LKPDPertemuan 3Bab 1Fase DSemester 1

LKPD IPA Kelas 7: Menerapkan Pengukuran Aspek Fisis Panjang dan Massa Menggunakan Alat Ukur Baku

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan IPA kelas 7 dengan topik "Menerapkan Pengukuran Aspek Fisis Panjang dan Massa Menggunakan Alat Ukur Baku".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 7: Menerapkan Pengukuran Aspek Fisis Panjang dan Massa Menggunakan Alat Ukur Baku

IPA - Kelas 7

Bab 1 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Menerapkan Pengukuran Aspek Fisis Panjang dan Massa Menggunakan Alat Ukur Baku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMenerapkan Pengukuran Aspek Fisis Panjang dan Massa Menggunakan Alat Ukur Baku
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menerapkan pengukuran terhadap aspek fisis dalam kehidupan sehari-hari menggunakan alat bantu pengukuran

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk aktivitas secara cermat bersama kelompokmu.
  • Gunakan alat bantu pengukuran baku (penggaris dan neraca) dengan hati-hati dan teliti.
  • Catat setiap hasil pengukuran secara jujur disertai nilai angka dan satuan baku yang tepat.
  • Diskusikan hasil pengukuranmu dalam kelompok sebelum menyimpulkan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aktivitas 1: Menerapkan Pengukuran Aspek Fisis Panjang

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Penggaris 30 cm
  • Buku tulis IPA
  • Kotak pensil
  • Meja belajar

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Siapkan penggaris berskala sentimeter/milimeter dan 3 benda di sekitarmu: buku tulis IPA, kotak pensil, dan permukaan meja belajar.
  2. Posisikan ujung benda tepat berimpit pada garis angka nol (0) pada skala penggaris.
  3. Arahkan pandangan matamu tegak lurus pada skala untuk menghindari kesalahan paralaks.
  4. Lakukan pengukuran panjang tiap benda sebanyak 1 kali olehmu dan 1 kali oleh rekan kelompokmu, lalu catat hasilnya dalam satuan sentimeter (cm).

Pertanyaan:

1. Isilah tabel pengukuran panjang berikut berdasarkan hasil pengukuran langsung terhadap 3 benda yang ditentukan!

Ruang tabel jawaban

2. Bagaimana posisi mata yang benar saat membaca skala pada penggaris, dan apa akibatnya jika posisi mata miring dari kiri atau kanan saat pengukuran dilakukan?

Format jawaban: 1) Tabel 4 kolom: Kolom 1 (Nama Benda), Kolom 2 (Pengukuran 1 dlm cm), Kolom 3 (Pengukuran 2 dlm cm), Kolom 4 (Rata-rata dlm cm). 2) Kotak teks 3 baris untuk uraian posisi mata.

Kegiatan 2: Aktivitas 2: Menerapkan Pengukuran Aspek Fisis Massa

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Neraca Ohaus atau neraca digital
  • Penghapus karet
  • Botol minum
  • Batu kerikil / beban logam

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Siapkan alat ukur massa baku (neraca Ohaus / neraca digital) dan 3 benda yang akan diukur: sebuah penghapus karet, sebuah botol minum berisi air setengah, dan sebuah batu kerikil/logam pemberat.
  2. Pastikan neraca dalam posisi seimbang di titik nol (kalibrasi/tare) sebelum meletakkan benda di atas piringan neraca.
  3. Letakkan benda satu per satu di atas piringan neraca, lalu baca nilai massa yang ditunjukkan lengan anting atau layar digital.
  4. Catat hasil pengukuran massa masing-masing benda beserta satuan baku gram (g).

Pertanyaan:

1. Isilah tabel pengukuran massa berikut berdasarkan hasil pembacaan neraca pada ketiga benda!

Ruang tabel jawaban

2. Mengapa neraca harus dipastikan menunjuk angka nol sebelum benda diletakkan di atas piringan ukur saat menerapkan pengukuran massa?

Format jawaban: 1) Tabel 3 kolom: Kolom 1 (Nama Benda), Kolom 2 (Hasil Pengukuran Massa dlm g), Kolom 3 (Keterangan Kondisi Benda). 2) Kotak teks 3 baris untuk penjelasan kalibrasi nol.

Kegiatan 3: Aktivitas 3: Penerapan Pengukuran Baku dalam Pemecahan Masalah Sehari-hari

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • 1 buah kotak paket tiruan (berisi buku/alat tulis)
  • Penggaris 30 cm
  • Neraca Ohaus / neraca digital

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati studi kasus penerapan pengukuran berikut: Seorang murid ingin mengirimkan paket buku ke luar kota. Jasa ekspedisi menetapkan aturan: 'Paket kategori reguler memiliki panjang maksimal 30 cm dan massa maksimal 500 gram.' Murid tersebut memiliki sebuah paket kotak berisi buku dan alat tulis.
  2. Lakukan pengukuran langsung terhadap kotak paket tiruan yang disediakan di meja menggunakan penggaris dan neraca.
  3. Tentukan apakah paket tersebut memenuhi syarat reguler berdasarkan data pengukuranmu.

Pertanyaan:

1. Tuliskan hasil pengukuran aspek fisis kotak paket tersebut pada tabel: berapa nilai panjangnya (menggunakan penggaris) dan berapa nilai massanya (menggunakan neraca)?

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan hasil pengukuranmu terhadap panjang dan massa kotak tersebut, terapkan aturan ekspedisi di atas: apakah paket tersebut dapat dikirimkan dengan kategori reguler? Jelaskan alasanmu berdasarkan bukti data hasil pengukuran!

Format jawaban: 1) Tabel 3 kolom: Aspek Fisis, Alat Bantu Pengukuran yang Digunakan, Hasil Pengukuran (Nilai & Satuan). 2) Kolom kesimpulan/diskusi 4 baris yang memuat keputusan (Ya/Tidak) disertai perbandingan data ukur dengan batas syarat.

REFLEKSI

1. Pengalaman nyata apa yang kamu rasakan mengenai perbedaan hasil saat mengukur menggunakan alat ukur baku (penggaris/neraca) dibandingkan hanya memperkirakan dengan perasaan atau jengkal tangan?

2. Langkah kehati-hatian apa yang paling penting kamu terapkan saat membaca skala alat ukur agar hasil pengukuranmu tidak keliru?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.