LKPDPertemuan 12Bab 1Fase ESemester 1

LKPD IPA Kelas 10: Pelaksanaan Percobaan dan Pengolahan Data Massa Jenis Benda Tak Beraturan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 10 dengan topik "Pelaksanaan Percobaan dan Pengolahan Data Massa Jenis Benda Tak Beraturan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD IPA Kelas 10: Pelaksanaan Percobaan dan Pengolahan Data Massa Jenis Benda Tak Beraturan

IPA - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 12

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

IPA — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Pelaksanaan Percobaan dan Pengolahan Data Massa Jenis Benda Tak Beraturan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPelaksanaan Percobaan dan Pengolahan Data Massa Jenis Benda Tak Beraturan
Alokasi Waktu90 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat melakukan pengukuran massa dan volume benda tak beraturan menggunakan alat ukur yang tepat sesuai rencana percobaan.
  2. Murid dapat mengolah data hasil pengukuran massa dan volume dalam tabel, menghitung nilai massa jenis beserta ketidakpastiannya dengan menerapkan aturan angka penting.

PETUNJUK UMUM

  • Kerjakan LKPD ini secara berkelompok (3-4 orang). Pastikan setiap anggota mendapat giliran melakukan pengukuran.
  • Siapkan alat dan bahan sebelum memulai percobaan. Periksa kondisi alat ukur dan pastikan neraca dalam keadaan setimbang serta gelas ukur bersih dan kering.
  • Catat semua data pengukuran langsung di tabel yang tersedia. Jangan mengandalkan ingatan.
  • Gunakan aturan angka penting yang telah kalian pelajari pada setiap perhitungan.
  • Diskusikan setiap pertanyaan bersama kelompok sebelum menuliskan jawaban akhir.
  • Jaga keselamatan kerja: hati-hati dengan benda tajam dan air di sekitar peralatan listrik.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Persiapan dan Pengukuran Massa Benda Tak Beraturan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Neraca digital atau triple beam balance (ketelitian 0,01 g)
  • 3 benda tak beraturan (batu, kelereng logam, kunci besi atau benda lain)
  • Label stiker dan spidol untuk menandai benda

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ambil 3 benda tak beraturan yang telah disediakan (misalnya batu kerikil, kelereng logam, dan kunci besi). Beri label A, B, dan C.
  2. Periksa neraca digital/triple beam balance: pastikan menunjukkan angka nol sebelum digunakan. Jika belum nol, lakukan kalibrasi.
  3. Ukur massa masing-masing benda sebanyak 3 kali pengukuran berulang. Catat hasil di Tabel 1.
  4. Perhatikan ketelitian alat ukur yang kalian gunakan dan tuliskan nilai ketidakpastian alat (±) di bawah tabel.

Pertanyaan:

1. Lengkapi Tabel 1 berikut dengan hasil pengukuran massa ketiga benda (3 kali pengulangan untuk masing-masing benda).

Ruang tabel jawaban

2. Berapa ketelitian (skala terkecil) neraca yang kalian gunakan? Tuliskan nilai ketidakpastian alat untuk pengukuran massa.

3. Mengapa kita perlu melakukan pengukuran berulang (minimal 3 kali) terhadap massa benda yang sama? Jelaskan alasannya dari sudut pandang keakuratan data.

Tabel 1 terdiri dari 5 kolom: Benda (A/B/C), Pengukuran ke-1 (g), Pengukuran ke-2 (g), Pengukuran ke-3 (g), Rata-rata massa (g). Di bawah tabel tersedia 4 baris kosong untuk jawaban pertanyaan 2 dan 3.

Kegiatan 2: Pengukuran Volume Benda Tak Beraturan dengan Metode Archimedes

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Gelas ukur 100 mL (ketelitian 1 mL) atau 50 mL (ketelitian 0,5 mL)
  • Air bersih secukupnya
  • Tisu atau lap kering untuk mengeringkan benda
  • Pipet tetes (untuk menyesuaikan volume awal jika perlu)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Siapkan gelas ukur yang cukup besar agar benda dapat terendam seluruhnya. Catat ketelitian gelas ukur.
  2. Isi gelas ukur dengan air hingga volume tertentu (V₁). Pastikan membaca meniskus pada posisi mata sejajar permukaan air.
  3. Masukkan benda secara perlahan (miringkan gelas ukur sedikit agar tidak ada percikan). Catat volume air setelah benda terendam (V₂).
  4. Volume benda = V₂ − V₁. Lakukan pengukuran 3 kali untuk tiap benda (keluarkan benda, keringkan, ulangi). Catat di Tabel 2.
  5. Pastikan tidak ada gelembung udara yang menempel pada benda saat terendam.

Pertanyaan:

1. Lengkapi Tabel 2 dengan data pengukuran volume ketiga benda menggunakan metode perpindahan air (3 kali pengulangan).

Ruang tabel jawaban

2. Gambarkan sketsa posisi mata yang benar saat membaca skala gelas ukur dan tunjukkan di bagian mana meniskus harus dibaca. Beri keterangan pada gambar.

Ruang gambar

3. Apa yang terjadi jika ada gelembung udara menempel di permukaan benda saat terendam? Bagaimana pengaruhnya terhadap nilai volume dan massa jenis yang dihitung?

Tabel 2 terdiri dari 6 kolom: Benda, Pengulangan ke-, V₁ (mL), V₂ (mL), ΔV = V₂−V₁ (mL), Rata-rata volume (mL). Di bawah tabel disediakan kotak kosong 6×6 cm untuk sketsa gambar dan 5 baris untuk jawaban diskusi.

Kegiatan 3: Pengolahan Data: Menghitung Massa Jenis dan Ketidakpastiannya

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kalkulator ilmiah
  • Tabel massa jenis material (disediakan guru atau dari buku teks halaman referensi)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Hitung rata-rata massa (m̄) dan rata-rata volume (V̄) untuk setiap benda dari data Tabel 1 dan Tabel 2.
  2. Hitung massa jenis setiap benda menggunakan rumus ρ = m̄ / V̄. Terapkan aturan angka penting pada hasil bagi.
  3. Hitung ketidakpastian pengukuran berulang untuk massa (Δm) dan volume (ΔV) menggunakan rumus simpangan baku atau rentang dibagi dua.
  4. Hitung ketidakpastian massa jenis menggunakan propagasi ketidakpastian: Δρ/ρ = √[(Δm/m̄)² + (ΔV/V̄)²].
  5. Tuliskan hasil akhir dalam format baku: ρ = (nilai ± ketidakpastian) satuan, dengan jumlah angka penting yang sesuai.
  6. Bandingkan nilai massa jenis yang kalian peroleh dengan nilai referensi dari literatur. Hitung persentase kesalahannya.

Pertanyaan:

1. Lengkapi Tabel 3: Pengolahan data massa jenis untuk ketiga benda beserta ketidakpastiannya.

Ruang tabel jawaban

2. Jelaskan aturan angka penting yang kalian terapkan saat menghitung ρ = m/V. Mengapa jumlah angka penting pada hasil tidak boleh lebih banyak dari data pengukuran yang paling sedikit angka pentingnya?

3. Bandingkan massa jenis hasil percobaan kalian dengan nilai literatur. Hitung persentase kesalahan menggunakan rumus: % kesalahan = |ρ_percobaan − ρ_literatur| / ρ_literatur × 100%. Identifikasi minimal 2 faktor yang mungkin menyebabkan perbedaan tersebut.

4. Berdasarkan nilai massa jenis yang kalian peroleh, dapatkah kalian mengidentifikasi jenis material benda yang diukur? Gunakan tabel massa jenis material umum sebagai referensi dan jelaskan penalaran kalian.

Tabel 3 terdiri dari 8 kolom: Benda, m̄ (g), Δm (g), V̄ (cm³), ΔV (cm³), ρ (g/cm³), Δρ (g/cm³), Hasil akhir ρ ± Δρ. Di bawah tabel tersedia 10 baris kosong untuk perhitungan dan jawaban uraian, serta kotak perbandingan literatur.

REFLEKSI

1. Apa tantangan terbesar yang kalian hadapi saat melakukan pengukuran? Strategi apa yang kalian gunakan untuk mengatasinya, dan apakah strategi tersebut berhasil?

2. Bagaimana konsep massa jenis dan keterampilan pengukuran yang kalian latih hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? Berikan satu contoh konkret (misalnya dalam bidang konstruksi, industri, atau aktivitas rumah tangga).

3. Jika kalian diberi kesempatan mengulangi percobaan ini, apa yang akan kalian perbaiki agar hasil pengukuran lebih akurat dan presisi?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.