LKPDPertemuan 2Bab 2Fase DSemester 1

LKPD Informatika Kelas 8: Menerapkan Berpikir Komputasional dalam Menghadapi Masalah Komputasi Mesin Pembentuk Kue dan Konversi Bilangan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Informatika kelas 8 dengan topik "Menerapkan Berpikir Komputasional dalam Menghadapi Masalah Komputasi Mesin Pembentuk Kue dan Konversi Bilangan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Informatika Kelas 8: Menerapkan Berpikir Komputasional dalam Menghadapi Masalah Komputasi Mesin Pembentuk Kue dan Konversi Bilangan

Informatika - Kelas 8

Bab 2 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Informatika — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Menerapkan Berpikir Komputasional dalam Menghadapi Masalah Komputasi Mesin Pembentuk Kue dan Konversi Bilangan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranInformatika
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMenerapkan Berpikir Komputasional dalam Menghadapi Masalah Komputasi Mesin Pembentuk Kue dan Konversi Bilangan
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menerapkan berpikir komputasional dalam menghadapi masalah komputasi

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap skenario komputasi dan instruksi kerja dengan cermat sebelum menjawab.
  • Gunakan kemampuan berpikir komputasional (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan perancangan algoritma) untuk menemukan solusi.
  • Kerjakan tantangan secara mandiri atau berpasangan sesuai petunjuk masing-masing kegiatan.
  • Tuliskan langkah-langkah logika pemecahan masalahmu secara runtut pada format lembar kerja yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Simulasi Masalah Komputasi Mesin Pembentuk Kue (Logika Mesin)

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Informatika Kelas 8 Halaman 62-63
  • Alat tulis/pensil warna

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan aturan kerja Mesin Pembentuk Kue: Mesin memiliki 3 pintu masuk (Pintu 1, Pintu 2, Pintu 3) dan satu pintu keluar K. Aturan perubahan bentuk adonan: bentuk Segitiga diubah menjadi Persegi jika melewati modul pembalik, bentuk Persegi atau Lingkaran tidak mengalami perubahan bentuk jika melalui mesin, dan jalur percabangan mengarahkan adonan dari Pintu 2 langsung ke modul pembalik menuju K.
  2. Analisis tantangan komputasi: Bobo ingin mengeluarkan kue berbentuk Persegi di pintu keluar K.
  3. Telusuri setiap opsi masukan (input) dan pintu masuk untuk menentukan kombinasi masukan yang menghasilkan luaran (output) kue Persegi.
  4. Jawab pertanyaan pilihan dan jelaskan runtutan alur komputasinya.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan aturan mesin, jika Bobo ingin mendapatkan sebuah kue berbentuk persegi di pintu keluar K, bentuk adonan awal apa yang harus dimasukkan ke mesin dan melalui pintu nomor berapa? Pilih satu: A) Input adonan lingkaran ke pintu 1, B) Input adonan lingkaran ke pintu 2, C) Input adonan segitiga ke pintu 2, D) Input adonan segitiga ke pintu 3.

2. Uraikan runtutan logika berpikir komputasional (trace/pelacakan langkah) yang membuktikan bahwa opsi pilihanmu di nomor 1 tepat menghasilkan kue persegi di pintu keluar K.

Tuliskan jawaban pilihan nomor 1 pada kotak jawaban yang disediakan (tuliskan huruf dan kalimatnya). Untuk nomor 2, tuliskan urutan langkah pelacakan alur dalam 3-4 kalimat runtut atau diagram alur input-proses-output.

Kegiatan 2: Menerapkan Konversi Bilangan Biner ke Desimal (Representasi Nilai)

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Tulis / Lembar Kerja
  • Pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ingat konsep nilai posisi (bobot) bilangan biner berbasis 2: posisi 0 bernilai 2^0=1, posisi 1 bernilai 2^1=2, posisi 2 bernilai 2^2=4, posisi 3 bernilai 2^3=8, posisi 4 bernilai 2^4=16.
  2. Terapkan perhitungan dekomposisi nilai posisi untuk mengubah bilangan biner 11001_2 dan 11111_2 menjadi bilangan desimal (basis 10).
  3. Isi tabel perkalian digit x basis^posisi dan jumlahkan nilai akhirnya.

Pertanyaan:

1. Lakukan konversi bilangan biner 11001_2 menjadi bilangan desimal dengan mengisi tabel nilai posisi berbobot (posisi 0 sampai 4) dan hitung jumlah totalnya.

Ruang tabel jawaban

2. Lakukan konversi bilangan biner 11111_2 menjadi bilangan desimal dengan menjabarkan nilai posisinya.

Tabel 5 baris dengan 4 kolom: Digit | Posisi | Digit x Basis^Posisi | Hasil Nilai. Tuliskan baris Total di bagian bawah tabel.

Kegiatan 3: Menerapkan Konversi Bilangan Oktal ke Desimal dan Verifikasi Algoritma

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Informatika Bab 2
  • Lembar Kerja Murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ingat konsep nilai posisi bilangan oktal berbasis 8: posisi 0 bernilai 8^0=1, posisi 1 bernilai 8^1=8.
  2. Selesaikan masalah komputasi konversi bilangan oktal 52_8 dan 77_8 menjadi bilangan desimal.
  3. Diskusikan dengan teman sebangkumu langkah sistematis (algoritma) umum untuk mengonversi bilangan berbasis N apa pun ke desimal.
  4. Alokasi kegiatan ini sudah mencakup waktu pengisian lembar refleksi individu dan penutup pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Hitung hasil konversi bilangan oktal 52_8 dan 77_8 ke dalam bilangan desimal menggunakan perkalian digit terhadap basis 8.

2. Berdasarkan pengalaman menyelesaikan konversi biner dan oktal, rumuskan 3 langkah algoritma runtut yang dapat dipakai untuk mengonversi bilangan basis apa pun ke basis desimal.

Tuliskan baris perhitungan matematis untuk nomor 1. Untuk nomor 2, tuliskan urutan algoritma langkah 1, langkah 2, dan langkah 3 secara berurutan dalam bentuk poin.

REFLEKSI

1. Dari masalah mesin kue dan konversi bilangan di atas, strategi berpikir komputasional apa (menelusuri pola, memecah langkah, atau merancang urutan) yang paling membantumu menemukan jawaban?

2. Saat menghadapi masalah komputasi konversi bilangan, langkah mana yang paling membutuhkan ketelitianmu, dan bagaimana caramu memastikannya tidak keliru?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.