LKPDPertemuan 7Bab 1Fase DSemester 1

LKPD IPA Kelas 7: Pengukuran dalam Penyelidikan Sains: Suhu dan Volume

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 7 dengan topik "Pengukuran dalam Penyelidikan Sains: Suhu dan Volume". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 7: Pengukuran dalam Penyelidikan Sains: Suhu dan Volume

IPA - Kelas 7

Bab 1 - Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Pengukuran dalam Penyelidikan Sains: Suhu dan Volume

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikPengukuran dalam Penyelidikan Sains: Suhu dan Volume
Alokasi Waktu2 x 40 menit (80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat melakukan pengukuran besaran suhu dan volume menggunakan alat ukur yang tepat serta mencatat hasil pengukuran dengan satuan yang benar.
  2. Murid dapat mengolah data hasil pengukuran dalam bentuk tabel dan menjelaskan pola atau hubungan yang ditemukan dari data tersebut.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dengan saksama sebelum memulai kegiatan
  • Kerjakan kegiatan secara berkelompok (3-4 orang) kecuali dinyatakan lain
  • Gunakan alat dan bahan dengan hati-hati, terutama saat bekerja dengan air panas
  • Catat semua hasil pengukuran dengan teliti dan jangan lupa mencantumkan satuan
  • Diskusikan hasil pengamatanmu dengan teman sekelompok sebelum menulis kesimpulan
  • Tanyakan kepada guru jika ada hal yang kurang jelas

KEGIATAN

Kegiatan 1: Perkiraan vs Pengukuran: Berapa Suhunya?

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • 3 gelas bening (250 mL)
  • Termometer (skala 0-100°C)
  • Air es (± 100 mL)
  • Air keran (± 100 mL)
  • Air hangat (± 100 mL, suhu sekitar 50-60°C)
  • Lap atau tisu

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Siapkan 3 gelas berisi air dengan suhu berbeda (air es, air keran, air hangat)
  2. Sebelum menggunakan termometer, sentuh permukaan gelas masing-masing dengan punggung tangan (jangan langsung ke air panas!)
  3. Rasakan perbedaan suhunya dan buatlah perkiraan suhu dalam derajat Celsius
  4. Tuliskan perkiraanmu di kolom 'Perkiraan Suhu' pada tabel
  5. Sekarang ukur suhu sebenarnya menggunakan termometer: masukkan termometer ke dalam air tanpa menyentuh dasar gelas, tunggu 30 detik hingga stabil
  6. Catat hasil pengukuran di kolom yang sesuai. Ulangi pengukuran 3 kali untuk setiap jenis air
  7. Hitung rata-rata hasil pengukuran ketiga percobaan

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel pengukuran suhu berikut

Ruang tabel jawaban

2. Bandingkan perkiraan suhu dengan hasil pengukuran. Apakah perkiraanmu mendekati hasil pengukuran? Mengapa bisa berbeda?

3. Mengapa kita perlu melakukan pengukuran sebanyak 3 kali untuk setiap jenis air? Apa manfaatnya menghitung rata-rata?

Buatlah tabel dengan 6 kolom dan 4 baris (termasuk header). Untuk pertanyaan uraian, jawab dalam 3-5 kalimat lengkap

Kegiatan 2: Mengukur Volume dengan Gelas Ukur

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Gelas ukur 100 mL atau 250 mL
  • Air secukupnya
  • 5 benda padat tak beraturan (batu, kelereng, penghapus, baterai bekas, klip kertas, dll)
  • Lap atau tisu untuk membersihkan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Siapkan 5 benda padat dengan bentuk tidak beraturan (misalnya: batu kerikil, kelereng, penghapus, baterai bekas, klip kertas dalam jumlah banyak)
  2. Isi gelas ukur dengan air hingga volume tertentu (misalnya 50 mL). Baca volume air dengan mata sejajar permukaan air (baca bagian bawah meniskus). Catat sebagai 'Volume Awal'
  3. Masukkan salah satu benda ke dalam gelas ukur secara perlahan. Pastikan benda terendam seluruhnya
  4. Baca dan catat volume air setelah benda dimasukkan sebagai 'Volume Akhir'
  5. Hitung volume benda dengan cara: Volume Benda = Volume Akhir - Volume Awal
  6. Ulangi langkah yang sama untuk keempat benda lainnya
  7. Jika gelas ukur sudah terlalu penuh, keluarkan benda-benda sebelumnya dan mulai lagi dengan volume awal yang baru

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel pengukuran volume berikut

Ruang tabel jawaban

2. Urutkan kelima benda dari yang volumnya paling kecil hingga paling besar. Apakah benda dengan ukuran fisik lebih besar selalu memiliki volume lebih besar? Jelaskan

3. Bagaimana cara membaca skala pada gelas ukur dengan benar? Mengapa penting membaca dari posisi mata yang tepat?

4. Diskusikan: Mengapa kita menggunakan metode perpindahan air untuk mengukur volume benda tak beraturan? Apakah bisa menggunakan penggaris? Mengapa?

Buatlah tabel dengan 4 kolom dan 6 baris (termasuk header). Untuk pertanyaan uraian dan diskusi, jawab dalam 4-6 kalimat dengan penjelasan yang logis

Kegiatan 3: Menganalisis Pola: Suhu dan Volume Air

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Gelas ukur 100 mL (tahan panas)
  • Termometer (0-100°C)
  • Air 100 mL
  • Pemanas air atau kompor
  • Penjepit atau sarung tangan tahan panas
  • Pengaduk (sendok kayu/plastik tahan panas)
  • Kertas grafik atau kertas polos + penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Siapkan gelas ukur berisi 100 mL air pada suhu ruang
  2. Ukur dan catat suhu awal air menggunakan termometer
  3. Ukur dan catat volume awal air dengan membaca skala gelas ukur
  4. Panaskan air menggunakan pemanas air atau kompor (dengan pengawasan guru!) sambil mengaduk perlahan
  5. Setiap kenaikan suhu sekitar 10°C, angkat dari pemanas, ukur suhu dan volume air. Catat hasilnya
  6. Lakukan pengukuran hingga mendapat minimal 5 pasangan data (suhu dan volume)
  7. Hati-hati saat bekerja dengan air panas! Gunakan sarung tangan atau kain lap jika perlu

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel data suhu dan volume air berikut

Ruang tabel jawaban

2. Buatlah grafik dengan sumbu X = Suhu (°C) dan sumbu Y = Volume (mL). Hubungkan titik-titik data dengan garis

Ruang gambar

3. Berdasarkan data dan grafik, apa pola atau hubungan antara suhu dan volume air? Jelaskan dengan bahasamu sendiri

4. Bagaimana penemuanmu ini bisa menjelaskan fenomena sehari-hari? Misalnya, mengapa rel kereta api atau jembatan diberi celah?

5.

Refleksi kelompok

Apa tantangan yang kalian hadapi saat melakukan pengukuran dalam percobaan ini? Bagaimana cara mengatasinya?

Buatlah tabel dengan 2 kolom dan 6-7 baris (termasuk header). Untuk grafik, gunakan kertas grafik atau kertas polos dengan sumbu yang jelas dan berskala. Untuk pertanyaan uraian, jawab dalam 4-7 kalimat dengan contoh konkret

REFLEKSI

1. Apa perbedaan paling penting antara 'memperkirakan' dan 'mengukur' yang kamu pelajari hari ini? Mengapa dalam sains kita perlu melakukan pengukuran yang akurat?

2. Dari ketiga kegiatan hari ini, manakah yang paling menantang? Apa yang membuat kegiatan tersebut sulit, dan apa yang kamu pelajari dari kesulitan tersebut?

3. Sebutkan minimal 3 contoh kegiatan dalam kehidupan sehari-hari di mana kamu atau keluargamu melakukan pengukuran suhu atau volume. Mengapa pengukuran tersebut penting?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.