LKPD IPA Kelas 10: Komponen dan Cara Penggunaan Jangka Sorong
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 10 dengan topik "Komponen dan Cara Penggunaan Jangka Sorong". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD IPA Kelas 10: Komponen dan Cara Penggunaan Jangka Sorong
IPA - Kelas 10
Bab 1 - Pertemuan 4
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) IPA — Kelas 10 (Fase E) Topik: Komponen dan Cara Penggunaan Jangka Sorong INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Mengenal Anatomi Jangka Sorong: Peta KomponenEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel berikut berdasarkan pengamatan langsung terhadap jangka sorong di mejamu. Ruang tabel jawaban 2. Berapa jumlah pembagian skala nonius pada jangka sorongmu? Hitunglah nilai skala terkecil (NST) jangka sorong tersebut menggunakan rumus: NST = skala terkecil skala utama ÷ jumlah pembagian skala nonius. Tunjukkan perhitunganmu. 3. Mengapa jangka sorong memiliki dua pasang rahang (atas dan bawah)? Jelaskan situasi pengukuran nyata yang memerlukan masing-masing rahang tersebut. Tabel 4 kolom: No, Nama Komponen, Letak/Posisi, Fungsi. Sediakan minimal 8 baris. Ruang uraian untuk soal 2 dan 3 masing-masing 5-7 baris. Kegiatan 2: Praktik Pengukuran: Tantangan AkurasiEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Isikan hasil pengukuranmu pada tabel berikut (3 kali pengukuran per benda). Cantumkan pembacaan skala utama, skala nonius, dan hasil akhir dalam satuan cm. Ruang tabel jawaban 2. Tuliskan langkah-langkah yang kamu lakukan untuk membaca skala nonius. Sertakan sketsa sederhana posisi skala utama dan nonius dari salah satu pengukuranmu. Ruang gambar 3. Apakah hasil pengukuran ketiga percobaan untuk setiap benda selalu sama persis? Jelaskan faktor apa saja yang dapat menyebabkan perbedaan hasil pengukuran. Tabel pengukuran 6 kolom: Benda, Pengukuran ke-, Skala Utama (cm), Skala Nonius, Hasil Akhir (cm), Rata-rata. Sediakan 9 baris (3 benda × 3 ulangan) plus baris rata-rata. Ruang sketsa 5×5 cm untuk gambar skala. Ruang uraian 5 baris untuk soal 3. Kegiatan 3: Refleksi dan Aplikasi: Jangka Sorong di Dunia NyataEstimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Seorang teknisi bengkel harus memeriksa apakah diameter piston masih sesuai spesifikasi pabrik (toleransi ± 0,05 mm). Mengapa ia menggunakan jangka sorong dan bukan penggaris biasa? Hubungkan jawabanmu dengan konsep NST. 2. Buatlah prosedur operasi standar (SOP) singkat 5 langkah untuk mengukur diameter dalam sebuah cincin menggunakan jangka sorong. Pastikan mencantumkan cara menghindari kesalahan pengukuran. 3. Jika temanmu mendapatkan hasil pengukuran tebal koin 0,175 cm menggunakan jangka sorong dengan NST 0,05 mm, apakah hasil tersebut masuk akal? Jelaskan alasanmu dengan mengaitkan jumlah angka desimal dan NST alat. Ruang uraian masing-masing 6-8 baris per soal. Untuk soal 2, boleh disajikan dalam format bernomor. REFLEKSI1. Apa hal baru paling penting yang kamu pelajari hari ini tentang jangka sorong, dan bagaimana kamu bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari? 2. Kesulitan apa yang kamu alami saat melakukan pengukuran, dan strategi apa yang kamu gunakan untuk mengatasinya? 3. Jika kamu harus menjelaskan cara menggunakan jangka sorong kepada adik kelasmu yang belum pernah melihat alat ini, langkah pertama apa yang akan kamu sampaikan dan mengapa? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.