LKPDPertemuan 6Bab 6Fase DSemester 2

LKPD IPA Kelas 7: Pencemaran Lingkungan: Jenis, Penyebab, dan Dampaknya terhadap Ekosistem

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 7 dengan topik "Pencemaran Lingkungan: Jenis, Penyebab, dan Dampaknya terhadap Ekosistem". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 7: Pencemaran Lingkungan: Jenis, Penyebab, dan Dampaknya terhadap Ekosistem

IPA - Kelas 7

Bab 6 - Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Pencemaran Lingkungan: Jenis, Penyebab, dan Dampaknya terhadap Ekosistem

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikPencemaran Lingkungan: Jenis, Penyebab, dan Dampaknya terhadap Ekosistem
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi jenis-jenis pencemaran lingkungan (pencemaran air, udara, dan tanah), penyebabnya, serta dampaknya terhadap komponen biotik dan abiotik ekosistem.
  2. Murid dapat mempertanyakan dan memprediksi dampak jangka panjang pencemaran lingkungan terhadap keanekaragaman hayati berdasarkan data dan fenomena nyata di sekitarnya.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan teliti sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan LKPD ini bersama kelompokmu (3–4 orang per kelompok).
  • Diskusikan jawabanmu dengan teman satu kelompok sebelum menuliskan jawaban akhir.
  • Jawablah dengan kalimat lengkap dan gunakan istilah IPA yang tepat.
  • Jika menemukan kata atau istilah yang belum dipahami, tanyakan kepada gurumu.
  • Jaga kebersihan dan kerapian lembar kerjamu — LKPD ini akan dikumpulkan di akhir pelajaran.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Lingkungan: Mengenali Jejak Pencemaran di Sekitar Kita

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Gambar/foto pencemaran lingkungan (disediakan guru atau dicetak di lembar ini)
  • Alat tulis (pensil/pena, penggaris)
  • Lembar LKPD ini

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati dua gambar/foto yang ditampilkan gurumu di depan kelas (atau yang tersedia di lembar ini): Gambar A menunjukkan sungai yang airnya berwarna keruh dan berbusa; Gambar B menunjukkan langit kota yang penuh asap tebal dari kendaraan dan pabrik.
  2. Sebagai 'detektif lingkungan', tugasmu adalah menganalisis apa yang terjadi pada setiap gambar.
  3. Diskusikan dalam kelompok: apa yang kamu lihat, apa penyebabnya, dan siapa atau apa yang terdampak.
  4. Lengkapi tabel analisis di bawah ini berdasarkan hasil pengamatanmu.
  5. Setelah mengisi tabel, lanjutkan dengan menjawab pertanyaan uraian yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut berdasarkan hasil pengamatanmu terhadap Gambar A (sungai tercemar) dan Gambar B (udara berpolusi), lalu tambahkan satu contoh pencemaran tanah yang kamu ketahui dari lingkungan sekitarmu.

Jenis PencemaranContoh Peristiwa (dari gambar/lingkungan)Penyebab Utama (minimal 2)Komponen Biotik yang TerdampakKomponen Abiotik yang Berubah

2. Dari ketiga jenis pencemaran yang kamu identifikasi, menurutmu manakah yang dampaknya paling terasa di lingkungan sekitar sekolah atau rumahmu? Jelaskan alasanmu dengan menyebutkan bukti atau tanda-tanda yang kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Tuliskan satu pertanyaan ilmiah yang muncul di benakmu setelah mengamati gambar-gambar tersebut. Pertanyaan yang baik dimulai dengan 'Bagaimana...', 'Mengapa...', atau 'Apa yang terjadi jika...'

Jawaban nomor 1: isi tabel 5 kolom × 3 baris (pencemaran air, udara, tanah). Jawaban nomor 2: paragraf uraian minimal 3 kalimat. Jawaban nomor 3: satu kalimat pertanyaan ilmiah yang lengkap.

Kegiatan 2: Rantai Dampak: Menelusuri Akibat Pencemaran pada Ekosistem

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini
  • Alat tulis (pensil warna dianjurkan untuk diagram)
  • Penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah dua studi kasus singkat berikut ini secara individu terlebih dahulu (2 menit).
  2. Diskusikan dalam kelompok untuk menganalisis setiap kasus menggunakan konsep komponen biotik dan abiotik ekosistem.
  3. Bayangkan dirimu sebagai seorang ilmuwan lingkungan — tugasmu adalah menelusuri 'rantai dampak' dari setiap pencemaran yang terjadi.
  4. Gambarkan diagram rantai dampak sederhana (berupa bagan panah) dan jawab pertanyaan analisis yang tersedia.
  5. ---
  6. STUDI KASUS 1 — 'Tragedi Sungai Citarum': Sungai Citarum di Jawa Barat dikenal sebagai salah satu sungai paling tercemar di dunia. Ratusan pabrik tekstil membuang limbah cair langsung ke sungai tanpa diolah. Akibatnya, air sungai berubah warna menjadi hitam kemerahan, ikan-ikan mati, dan warga sekitar yang menggunakan air sungai untuk mandi serta mencuci mengalami gangguan kulit. Petani yang menggunakan air sungai untuk mengairi sawah juga melaporkan penurunan hasil panen.
  7. ---
  8. STUDI KASUS 2 — 'Kabut Asap Kalimantan': Kebakaran hutan dan lahan gambut di Kalimantan menghasilkan kabut asap pekat yang selimuti wilayah seluas ribuan kilometer persegi. Kadar partikel berbahaya (PM2.5) di udara melonjak jauh di atas ambang aman. Orang-orang diperintahkan untuk tidak keluar rumah. Ribuan orangutan dan satwa liar kehilangan habitatnya. Sekolah diliburkan selama berminggu-minggu.

Pertanyaan:

1. Untuk STUDI KASUS 1, buatlah diagram rantai dampak pencemaran air Sungai Citarum. Mulailah dari PENYEBAB → PERUBAHAN ABIOTIK → DAMPAK PADA BIOTIK → DAMPAK LANJUTAN PADA MANUSIA. Gambarkan dalam bentuk bagan dengan tanda panah (→) di kotak yang tersedia.

Ruang gambar

2. Untuk STUDI KASUS 2, identifikasikan minimal 3 komponen biotik dan 2 komponen abiotik ekosistem hutan yang terdampak akibat kabut asap. Jelaskan bagaimana masing-masing komponen tersebut terdampak.

Ruang tabel jawaban

3. Berdasarkan kedua studi kasus di atas, tuliskan satu persamaan pola dampak yang kamu temukan. Pola apa yang muncul ketika lingkungan (air atau udara) tercemar?

Jawaban nomor 1: bagan kotak-panah minimal 4 tahap (dapat digambar tangan). Jawaban nomor 2: tabel 2 kolom (Komponen & Dampaknya), minimal 5 baris. Jawaban nomor 3: paragraf diskusi kelompok minimal 4 kalimat, tuliskan nama anggota kelompok yang berpendapat.

Kegiatan 3: Meramal Masa Depan: Prediksi Dampak Jangka Panjang terhadap Keanekaragaman Hayati

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini
  • Alat tulis
  • Data/infografis yang disertakan dalam lembar ini atau ditampilkan guru

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini mengajakmu berpikir seperti seorang ilmuwan yang meramal masa depan berdasarkan data dan fakta.
  2. Bacalah data dan grafik di bawah ini dengan cermat.
  3. Gunakan pengetahuan yang telah kamu pelajari di Kegiatan 1 dan 2 untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan prediksi.
  4. Setelah selesai, presentasikan prediksimu kepada kelompok lain dalam waktu 2 menit (guru akan meminta beberapa kelompok berbagi).
  5. ---
  6. DATA & INFORMASI:
  7. 📊 Data 1: Menurut laporan IUCN (2023), lebih dari 42.000 spesies di seluruh dunia saat ini berstatus terancam punah. Pencemaran lingkungan merupakan salah satu dari lima penyebab utama kepunahan spesies, selain hilangnya habitat, perubahan iklim, eksploitasi berlebihan, dan spesies invasif.
  8. 📊 Data 2: Penelitian di Indonesia (2022) menunjukkan bahwa kadar logam berat (merkuri dan timbal) di perairan beberapa daerah sudah melewati batas aman. Ikan yang hidup di perairan tersebut mengandung kadar merkuri 3–5 kali lebih tinggi dari standar aman konsumsi.
  9. 📊 Data 3: Di kota-kota besar Indonesia, konsentrasi NO2 (gas dari kendaraan bermotor) meningkat rata-rata 4% per tahun dalam 10 tahun terakhir. Tumbuhan di pinggir jalan besar menunjukkan gejala klorosis (daun menguning) lebih cepat dibandingkan tumbuhan di daerah terpencil.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Data 2 tentang kadar merkuri di perairan Indonesia, buatlah prediksi dampak jangka panjang (dalam 20–30 tahun ke depan) terhadap keanekaragaman hayati ekosistem perairan jika kondisi ini terus berlanjut tanpa penanganan. Tuliskan prediksimu dengan menyertakan alasan ilmiah yang mendukung.

2. Hubungkan Data 1, Data 2, dan Data 3 secara bersamaan. Jika ketiga kondisi ini terjadi secara bersamaan di suatu ekosistem (misalnya di kawasan pinggiran kota yang berbatasan dengan sungai dan area industri), bagaimana dampak gabungannya terhadap keanekaragaman hayati? Diskusikan dalam kelompok dan tuliskan hasil diskusimu.

3. Tuliskan satu pertanyaan baru yang ingin kamu selidiki lebih lanjut berdasarkan data-data di atas. Kemudian tuliskan prediksimu (hipotesis sederhana) sebagai jawabannya. Gunakan format: PERTANYAAN → PREDIKSI SAYA → ALASAN.

Jawaban nomor 1: uraian minimal 5 kalimat dengan alasan ilmiah yang terstruktur (sebab-akibat). Jawaban nomor 2: catatan hasil diskusi kelompok, minimal 6 kalimat, cantumkan nama anggota kelompok. Jawaban nomor 3: tiga bagian terpisah — Pertanyaan (1 kalimat tanya), Prediksi (1–2 kalimat), Alasan (2–3 kalimat).

REFLEKSI

1. Setelah mempelajari berbagai jenis pencemaran hari ini, adakah satu kebiasaan sehari-harimu yang mungkin — tanpa kamu sadari — berkontribusi pada pencemaran lingkungan? Apa langkah kecil yang bisa kamu mulai lakukan mulai besok?

2. Dari ketiga jenis pencemaran (air, udara, tanah) yang kamu pelajari, mana yang paling membuatmu khawatir tentang masa depan keanekaragaman hayati di Indonesia? Mengapa?

3. Bayangkan kamu memiliki kekuatan untuk mengubah satu kebijakan di daerahmu untuk mengurangi pencemaran lingkungan — kebijakan apa yang akan kamu pilih, dan bagaimana kamu akan meyakinkan masyarakat untuk mendukungnya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.