LKPDPertemuan 4Bab 2Fase DSemester 1

LKPD Informatika Kelas 9: Penulisan Pseudocode untuk Algoritma Terstruktur

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Informatika kelas 9 dengan topik "Penulisan Pseudocode untuk Algoritma Terstruktur". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Informatika Kelas 9: Penulisan Pseudocode untuk Algoritma Terstruktur

Informatika - Kelas 9

Bab 2 - Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Informatika — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Penulisan Pseudocode untuk Algoritma Terstruktur

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranInformatika
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikPenulisan Pseudocode untuk Algoritma Terstruktur
Alokasi Waktu70 menit
Tipe AktivitasCampuran (individu, berpasangan, diskusi kelompok)
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menuliskan sekumpulan instruksi dalam format pseudocode menggunakan kosakata terbatas yang mencakup struktur deklarasi, input-output, percabangan, dan perulangan.
  2. Murid mampu mendeskripsikan kesesuaian logika pseudocode dengan flowchart yang telah dirancang untuk persoalan yang sama.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan cermat sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan kegiatan secara berurutan — setiap kegiatan adalah pondasi untuk kegiatan berikutnya.
  • Gunakan kata kunci pseudocode dalam HURUF KAPITAL (contoh: INPUT, OUTPUT, IF, THEN, ELSE, ENDIF, FOR, ENDFOR, WHILE, ENDWHILE, DECLARE).
  • Boleh berdiskusi dengan teman semeja, tetapi pastikan jawabanmu merupakan hasil pikiranmu sendiri.
  • Jika ada istilah yang belum dipahami, lingkari dan tandai — kita bahas bersama setelah selesai.
  • LKPD ini adalah tempat berpikir, bukan ujian. Tidak ada jawaban yang salah selama kamu bisa menjelaskan alasannya.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Bedah Pseudocode: Kenali Strukturnya!

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • LKPD ini
  • Alat tulis (pensil/pulpen)
  • Penggaris (untuk membuat tabel)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca contoh pseudocode di bawah ini dengan seksama. Pseudocode ini menggambarkan proses menentukan apakah seorang siswa lulus atau tidak berdasarkan nilai ujian.
  2. --- CONTOH PSEUDOCODE ---
  3. DECLARE nilai AS INTEGER
  4. DECLARE status AS STRING
  5. INPUT nilai
  6. IF nilai >= 75 THEN
  7. status = 'Lulus'
  8. ELSE
  9. status = 'Tidak Lulus'
  10. ENDIF
  11. OUTPUT status
  12. --- AKHIR CONTOH ---
  13. Setelah membaca, jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini secara individu terlebih dahulu (5 menit), lalu bandingkan jawabanmu dengan teman semeja (3 menit).

Pertanyaan:

1. Identifikasi dan tuliskan setiap baris pseudocode di atas ke dalam tabel berikut. Tentukan termasuk struktur apa setiap baris tersebut: Deklarasi, Input, Proses, Output, atau Percabangan.

Ruang tabel jawaban

2. Mengapa variabel 'nilai' dideklarasikan sebagai INTEGER dan 'status' sebagai STRING? Jelaskan dengan bahasamu sendiri apa perbedaan kedua tipe data tersebut dan berikan masing-masing satu contoh data lain yang sesuai.

3. Jika seorang siswa mendapat nilai 75, apa yang akan di-OUTPUT oleh pseudocode tersebut? Jelaskan alur logikanya langkah demi langkah.

4. Diskusikan bersama teman semejamu: apa yang terjadi jika baris DECLARE dihapus dari pseudocode? Apakah algoritmanya masih bisa dipahami? Tuliskan kesimpulan diskusi kalian.

Pertanyaan 1: Buat tabel 2 kolom (Baris Pseudocode | Struktur) dengan 9 baris isi. Pertanyaan 2, 3, 4: Tulis uraian bebas minimal 3 kalimat per pertanyaan di kotak yang tersedia.

Kegiatan 2: Dari Flowchart ke Pseudocode: Terjemahkan Logikamu!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • LKPD ini
  • Alat tulis
  • Tabel referensi kata kunci pseudocode (jika tersedia)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan dua flowchart berikut yang sudah digambarkan di bawah. Tugasmu adalah menerjemahkan setiap flowchart ke dalam pseudocode yang tepat.
  2. FLOWCHART A — Menghitung Total Belanja:
  3. MULAI → INPUT harga, jumlah → total = harga × jumlah → Apakah total > 100.000? → [YA] diskon = total × 0,1 ; total_bayar = total − diskon → [TIDAK] total_bayar = total → OUTPUT total_bayar → SELESAI
  4. FLOWCHART B — Mencetak Bilangan Ganjil 1 sampai N:
  5. MULAI → INPUT N → i = 1 → Apakah i <= N? → [YA] Apakah i MOD 2 ≠ 0? → [YA] OUTPUT i → i = i + 1 → kembali ke cek i <= N → [TIDAK dari MOD] i = i + 1 → kembali ke cek i <= N → [TIDAK dari i <= N] SELESAI
  6. Kerjakan secara individu. Tulis pseudocode lengkap untuk masing-masing flowchart di ruang yang tersedia.
  7. Gunakan kata kunci: DECLARE, INPUT, OUTPUT, IF, THEN, ELSE, ENDIF, WHILE, ENDWHILE, dan operator yang sesuai.
  8. Setelah selesai, tukarkan LKPD-mu dengan teman semeja untuk saling memeriksa kesesuaian logika (peer check).

Pertanyaan:

1. Tuliskan pseudocode lengkap untuk FLOWCHART A (Menghitung Total Belanja dengan diskon). Pastikan mencakup: deklarasi semua variabel, input, proses percabangan, dan output.

2. Tuliskan pseudocode lengkap untuk FLOWCHART B (Mencetak Bilangan Ganjil 1 sampai N). Gunakan struktur perulangan WHILE dan percabangan IF untuk mengecek bilangan ganjil.

3. Setelah melakukan peer check, tuliskan: (a) satu hal yang pseudocode temanmu tulis lebih baik dari milikmu, dan (b) satu hal yang kamu temukan perlu diperbaiki dari pseudocode temanmu. Jelaskan alasannya.

4. Pada pseudocode Flowchart B, apa yang terjadi jika user memasukkan N = 0? Apakah perulangan WHILE akan dijalankan? Jelaskan mengapa, dan apakah ini merupakan keunggulan atau kelemahan struktur WHILE dibanding FOR?

Pertanyaan 1 dan 2: Tulis pseudocode di kotak kode bernomor baris yang tersedia (minimal 8 baris per pseudocode). Pertanyaan 3 dan 4: Tulis uraian di kotak jawaban masing-masing, minimal 4 kalimat.

Kegiatan 3: Misi Nyata: Rancang Pseudocode untuk Masalah Sehari-hari!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • LKPD ini
  • Pensil dan penggaris untuk menggambar flowchart
  • Alat tulis warna (opsional, untuk memperjelas simbol flowchart)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang giliran kamu menjadi perancang algoritma! Pilih SATU dari dua skenario masalah nyata berikut, lalu selesaikan semua tahapan perancangan.
  2. SKENARIO 1 — Sistem Absensi Sederhana: Sebuah aplikasi absensi mencatat kehadiran siswa. Jika siswa hadir lebih dari 75% dari total pertemuan, ia dinyatakan 'Memenuhi Syarat'. Jika antara 50%-75%, ia mendapat 'Peringatan'. Jika di bawah 50%, ia 'Tidak Memenuhi Syarat'.
  3. SKENARIO 2 — Kalkulator Nilai Akhir: Sebuah program menerima input nilai harian, nilai UTS, dan nilai UAS. Nilai akhir dihitung dengan rumus: (nilai_harian × 30%) + (nilai_UTS × 30%) + (nilai_UAS × 40%). Jika nilai akhir >= 90 cetak 'A', >= 80 cetak 'B', >= 70 cetak 'C', >= 60 cetak 'D', di bawah 60 cetak 'E'.
  4. Langkah pengerjaan:
  5. Langkah 1 — Analisis Masalah: Identifikasi INPUT, PROSES, dan OUTPUT dari skenario yang kamu pilih.
  6. Langkah 2 — Rancang Flowchart: Gambar flowchart sederhana menggunakan simbol standar (oval=mulai/selesai, jajar genjang=input/output, persegi=proses, belah ketupat=keputusan).
  7. Langkah 3 — Tulis Pseudocode: Berdasarkan flowchart yang kamu buat, tuliskan pseudocode lengkap yang mencakup DEKLARASI, INPUT, PROSES (termasuk percabangan/perulangan), dan OUTPUT.
  8. Langkah 4 — Verifikasi: Telusuri pseudocode-mu dengan data uji yang kamu buat sendiri untuk memastikan logikanya benar.
  9. Kerjakan dalam kelompok 3-4 orang. Presentasikan hasil kelompokmu dalam 2 menit di depan kelas.

Pertanyaan:

1. Skenario yang dipilih kelompokmu: _____. Lengkapi tabel analisis masalah: tuliskan semua variabel INPUT yang dibutuhkan, deskripsi PROSES yang terjadi, dan variabel OUTPUT yang dihasilkan.

Ruang tabel jawaban

2. Gambarkan flowchart untuk skenario yang kamu pilih di kotak gambar yang tersedia. Gunakan simbol standar dan pastikan setiap cabang keputusan memiliki jalur YA dan TIDAK yang jelas.

Ruang gambar

3. Tuliskan pseudocode lengkap berdasarkan flowchart yang telah kamu buat. Pastikan setiap struktur (deklarasi, input, percabangan, output) ditulis dengan kata kunci yang tepat dan indentasi yang konsisten.

4. Lakukan verifikasi pseudocode-mu! Buat 3 data uji (test case) dengan nilai berbeda, telusuri pseudocode secara manual, dan catat hasilnya. Apakah output pseudocode sesuai dengan yang diharapkan?

Ruang tabel jawaban

5. Setelah menyelesaikan seluruh proses perancangan, jelaskan: mengapa langkah 'menggambar flowchart' dilakukan SEBELUM 'menulis pseudocode'? Apakah urutan ini penting? Berikan alasanmu.

Pertanyaan 1 dan 4: Buat tabel dengan kolom yang sesuai (minimal 3 kolom untuk tabel verifikasi: Data Uji | Penelusuran Manual | Output). Pertanyaan 2: Kotak gambar ukuran setengah halaman dengan label simbol. Pertanyaan 3: Kotak kode bernomor baris. Pertanyaan 5: Kotak uraian bebas minimal 5 kalimat.

REFLEKSI

1. Dari semua struktur pseudocode yang kamu pelajari hari ini (deklarasi, input-output, percabangan, perulangan), mana yang menurut kamu paling menantang untuk ditulis? Apa yang membuatnya sulit, dan apa strategi yang akan kamu gunakan untuk berlatih lebih lanjut?

2. Coba pikirkan satu situasi nyata dalam kehidupan sehari-harimu — bisa rutinitas pagi, cara memilih pakaian, atau cara bermain game favorit — yang bisa dimodelkan dengan pseudocode. Struktur apa saja (percabangan/perulangan) yang akan muncul di dalamnya?

3. Setelah memahami cara kerja pseudocode sebagai 'jembatan' antara ide dan program komputer, bagaimana pandanganmu terhadap aplikasi atau program yang kamu gunakan sehari-hari berubah? Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.