LKPDPertemuan 5Bab 4Fase DSemester 2

LKPD Informatika Kelas 8: Mengidentifikasi Bentuk dan Praktik Perundungan Digital dalam Interaksi Ruang Publik Virtual

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Informatika kelas 8 dengan topik "Mengidentifikasi Bentuk dan Praktik Perundungan Digital dalam Interaksi Ruang Publik Virtual".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Informatika Kelas 8: Mengidentifikasi Bentuk dan Praktik Perundungan Digital dalam Interaksi Ruang Publik Virtual

Informatika - Kelas 8

Bab 4 Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Informatika — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Mengidentifikasi Bentuk dan Praktik Perundungan Digital dalam Interaksi Ruang Publik Virtual

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranInformatika
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMengidentifikasi Bentuk dan Praktik Perundungan Digital dalam Interaksi Ruang Publik Virtual
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengidentifikasi dampak perundungan digital dalam interaksi ruang publik virtual

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap ilustrasi kasus dan petunjuk pengerjaan dengan cermat sebelum menjawab.
  • Bekerjalah secara mandiri atau bersama kelompok sesuai instruksi pada tiap kegiatan.
  • Fokuskan perhatianmu untuk mengidentifikasi dampak perundungan digital yang dialami tokoh pada aspek mental/emosional, fisik, dan sosial/akademik.
  • Gunakan format tabel dan ruang jawaban yang telah disediakan untuk menuliskan hasil identifikasi.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Kegiatan 1: Menemukenali Tanda Dampak Perundungan Digital

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi singkat tentang Riko berikut: 'Riko aktif di grup media sosial sekolah. Tiba-tiba seseorang membuat akun anonim dan menyebarkan komentar ejekan yang memalukan di kolom komentar publik. Sejak saat itu, Riko merasa sangat malu, cemas berlebihan saat membuka ponsel, sering mengeluh sakit kepala tiba-tiba sebelum sekolah, dan memilih mengurung diri serta tidak mau bergabung dalam percakapan kelas.'
  2. Identifikasi dampak-dampak perundungan digital yang dialami Riko dari teks tersebut.
  3. Kelompokkan temuanmu ke dalam kategori dampak: Mental/Emosional atau Fisik.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan narasi Riko, tuliskan 2 dampak perundungan digital pada aspek mental/emosional yang dialaminya!

2. Berdasarkan narasi Riko, tuliskan 1 dampak perundungan digital pada aspek fisik yang dialaminya!

Tuliskan jawaban langsung pada garis isian: 1) Dampak mental/emosional: a. ..., b. ... ; 2) Dampak fisik: a. ...

Kegiatan 2: Kegiatan 2: Pemilahan Matriks Dampak Perundungan Digital

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja peserta didik
  • Pena/alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi kasus berikut: 'Dina menjadi sasaran flaming dan pengucilan dalam ruang obrolan game online dan media sosial oleh teman-temannya. Akibatnya, Dina merasa putus asa, kehilangan minat belajar hingga nilai pelajarannya turun drastis, mengalami sakit perut karena stres, serta takut bertemu orang lain secara langsung.'
  2. Diskusikan bersama teman sebangku dan identifikasi dampak-dampak yang dialami Dina.
  3. Masukkan hasil identifikasimu ke dalam tabel klasifikasi dampak yang telah disediakan.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel pemilahan dampak perundungan digital berikut berdasarkan kasus Dina:

  1. Dampak Mental/Emosional,
  2. Dampak Fisik, dan
  3. Dampak Sosial/Akademik.
Ruang tabel jawaban

2. Dari dampak-dampak yang sudah kamu pilah pada tabel, identifikasi satu dampak yang paling memengaruhi kelangsungan belajar korban di sekolah beserta buktinya dari teks!

Gunakan format tabel 3 kolom: [Kategori Dampak | Bukti Kejadian pada Teks | Keterangan Singkat] diikuti kolom uraian 2-3 baris untuk pertanyaan nomor 2.

Kegiatan 3: Kegiatan 3: Detektif Jejak Dampak di Ruang Publik Virtual

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati 3 cuplikan situasi di ruang publik virtual berikut: Situasi A: 'Seorang murid mendapat teror pesan ancaman di direct message hingga tidak bisa tidur berhari-hari.' Situasi B: 'Foto seorang anak diedit tanpa izin lalu dijadikan bahan lelucon di grup publik hingga anak tersebut merasa rendah diri dan tidak percaya lagi pada teman-temannya.' Situasi C: 'Seorang pemain game online dikucilkan dan menerima makian terus-menerus di kolom obrolan publik hingga ia merasa lelah berkepanjangan dan hilang konsentrasi saat belajar.'
  2. Identifikasi secara spesifik bentuk dampak perundungan digital pada masing-masing situasi tersebut.
  3. Tuliskan hasil identifikasimu pada lembar yang disediakan, lalu ikuti sesi refleksi dan penutup bersama guru.

Pertanyaan:

1. Identifikasi dampak perundungan digital yang dialami korban pada Situasi A, Situasi B, dan Situasi C!

2. Berdasarkan seluruh situasi yang dipelajari (A, B, dan C), sebutkan rangkuman 3 aspek utama dampak yang ditimbulkan oleh perundungan digital dalam interaksi ruang publik virtual!

Format isian terstruktur: Situasi A = ..., Situasi B = ..., Situasi C = ..., serta kolom kesimpulan 3 butir untuk aspek dampak utama.

REFLEKSI

1. Setelah mengidentifikasi berbagai dampak perundungan digital tadi, dampak manakah yang menurutmu paling sering tidak disadari oleh orang di sekitar korban?

2. Bagaimana caramu mengenali apabila ada perubahan sikap pada diri sendiri atau teman yang menunjukkan tanda-tanda dampak perundungan digital?

3. Mengapa mengenali dampak perundungan digital penting dalam menjaga interaksi yang sehat di ruang publik virtual?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.