasenya dari Bumi.
  • Tuliskan hasil analisis secara sistematis pada format ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Eksplorasi Posisi Relatif dan 4 Fase Utama Bulan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Senter (model Matahari)
  • Bola tenis/styrofoam bertangkai (model Bulan)
  • Model Bumi/posisi pandang murid
  • Buku Siswa IPA Kelas 7 Bab 7

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Simulasikan peredaran Bulan mengelilingi Bumi menggunakan senter (Matahari), bola kecil (Bulan), dan kepala pengamat/bola sedang (Bumi).
  2. Amati bagian bola kecil (Bulan) yang terkena sinar langsung dari senter saat Bulan berada di 4 kedudukan: di antara Matahari dan Bumi, siku-siku sebelah barat, berseberangan langsung, dan siku-siku sebelah timur.
  3. Analisis hubungan antara posisi Bulan terhadap Matahari dan penampakan bagian terang yang terlihat dari sudut pandang Bumi.
  4. Lengkapi tabel analisis pada lembar kerja sesuai hasil simulasi.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel 4 posisi relatif Bulan, Bumi, dan Matahari serta tentukan nama fase bulan yang teramati dari Bumi!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan posisi relatifnya, mengapa pada fase Bulan Baru pengamat di Bumi sama sekali tidak dapat melihat pantulan sinar Bulan di malam hari?

Tabel 4 kolom: [Posisi Relatif Bulan terhadap Bumi & Matahari | Bagian Terang yang Menghadap Bumi | Sudut Relatif (Derajat) | Nama Fase Bulan] yang memuat 4 baris data, diikuti kotak uraian 3 baris untuk pertanyaan nomor 2.

Kegiatan 2: Analisis Dinamika 8 Fase Bulan Berdasarkan Orbit Relatif

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Diagram alur 8 fase bulan dalam orbit Bumi
  • Buku Siswa IPA Kelas 7 halaman 217-218

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan diagram siklus peredaran Bulan yang mengorbit Bumi berlawanan arah jarum jam (counter-clockwise).
  2. Analisis posisi transisi Bulan di antara 4 fase utama sehingga menghasilkan 8 fase lengkap: Bulan Baru, Sabit Awal (Waxing Crescent), Kuartir Pertama, Cembung Awal (Waxing Gibbous), Purnama, Cembung Akhir (Waning Gibbous), Kuartir Ketiga, dan Sabit Akhir (Waning Crescent).
  3. Kaitkan pergerakan posisi relatif tersebut terhadap penambahan (waxing) atau pengurangan (waning) proporsi cahaya yang tampak dari permukaan Bumi.

Pertanyaan:

1. Bandingkan posisi relatif Bulan saat terjadi fase Sabit Awal (Waxing Crescent) dan fase Cembung Awal (Waxing Gibbous)! Mengapa luas bagian terang yang tampak dari Bumi bertambah besar?

2. Jelaskan perubahan posisi relatif Matahari, Bumi, dan Bulan dari fase Bulan Purnama menuju ke fase Sabit Akhir (Waning Crescent) dan dampaknya terhadap penampakan bentuk Bulan dari Bumi!

Kotak uraian terstruktur masing-masing berukuran 4 baris bergaris untuk pertanyaan 1 dan pertanyaan 2.

Kegiatan 3: Analisis Pemecahan Masalah Penentuan Posisi dan Refleksi Penutup

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja murid
  • Diagram posisi sudut orbit Bulan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati studi kasus pengamatan langit malam oleh seorang pengamat di Bumi.
  2. Gunakan pemahaman geometri posisi relatif Bumi-Bulan-Matahari untuk menganalisis letak benda langit yang tepat.
  3. Kerjakan soal analisis secara mandiri/berpasangan.
  4. Lengkapi pertanyaan refleksi pembelajaran pada bagian akhir kegiatan penutup.

Pertanyaan:

1. Sebuah kalender astronomi mencatat bahwa malam ini terjadi fase Kuartir Ketiga (Last Quarter). Analisislah: (a) Di manakah posisi Bulan relatif terhadap garis hubung Bumi-Matahari? (b) Kapan waktu terbit dan terbenam Bulan pada posisi ini? Jelaskan hubungan geometrinya!

2. Mengapa pengamat di Bumi selalu melihat sisi permukaan Bulan yang sama di setiap fase, meskipun bentuk fase terang yang tampak berubah-ubah seiring perubahan posisi relatifnya?

Kotak jawaban uraian analisis terbagi menjadi 2 sekat (Sub-pertanyaan 1 dan 2) masing-masing 5 baris.

REFLEKSI

1. Bagaimana caramu membuktikan bahwa perubahan bentuk fase Bulan bukanlah akibat bayangan Bumi yang menutupi Bulan?

2. Bagian mana dari konsep posisi relatif Bumi-Bulan-Matahari yang paling menantang untuk divisualisasikan dalam pikiranmu?

3. Apa makna keteraturan posisi benda-benda langit ini terhadap penentuan waktu dan kalender dalam kehidupan manusia?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.