LKPD Informatika Kelas 9: Dekomposisi dan Modularisasi Program dalam Berpikir Komputasional
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Informatika kelas 9 dengan topik "Dekomposisi dan Modularisasi Program dalam Berpikir Komputasional". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Informatika Kelas 9: Dekomposisi dan Modularisasi Program dalam Berpikir Komputasional
Informatika - Kelas 9
Bab 2 - Pertemuan 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Informatika — Kelas 9 (Fase D) Topik: Dekomposisi dan Modularisasi Program dalam Berpikir Komputasional INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Membongkar Masalah: Tantangan Sarapan PagiEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tuliskan masalah utama dan hasil dekomposisinya dalam tabel berikut (Masalah Utama → Sub-masalah → Langkah Detail). Ruang tabel jawaban 2. Mengapa memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil memudahkan kita dalam menyelesaikan masalah? Jelaskan dengan bahasamu sendiri. 3. Berikan satu contoh lain dari kehidupan sehari-harimu yang bisa diselesaikan dengan cara dekomposisi. Gambarkan diagram sederhana pemecahannya. Ruang gambar Tabel 3 level: kolom 1 (Masalah Utama), kolom 2 (Sub-masalah), kolom 3 (Langkah Detail). Sediakan 3 baris sub-masalah, masing-masing dengan 2-3 baris langkah detail. Di bawah tabel, sediakan ruang kosong 5 baris untuk jawaban uraian dan kotak 8×8 cm untuk diagram. Kegiatan 2: Modul Ajaib: Satu Blok untuk Banyak KegunaanEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel perbandingan berikut: (Aspek | Tanpa Modul | Dengan Modul) untuk aspek: jumlah blok total, kemudahan mengubah ukuran, dan kemudahan menambah persegi baru. Ruang tabel jawaban 2. Jelaskan dengan kata-katamu sendiri: apa yang dimaksud dengan modul dalam pemrograman dan mengapa modul membuat program lebih efisien? 3. Jika kamu ingin menambahkan modul baru bernama 'gambarSegitiga' dengan parameter 'sisi', blok-blok apa saja yang perlu ada di dalam definisi modul tersebut? Tuliskan dalam bentuk urutan perintah. Tabel perbandingan 3 kolom (Aspek, Tanpa Modul, Dengan Modul) dengan 3 baris aspek. Di bawahnya ruang uraian 5 baris. Kotak kosong untuk menempel screenshot atau menggambar ulang skrip Scratch (12×8 cm). Kegiatan 3: Diskusi Kelompok: Merancang Program Modular untuk MasalahmuEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tuliskan masalah yang dipilih kelompokmu dan hasil dekomposisinya (minimal 3 sub-masalah). 2. Tuliskan nama modul, parameter (jika ada), dan fungsi masing-masing modul dalam tabel berikut. Ruang tabel jawaban 3. Gambarkan diagram alir sederhana yang menunjukkan urutan pemanggilan modul-modul dalam program utama kelompokmu. Ruang gambar Tabel 3 kolom (Nama Modul, Parameter, Fungsi) dengan 4-5 baris kosong. Di bawahnya kotak 10×10 cm untuk diagram alir. Ruang tambahan 3 baris untuk catatan hasil diskusi. REFLEKSI1. Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang cara memecah masalah besar menjadi bagian kecil? Bagaimana kamu bisa menerapkannya saat mengerjakan tugas di mata pelajaran lain? 2. Menurutmu, apa keuntungan terbesar menggunakan modul dalam pemrograman dibanding menulis semua kode secara berulang? Kaitkan dengan pengalamanmu mengerjakan tugas kelompok. 3. Jika kamu menemui masalah yang sangat rumit di kehidupan sehari-hari, langkah pertama apa yang akan kamu lakukan setelah belajar tentang dekomposisi dan modularisasi hari ini? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.