LKPDPertemuan 6Bab 1Fase DSemester 1

LKPD IPA Kelas 7: Pengukuran dalam Penyelidikan Sains: Panjang, Massa, dan Waktu

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 7 dengan topik "Pengukuran dalam Penyelidikan Sains: Panjang, Massa, dan Waktu". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 7: Pengukuran dalam Penyelidikan Sains: Panjang, Massa, dan Waktu

IPA - Kelas 7

Bab 1 - Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Pengukuran dalam Penyelidikan Sains: Panjang, Massa, dan Waktu

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikPengukuran dalam Penyelidikan Sains: Panjang, Massa, dan Waktu
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat melakukan pengukuran besaran panjang, massa, dan waktu menggunakan alat ukur yang tepat serta mencatat hasil pengukuran dengan satuan yang benar.
  2. Murid dapat menjelaskan potensi kekeliruan dalam pengukuran dan cara meminimalkannya untuk mendapatkan data yang akurat.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan teliti sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan setiap kegiatan secara berurutan — jangan melompati bagian mana pun.
  • Boleh berdiskusi dengan teman satu kelompok, tetapi setiap orang menulis jawabannya sendiri di LKPD masing-masing.
  • Jaga alat ukur dan bahan dengan hati-hati. Kembalikan ke tempat semula setelah digunakan.
  • Tulis satuannya setiap kali kamu menulis hasil pengukuran — angka tanpa satuan bukan data ilmiah!
  • Jika ada yang belum jelas, tanyakan kepada gurumu sebelum melanjutkan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Kenali Alatmu, Kuasai Pengukuranmu!

Estimasi: 15 menit

Alat & Bahan:

  • Penggaris/mistar 30 cm (1 buah per kelompok)
  • Neraca dua lengan atau neraca pegas (1 buah per kelompok)
  • Stopwatch digital atau jam tangan (1 buah per kelompok)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati tiga alat ukur yang tersedia di mejamu: penggaris/mistar, neraca dua lengan (atau neraca pegas), dan stopwatch (atau jam tangan).
  2. Pegang dan perhatikan setiap alat dengan seksama. Cari tahu: apa nama bagian-bagiannya, apa satuannya, dan berapa skala terkecil yang bisa dibacanya.
  3. Isi tabel pada bagian 'Ruang Jawaban' berdasarkan hasil pengamatanmu.
  4. Setelah mengisi tabel, jawab pertanyaan diskusi bersama kelompokmu.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel pengamatan alat ukur berikut: Nama Alat | Besaran yang Diukur | Satuan SI | Skala Terkecil | Cara Membaca Hasil

Ruang tabel jawaban

2. Menurutmu, mengapa setiap alat ukur memiliki satuan yang berbeda-beda? Jelaskan dengan bahasamu sendiri!

3. Diskusikan: Apa yang akan terjadi jika kita mengukur panjang meja menggunakan neraca? Apakah hasilnya akan bermakna? Mengapa?

Buat tabel 5 kolom dengan judul: 'Nama Alat', 'Besaran yang Diukur', 'Satuan SI', 'Skala Terkecil', dan 'Cara Membaca Hasil'. Isi 3 baris untuk ketiga alat ukur. Di bawah tabel, tulis jawaban uraian dan diskusi masing-masing minimal 2 kalimat.

Kegiatan 2: Saatnya Mengukur — Jadilah Ilmuwan Cilik!

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Penggaris/mistar 30 cm
  • Neraca dua lengan atau neraca pegas
  • Stopwatch
  • Pensil (1 buah per kelompok)
  • Penghapus (1 buah per kelompok)
  • Buku IPA (5 buah per kelompok)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Siapkan benda-benda yang akan diukur: pensil, penghapus, dan buku IPA-mu.
  2. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga ronde pengukuran: Ronde A (Panjang), Ronde B (Massa), Ronde C (Waktu).
  3. RONDE A — Panjang: Ukur panjang pensil menggunakan penggaris. Lakukan pengukuran sebanyak 3 kali oleh 3 orang anggota kelompok yang berbeda. Catat setiap hasil.
  4. RONDE B — Massa: Timbang massa penghapus menggunakan neraca. Lakukan sebanyak 3 kali (boleh oleh orang yang sama, tetapi turunkan dan pasang ulang benda di neraca setiap kali). Catat setiap hasil.
  5. RONDE C — Waktu: Ukur waktu yang dibutuhkan untuk menyusun 5 buku menjadi tumpukan rapi menggunakan stopwatch. Lakukan sebanyak 3 kali percobaan. Catat setiap hasil.
  6. Setelah semua data terkumpul, hitung nilai rata-ratanya untuk setiap besaran.
  7. Jawab semua pertanyaan di bawah ini berdasarkan data yang kamu peroleh.

Pertanyaan:

1. Catat hasil pengukuranmu dalam tabel data berikut: Besaran | Pengukuran ke-1 | Pengukuran ke-2 | Pengukuran ke-3 | Rata-rata | Satuan

Ruang tabel jawaban

2. Perhatikan ketiga hasil pengukuranmu di setiap ronde. Apakah ketiga hasil pengukuran itu selalu sama persis? Jika ada yang berbeda, menurutmu apa penyebabnya?

3. Mengapa kita menghitung rata-rata dari beberapa kali pengukuran, bukan langsung menggunakan hasil satu kali pengukuran saja?

4. Gambarlah sketsa cara yang BENAR dan cara yang SALAH dalam membaca skala penggaris (tampak dari samping/sudut pandang mata). Beri label pada kedua gambar!

Ruang gambar

Buat tabel data 6 kolom (Besaran | Pengukuran ke-1 | Pengukuran ke-2 | Pengukuran ke-3 | Rata-rata | Satuan) dengan 3 baris data. Di bawah tabel, sediakan ruang uraian untuk soal 2 dan 3 (masing-masing minimal 3 kalimat). Untuk soal 4, sediakan kotak gambar kosong berukuran sekitar 8×6 cm sebanyak 2 buah (beri judul 'Cara Benar' dan 'Cara Salah').

Kegiatan 3: Detektif Kekeliruan — Temukan, Analisis, Atasi!

Estimasi: 25 menit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca dengan cermat tiga skenario pengukuran di bawah ini. Setiap skenario menggambarkan situasi nyata yang mungkin kamu alami saat melakukan percobaan.
  2. Untuk setiap skenario, identifikasi: (a) jenis kekeliruan yang terjadi, (b) mengapa kekeliruan itu bisa muncul, dan (c) bagaimana cara mencegah atau meminimalkannya.
  3. Setelah menganalisis semua skenario, kerjakan bagian 'Rancanganku' untuk merancang strategi pengukuran yang baik.
  4. Diskusikan jawabanmu dengan kelompok sebelum menuliskannya.

Pertanyaan:

1. SKENARIO 1 — Budi mengukur panjang mejanya tiga kali dan mendapat hasil: 120 cm, 118 cm, dan 122 cm. Padahal mejanya tidak berubah ukuran. Analisis: (a) Apa jenis kekeliruan yang mungkin terjadi? (b) Mengapa hal ini bisa terjadi? (c) Bagaimana Budi seharusnya mengukur agar hasilnya lebih konsisten?

2. SKENARIO 2 — Siti menimbang massa batu menggunakan neraca dan selalu mendapat hasil 205 gram. Namun ketika guru mengecek dengan neraca lain yang lebih akurat, massa batu sebenarnya adalah 200 gram. Analisis: (a) Apa jenis kekeliruan yang terjadi? (b) Apa penyebab yang paling mungkin? (c) Bagaimana cara mendeteksi dan mengatasi kekeliruan ini?

3. SKENARIO 3 — Dalam mengukur waktu lari 50 meter, Andi menekan tombol stopwatch terlambat 0,5 detik saat pelari mulai berlari, dan menekan tombol berhenti terlambat 0,3 detik saat pelari melewati garis finish. Analisis: (a) Apakah hasil waktu yang dicatat Andi akan lebih besar atau lebih kecil dari waktu sebenarnya? Hitung selisihnya! (b) Disebut apakah jenis kekeliruan ini? (c) Bagaimana cara meminimalkannya?

4. RANCANGANKU — Bayangkan kamu diminta mengukur panjang lapangan basket sekolahmu seakurat mungkin. Tuliskan rancangan langkah pengukuranmu (minimal 5 langkah) yang mempertimbangkan cara meminimalkan kekeliruan!

Untuk soal 1, 2, dan 3: tulis jawaban dalam format bernomor (a), (b), (c) di bawah setiap skenario, masing-masing 2–4 kalimat. Untuk soal 4 (Rancanganku): tulis dalam format langkah bernomor (minimal 5 langkah), boleh ditambahkan catatan atau alasan di setiap langkah.

REFLEKSI

1. Dari ketiga kegiatan hari ini, pengukuran mana yang menurutmu paling sulit untuk dilakukan dengan akurat? Mengapa, dan apa yang akan kamu lakukan berbeda jika mengulangnya?

2. Coba pikirkan satu situasi dalam kehidupan sehari-harimu (di luar pelajaran IPA) di mana pengukuran yang tidak akurat bisa menimbulkan masalah nyata. Ceritakan situasinya dan jelaskan dampaknya!

3. Setelah belajar tentang kekeliruan pengukuran, apakah kamu menjadi lebih percaya atau justru lebih ragu pada data yang kamu baca di buku, berita, atau internet? Jelaskan pemikiranmu!

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.