LKPDPertemuan 11Bab 6Fase ESemester 2

LKPD IPA Kelas 10: Keseimbangan Ekosistem: Dampak Perubahan Komponen terhadap Keseimbangan Ekosistem

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 10 dengan topik "Keseimbangan Ekosistem: Dampak Perubahan Komponen terhadap Keseimbangan Ekosistem". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 10: Keseimbangan Ekosistem: Dampak Perubahan Komponen terhadap Keseimbangan Ekosistem

IPA - Kelas 10

Bab 6 - Pertemuan 11

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA β€” Kelas 10 (Fase E)

Topik: Keseimbangan Ekosistem: Dampak Perubahan Komponen terhadap Keseimbangan Ekosistem

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikKeseimbangan Ekosistem: Dampak Perubahan Komponen terhadap Keseimbangan Ekosistem
Alokasi Waktu75 menit
Tipe Aktivitascampuran (analisis kasus, simulasi rantai makanan, evaluasi penyelidikan)
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis pengaruh menurun atau menghilangnya satu komponen ekosistem terhadap keseimbangan ekosistem secara keseluruhan.
  2. Murid dapat mengevaluasi kesimpulan dari suatu studi kasus gangguan ekosistem dengan mengidentifikasi sumber ketidakpastian dan menyarankan cara meningkatkan kualitas data penyelidikan.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap instruksi kegiatan dengan seksama sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan secara individu terlebih dahulu, lalu diskusikan dengan kelompokmu sesuai instruksi.
  • Tulis nama, kelas, dan tanggal di bagian atas LKPD.
  • Gunakan pengetahuan ekosistem yang sudah kamu pelajari β€” tidak ada jawaban yang sepenuhnya 'salah' selama kamu menunjukkan alasan yang logis.
  • Manfaatkan waktu refleksi di akhir untuk menghubungkan apa yang kamu pelajari dengan kehidupan nyata di sekitarmu.
  • Jika ada istilah yang belum kamu pahami, tandai dan diskusikan dengan teman atau gurumu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: πŸ”— Simulasi Domino Ekosistem: Apa yang Terjadi Jika Satu Hilang?

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini
  • Alat tulis
  • Opsional: pensil warna untuk menandai arah pengaruh pada diagram rantai makanan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan diagram rantai makanan danau berikut: Fitoplankton β†’ Zooplankton β†’ Ikan Kecil β†’ Ikan Besar β†’ Elang Ikan. Komponen abiotik pendukung: cahaya matahari, air, dan mineral terlarut.
  2. Bayangkan kamu adalah seorang ekolog yang mengamati danau tersebut. Tiba-tiba, polusi industri menyebabkan populasi fitoplankton turun drastis hingga 80%.
  3. Gunakan tabel pada bagian 'Ruang Jawaban' untuk menelusuri efek domino yang terjadi di setiap tingkat trofik.
  4. Setelah mengisi tabel, jawab pertanyaan analisis yang tersedia.
  5. Diskusikan hasil analisismu dengan satu teman sebangku selama 3 menit, lalu catat jika ada perbedaan pendapat.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel efek domino berikut berdasarkan skenario penurunan fitoplankton 80%. Untuk setiap komponen, tuliskan: (a) prediksi perubahan populasi (naik/turun/tidak berubah), (b) alasan singkat, dan (c) tingkat kepastian prediksimu (Tinggi/Sedang/Rendah).

Ruang tabel jawaban

2. Selain komponen biotik dalam rantai makanan, komponen abiotik apa saja yang juga berpotensi ikut terganggu akibat penurunan fitoplankton? Jelaskan mekanismenya minimal untuk dua komponen abiotik.

3. Menurut analisismu, tingkat trofik mana yang paling rentan terhadap gangguan ini dan mengapa? Apakah ada komponen ekosistem yang justru DIUNTUNGKAN dari kondisi ini? Jelaskan.

4. Diskusi kelompok: Apakah menurutmu ekosistem danau ini akan hancur total, atau ada kemungkinan pulih sendiri (self-recovery)? Faktor apa yang menentukan kemampuan pemulihan tersebut?

Tabel 4 baris Γ— 4 kolom: Kolom β€” (1) Komponen Ekosistem, (2) Prediksi Perubahan Populasi, (3) Alasan, (4) Tingkat Kepastian. Baris β€” Zooplankton, Ikan Kecil, Ikan Besar, Elang Ikan. Di bawah tabel, sediakan ruang uraian bebas untuk pertanyaan 2, 3, dan 4.

Kegiatan 2: πŸ—ΊοΈ Peta Dampak: Merancang Skenario Gangguan Ekosistemmu Sendiri

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini
  • Pensil warna atau spidol (merah dan biru minimal)
  • Penggaris (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pada kegiatan ini, kamu akan memilih SATU skenario gangguan ekosistem dari daftar yang tersedia, lalu memetakan dampaknya secara mandiri.
  2. Pilih satu skenario: (A) Perburuan liar menyebabkan populasi harimau Sumatera hampir punah di ekosistem hutan tropis. (B) Penggunaan pestisida berlebihan memusnahkan lebah penyerbuk di ekosistem kebun buah. (C) Alih fungsi lahan menyebabkan pohon bakau di ekosistem mangrove berkurang 70%.
  3. Tuliskan skenario yang kamu pilih, lalu identifikasi komponen-komponen ekosistem yang terlibat.
  4. Buat diagram peta dampak berbentuk 'gelombang efek' (seperti lingkaran yang melebar dari titik pusat): tuliskan komponen yang hilang/berkurang di tengah, lalu gambarkan dampak lapis pertama, lapis kedua, dan lapis ketiga di lingkaran berikutnya.
  5. Gunakan tanda panah dan warna berbeda untuk efek langsung (merah) dan efek tidak langsung (biru).
  6. Setelah diagram selesai, presentasikan secara singkat kepada kelompok (maks. 2 menit per orang).

Pertanyaan:

1. Skenario yang kamu pilih: _____. Sebutkan minimal 5 komponen ekosistem (biotik maupun abiotik) yang terdampak langsung maupun tidak langsung, beserta jenis dampaknya.

Ruang tabel jawaban

2. Gambarkan diagram peta dampak 'gelombang efek' di ruang yang tersedia. Pastikan ada: komponen hilang/berkurang di pusat, minimal 3 dampak lapis pertama, dan minimal 2 dampak lapis kedua. Beri label setiap panah dengan jenis interaksi yang terganggu (misalnya: predasi, kompetisi, simbiosis, siklus nutrien).

Ruang gambar

3. Dari diagram yang kamu buat, identifikasi satu 'titik kritis' (komponen yang jika hilang akan menyebabkan kerusakan paling masif). Jelaskan mengapa komponen tersebut menjadi titik kritis dan apa istilah ekologinya.

4. Bandingkan skenario yang kamu pilih dengan skenario teman sekelompokmu. Apa kesamaan pola dampak yang kalian temukan, meskipun ekosistem dan komponen yang hilang berbeda?

Tabel 2 kolom untuk pertanyaan 1: Komponen Terdampak | Jenis dan Deskripsi Dampak (minimal 5 baris). Ruang gambar besar (minimal 12Γ—12 cm) untuk diagram gelombang efek pada pertanyaan 2. Ruang uraian bebas untuk pertanyaan 3 dan 4.

Kegiatan 3: πŸ”¬ Juri Ilmuwan: Mengevaluasi Studi Kasus Penyelidikan Ekosistem

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca studi kasus berikut dengan seksama β€” bayangkan kamu adalah seorang reviewer jurnal ilmiah yang bertugas mengevaluasi kualitas penyelidikan ini.
  2. --- STUDI KASUS --- Seorang peneliti ingin mengetahui pengaruh hilangnya ketam (kepiting) terhadap populasi siput di kawasan pinggir danau. Selama 2 minggu, dia mengamati 1 plot (10Γ—10 m) yang ada ketamnya dan 1 plot lain yang tidak ada ketamnya. Dia mencatat jumlah siput setiap hari Senin pagi. Di akhir penelitian, dia menyimpulkan: 'Ketam terbukti mengendalikan populasi siput. Tanpa ketam, ekosistem danau akan runtuh dalam 1 tahun.' ---
  3. Jawab pertanyaan evaluasi satu per satu.
  4. Pada pertanyaan terakhir, kamu akan membuat rekomendasi perbaikan desain penyelidikan yang lebih baik.
  5. Kegiatan ini dikerjakan secara individual terlebih dahulu, kemudian didiskusikan dalam kelompok untuk membandingkan evaluasi masing-masing.

Pertanyaan:

1. Identifikasi minimal 4 kelemahan metodologi dalam penyelidikan tersebut. Gunakan tabel dengan kolom: (a) Aspek Penyelidikan, (b) Kelemahan yang Ditemukan, dan (c) Mengapa Ini Menjadi Masalah (dampak terhadap validitas data).

Ruang tabel jawaban

2. Kesimpulan peneliti menyatakan 'ekosistem danau akan runtuh dalam 1 tahun'. Identifikasi sumber-sumber ketidakpastian yang membuat kesimpulan ini tidak dapat diterima. Sebutkan minimal 3 sumber ketidakpastian yang berbeda.

3. Sebagai reviewer, tuliskan rekomendasi perbaikan desain penyelidikan yang lebih kuat. Buatlah dalam format 'Protokol Penyelidikan yang Disarankan' dengan menyertakan: pertanyaan penyelidikan yang lebih tepat, variabel yang perlu dikontrol, ukuran sampel yang lebih memadai, durasi yang direkomendasikan, frekuensi pengamatan, dan cara analisis data yang lebih baik.

4. Menurutmu, mengapa penting bagi seorang ilmuwan untuk mengakui keterbatasan dan sumber ketidakpastian dalam penelitiannya, alih-alih menyembunyikannya? Kaitkan jawabanmu dengan contoh nyata dari isu lingkungan atau ekosistem yang pernah kamu dengar.

Tabel 3 kolom untuk pertanyaan 1: Aspek Penyelidikan | Kelemahan | Dampak terhadap Validitas (minimal 4 baris). Ruang uraian bertahap untuk pertanyaan 2 (bisa diberi sub-nomor). Ruang 'Protokol Penyelidikan yang Disarankan' berformat terstruktur dengan sub-judul untuk pertanyaan 3. Ruang uraian bebas untuk pertanyaan 4.

REFLEKSI

1. Bayangkan ekosistem di sekitar tempat tinggalmu β€” apakah kamu melihat tanda-tanda gangguan keseimbangan ekosistem? Komponen apa yang mungkin sedang berkurang, dan apa yang bisa kamu lakukan sebagai individu?

2. Kegiatan hari ini melatihmu untuk berpikir seperti seorang ekolog dan reviewer ilmiah. Bagian mana yang paling menantang: menganalisis efek domino ekosistem, atau mengevaluasi kelemahan sebuah penyelidikan? Mengapa?

3. Setelah belajar tentang keseimbangan ekosistem, apakah cara pandangmu terhadap berita lingkungan hidup (seperti kebakaran hutan, kepunahan spesies, atau pencemaran sungai) berubah? Jelaskan perubahan perspektifmu.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.