LKPDPertemuan 7Bab 1Fase ESemester 1

LKPD IPA Kelas 10: Aturan Angka Penting dalam Pengolahan Data Pengukuran

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 10 dengan topik "Aturan Angka Penting dalam Pengolahan Data Pengukuran". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 10: Aturan Angka Penting dalam Pengolahan Data Pengukuran

IPA - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Aturan Angka Penting dalam Pengolahan Data Pengukuran

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikAturan Angka Penting dalam Pengolahan Data Pengukuran
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menentukan jumlah angka penting dari hasil pengukuran berdasarkan aturan angka penting yang berlaku.
  2. Murid dapat menerapkan aturan penjumlahan dan pengurangan angka penting dalam pengolahan data hasil pengukuran.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan cermat sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan kegiatan secara berurutan — pemahaman di Kegiatan 1 akan kamu butuhkan di Kegiatan 2 dan 3.
  • Boleh berdiskusi dengan teman sebangku, tetapi setiap murid wajib menuliskan jawaban sendiri di lembar ini.
  • Jika menemukan istilah atau langkah yang membingungkan, tandai dengan tanda '?' dan tanyakan kepada gurumu.
  • Gunakan pensil agar mudah diperbaiki; tulis angka dengan rapi agar tidak salah baca.
  • Ingat: dalam sains, cara menuliskan hasil pengukuran sama pentingnya dengan hasil pengukuran itu sendiri.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Angka Penting — Siapa yang Penting, Siapa yang Tidak?

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini
  • Pensil dan penggaris
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan tabel 'Data Pengukuran dari Berbagai Alat Ukur' di bawah ini.
  2. Untuk setiap hasil pengukuran, identifikasi angka mana yang PASTI dan angka mana yang TAKSIRAN (angka ragu-ragu terakhir).
  3. Gunakan aturan angka penting yang sudah kamu pelajari: (a) semua angka bukan nol adalah angka penting; (b) nol di antara angka bukan nol adalah angka penting; (c) nol di akhir angka desimal adalah angka penting; (d) nol di depan angka desimal bukan angka penting; (e) nol di akhir bilangan bulat tanpa tanda desimal nilainya ambigu.
  4. Isi kolom 'Jumlah Angka Penting' dan 'Alasan Singkat' pada tabel.
  5. Setelah mengisi tabel, diskusikan pertanyaan analisis bersama teman sebangkumu.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut berdasarkan aturan angka penting.

No | Hasil Pengukuran | Alat Ukur | Jumlah Angka Penting | Angka Taksiran (garis bawah) | Alasan Singkat
1 | 4,23 cm | Jangka sorong | ... | ... | ...
2 | 0,0450 kg | Neraca digital | ... | ... | ...
3 | 1200 m | Odometer | ... | ... | ...
4 | 1200,0 m | GPS presisi | ... | ... | ...
5 | 30,00 mL | Gelas ukur presisi | ... | ... | ...
6 | 0,007 s | Stopwatch | ... | ... | ...

Ruang tabel jawaban

2. Mengapa hasil pengukuran '1200 m' dan '1200,0 m' memiliki jumlah angka penting yang berbeda, padahal nilainya sama secara matematis? Apa implikasi perbedaan ini bagi seseorang yang membaca laporan hasil pengukuran?

3. Jika kamu mengukur tebal sebuah koin dengan mikrometer sekrup dan mendapatkan hasil 2,350 mm, berapa angka pentingnya? Angka mana yang merupakan angka taksiran? Mengapa angka nol di akhir tetap dituliskan meskipun nilainya nol?

Isi langsung pada kolom tabel yang tersedia (6 baris × 6 kolom). Untuk pertanyaan uraian nomor 2 dan 3, tulis jawaban dalam bentuk paragraf singkat (3–5 kalimat) di kotak yang disediakan di bawah tabel.

Kegiatan 2: Misi Pengolahan Data — Penjumlahan dan Pengurangan yang Jujur

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini
  • Kalkulator (boleh digunakan untuk hitung awal, tapi aturan pembulatan tetap diterapkan manual)
  • Pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pada kegiatan ini kamu akan berlatih menerapkan aturan angka penting khusus untuk operasi PENJUMLAHAN dan PENGURANGAN.
  2. Ingat aturan utama: hasil penjumlahan atau pengurangan hanya boleh memiliki angka desimal sebanyak komponen yang paling SEDIKIT angka di belakang koma.
  3. Untuk setiap soal, kerjakan dalam tiga langkah: (1) tulis operasi hitung secara bersusun, (2) garis bawahi angka taksiran di setiap bilangan, (3) bulatkan hasil sesuai aturan.
  4. Perhatikan contoh yang sudah dikerjakan sebelum mengerjakan soal mandiri.
  5. Setelah selesai, bandingkan jawabanmu dengan teman sebangku dan diskusikan jika ada perbedaan.

Pertanyaan:

1. CONTOH TERPANDU (sudah dikerjakan — pelajari caranya):
Sebuah batang besi diukur dengan jangka sorong: 8,235 cm. Kemudian disambung dengan batang lain yang diukur dengan penggaris: 4,5 cm. Berapa panjang total batang besi?

Langkah 1 — Tulis bersusun:
8,235 cm (angka taksiran: 5)
+ 4,5̲ cm (angka taksiran: 5 pada posisi persepuluhan)
-----------
12,735 cm

Langkah 2 — Tentukan posisi angka taksiran paling kiri:
Komponen dengan desimal paling sedikit adalah 4,5 (1 desimal) → hasil hanya boleh 1 desimal.

Langkah 3 — Bulatkan:
12,735 cm → 12,7̲ cm

Jawaban akhir: 12,7 cm

Sekarang, kerjakan soal berikut dengan cara yang SAMA:

  1. Panjang meja diukur dengan mistar: 150,5 cm. Panjang buku yang diletakkan di atasnya diukur dengan penggaris kecil: 21,25 cm. Berapakah jarak antara ujung meja dan ujung buku?
    1. Seorang siswa mengukur tinggi badan: 165,3 cm (meteran kain) dan tinggi teman sekelasnya: 162,75 cm (stadiometer digital). Berapakah selisih tinggi badan keduanya?
    2. Volume air dalam gelas ukur: 125,0 mL. Setelah batu kecil dimasukkan, volume menjadi 137,50 mL. Berapakah volume batu tersebut?

2. Sebuah proyek kelas mengukur panjang tiga potongan tali untuk membuat bingkai foto:

  • Tali 1 (pita ukur kasar): 45 cm
  • Tali 2 (penggaris plastik): 32,5 cm
  • Tali 3 (jangka sorong): 28,35 cm

Hitunglah total panjang ketiga tali menggunakan aturan angka penting. Tunjukkan seluruh langkah pengerjaanmu.

3. Tantangan Analisis: Seorang teknisi mencatat tiga pengukuran tebal plat logam dari titik berbeda menggunakan alat yang berbeda: 5,2 mm (jangka sorong kasar), 5,18 mm (mikrometer), dan 5,205 mm (mikrometer presisi tinggi). Ia menjumlahkan ketiganya untuk mencari total tebal jika plat-plat ditumpuk. Menurutmu, apa masalah yang akan muncul dari penggabungan data ini? Berikan jawaban hitungannya dan komentari hasilnya.

Untuk setiap soal, tulis penyelesaian dalam format 3 langkah: (1) tulis operasi bersusun, (2) garis bawahi angka taksiran, (3) tuliskan hasil akhir yang sudah dibulatkan dengan satuan. Gunakan kotak kerja yang tersedia untuk masing-masing soal.

Kegiatan 3: Investigasi Mini — Angka Penting dalam Data Nyata Kelasmu

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Penggaris (30 cm atau 1 meter)
  • Jangka sorong (jika tersedia)
  • Benda-benda di sekitar kelas (buku, meja, kotak pensil)
  • Lembar LKPD ini
  • Pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pada kegiatan ini kamu akan mengumpulkan data pengukuran nyata dari benda-benda di sekitarmu, lalu mengolahnya menggunakan aturan angka penting.
  2. Langkah 1: Ukur panjang dan lebar meja atau buku tugasmu menggunakan dua alat ukur berbeda yang tersedia (misalnya penggaris dan jangka sorong, atau dua penggaris berbeda).
  3. Langkah 2: Catat semua hasil pengukuran lengkap dengan satuannya di tabel data.
  4. Langkah 3: Hitung selisih panjang antara dua benda yang kamu ukur menggunakan aturan angka penting.
  5. Langkah 4: Tuliskan laporan mini hasil investigasimu sesuai format yang diberikan.
  6. Langkah 5: Presentasikan temuan kelompokmu secara lisan dalam 2 menit kepada kelas (jika waktu memungkinkan).

Pertanyaan:

1. Catat hasil pengukuranmu pada tabel berikut:

No | Nama Benda | Alat Ukur | Besaran Diukur | Hasil Pengukuran | Jumlah AP
1 | ... | ... | Panjang | ... | ...
2 | ... | ... | Lebar | ... | ...
3 | ... | ... | Panjang | ... | ...
4 | ... | ... | Lebar | ... | ...

Ruang tabel jawaban

2. Dari data yang kamu kumpulkan, hitunglah:

  1. Jumlah (penjumlahan) panjang benda pertama dan benda ketiga.
    1. Selisih (pengurangan) lebar benda pertama dan benda keempat.

Tunjukkan langkah pengerjaanmu menggunakan aturan angka penting.

3. Laporan Mini — Tuliskan dalam 4–6 kalimat:
(a) Alat ukur apa yang kamu gunakan dan berapa ketelitiannya?
(b) Mengapa hasil pengolahan datamu mungkin berbeda dari teman sekelasmu meskipun mengukur benda yang sama?
(c) Apa yang terjadi jika seseorang mengabaikan aturan angka penting dan menuliskan semua digit dari kalkulator begitu saja dalam laporan ilmiah?

4. Diskusi Kelas: Bayangkan kamu adalah insinyur yang merancang jembatan. Kamu menerima data panjang baja dari tiga pemasok berbeda: 12,5 m; 8,75 m; dan 6,250 m. Hitunglah total panjang baja yang dibutuhkan menggunakan aturan angka penting. Apakah menurut kelompokmu aturan ini penting diterapkan dalam dunia rekayasa/teknik? Mengapa?

Tabel data (4 baris × 6 kolom) untuk pencatatan pengukuran. Kotak kerja bertanda 'Perhitungan' untuk nomor 2. Kotak bertanda 'Laporan Mini' dengan garis tulis untuk nomor 3 (minimal 4 baris). Kotak bertanda 'Diskusi Kelompok' untuk nomor 4.

REFLEKSI

1. Sebelum pelajaran ini, bagaimana kamu biasanya menuliskan hasil pengukuran? Adakah yang berubah dari cara pandangmu setelah memahami aturan angka penting?

2. Menurutmu, di bidang karier atau kehidupan nyata apa saja aturan angka penting ini sangat krusial? Berikan satu contoh konkret dan jelaskan akibatnya jika aturan ini diabaikan.

3. Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling menantang bagimu? Langkah apa yang akan kamu lakukan untuk memperkuat pemahamanmu di bagian tersebut?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.