LKPDPertemuan 1Bab 2Fase DSemester 1

LKPD IPA Kelas 7: Menganalisis Klasifikasi Materi Berdasarkan Wujud Padat, Cair, dan Gas

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPA kelas 7 dengan topik "Menganalisis Klasifikasi Materi Berdasarkan Wujud Padat, Cair, dan Gas".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 7: Menganalisis Klasifikasi Materi Berdasarkan Wujud Padat, Cair, dan Gas

IPA - Kelas 7

Bab 2 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Menganalisis Klasifikasi Materi Berdasarkan Wujud Padat, Cair, dan Gas

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIlmu Pengetahuan Alam (IPA)
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMenganalisis Klasifikasi Materi Berdasarkan Wujud Padat, Cair, dan Gas
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis klasifikasi materi berdasarkan wujud padat, cair, dan gas

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah doa sebelum memulai aktivitas pembelajaran.
  • Bekerjasamalah secara aktif dan tertib dalam kelompok kecilmu (3-4 orang).
  • Cermati setiap instruksi penyelidikan dan analisis dengan saksama sebelum mengisi lembar kerja.
  • Gunakan sumber belajar yang tersedia (buku paket IPA kelas 7 atau pengamatan benda konkret di kelas) untuk mendukung analisismu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aktivitas 1: Menganalisis Ciri Makroskopis Wujud Materi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Penghapus/batu kecil
  • Gelas ukur berisi air 100 mL
  • Balon karet atau alat suntik plastik tanpa jarum (disposable syringe)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati 3 materi contoh di sekitarmu: sebuah batu/penghapus (padat), air dalam gelas ukur/botol (cair), dan udara di dalam balon tertutup/suntikan tanpa jarum (gas).
  2. Ujilah sifat bentuk dan volumenya dengan memindahkannya ke wadah berbeda (misal: mangkuk atau silinder ukur) serta menekannya dengan tangan.
  3. Lakukan analisis terhadap sifat fisik masing-masing materi dan masukkan hasil analisismu ke dalam tabel perbandingan wujud materi.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel analisis karakteristik wujud materi berikut berdasarkan bentuk (tetap/berubah mengikuti wadah), volume (tetap/berubah), dan kemudahan ditekan/kompresibilitas (sulit ditekan/mudah ditekan)!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan data tabel di atas, analisislah alasan mengapa air tergolong materi berwujud cair sedangkan udara tergolong gas ketika dimasukkan ke dalam wadah tertutup yang volumenya diperbesar!

Tabel 4 kolom dan 4 baris: Kolom 1: Wujud Materi (Zat Padat, Zat Cair, Zat Gas), Kolom 2: Sifat Bentuk, Kolom 3: Sifat Volume, Kolom 4: Sifat Kemudahan Ditekan (Kompresibilitas). Dilanjutkan 3 baris uraian bernomor untuk pertanyaan nomor 2.

Kegiatan 2: Aktivitas 2: Menganalisis Model Partikel Penyusun Wujud Materi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa IPA Kelas 7 Bab 2 (Zat dan Perubahannya) Gambar Model Partikel Zat

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pelajari diagram model mikroskopis partikel materi untuk zat padat, cair, dan gas yang disediakan pada LKPD.
  2. Analisis keterkaitan antara susunan partikel, gaya tarik antarpartikel, dan gerak partikel dengan klasifikasi wujudnya.
  3. Jawablah pertanyaan analisis berikut berdasarkan pemahaman hubungan mikroskopis dan makroskopis.

Pertanyaan:

1. Hubungkan wujud materi (Padat, Cair, Gas) dengan analisis kondisi partikelnya melalui pengisian tabel rumpang berikut: kerapatan/jarak antarpartikel (sangat rapat/renggang/sangat berjauhan), kekuatan gaya tarik-menarik antarpartikel (sangat kuat/cukup lemah/sangat lemah), dan pola pergerakan partikel (hanya bergetar di tempat/bergerak bebas namun terbatas/bergerak sangat bebas dan cepat)!

Ruang tabel jawaban

2. Analisislah penyebab mengapa zat padat memiliki bentuk yang tetap dan tidak dapat dimampatkan, sedangkan gas sangat mudah dimampatkan berdasarkan keadaan partikelnya!

Tabel 4 kolom dan 4 baris: Kolom 1: Wujud Materi (Padat, Cair, Gas), Kolom 2: Jarak dan Susunan Partikel, Kolom 3: Kekuatan Gaya Tarik Antarpartikel, Kolom 4: Gerak Partikel. Diikuti area bergaris 4 baris untuk jawaban nomor 2.

Kegiatan 3: Aktivitas 3: Menganalisis Kasus Klasifikasi Materi di Kehidupan Nyata

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus pada lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca secara cermat kasus fenomena materi dalam kehidupan sehari-hari pada teks singkat yang disediakan.
  2. Analisis kasus 1 (serbuk pasir halus di dalam botol) dan kasus 2 (asap knalpot yang keluar di udara bebas) berdasarkan kriteria klasifikasi wujud materi dan keadaan partikelnya.
  3. Kerjakan bersama kelompok, lalu persiapkan simpulan analisis untuk disampaikan pada refleksi penutup.

Pertanyaan:

1. Kasus 1: Pasir halus dapat dituangkan ke dalam botol dan tampak mengikuti bentuk wadah botol layaknya cairan. Analisislah apakah pasir tergolong materi padat atau cair! Berikan alasan ilmiah berdasarkan sifat butirannya!

2. Kasus 2: Perhatikan tiga materi berikut: (a) Sirup melon, (b) Oksigen dalam tabung selam, (c) Koin tembaga. Analisislah klasifikasi wujud ketiganya dan bandingkan kemampuannya mengalir dari satu tempat ke tempat lain!

Dua kotak uraian bergaris masing-masing 4-5 baris untuk menuliskan argumen analisis Kasus 1 dan Kasus 2.

REFLEKSI

1. Karakteristik wujud materi apa yang paling mudah dan paling sulit kamu analisis melalui pengamatan susunan partikelnya hari ini? Mengapa?

2. Bagaimana caramu membuktikan kepada temanmu bahwa udara di sekitarmu adalah materi yang berwujud gas meskipun tidak terlihat mata?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.