LKPDPertemuan 3Bab 3Fase DSemester 1

LKPD Informatika Kelas 7: Kredibilitas Sumber Informasi, Ekosistem Media Pers Digital, serta Fakta, Opini, dan Hoaks

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Informatika kelas 7 dengan topik "Kredibilitas Sumber Informasi, Ekosistem Media Pers Digital, serta Fakta, Opini, dan Hoaks". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Informatika Kelas 7: Kredibilitas Sumber Informasi, Ekosistem Media Pers Digital, serta Fakta, Opini, dan Hoaks

Informatika - Kelas 7

Bab 3 - Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Informatika — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Kredibilitas Sumber Informasi, Ekosistem Media Pers Digital, serta Fakta, Opini, dan Hoaks

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranInformatika
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikKredibilitas Sumber Informasi, Ekosistem Media Pers Digital, serta Fakta, Opini, dan Hoaks
Alokasi Waktu2 x 40 menit (80 menit)
Tipe Aktivitascampuran (individu, berpasangan, kelompok)
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu mengidentifikasi kredibilitas sumber informasi digital dan mengenal peran ekosistem media pers digital (jurnalis, editor, penerbit).
  2. Murid mampu membedakan fakta, opini, dan hoaks dari sebuah informasi digital dengan memberikan argumen dan bukti yang mendukung.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan cermat sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan setiap kegiatan secara jujur — tidak ada jawaban benar atau salah selama kamu bisa memberikan alasan yang logis.
  • Gunakan perangkat seperti ponsel atau laptop (jika tersedia) untuk mencari informasi pendukung saat diperlukan.
  • Tulis nama lengkap, kelas, dan tanggal di bagian atas lembar kerja sebelum mengumpulkan.
  • Apabila ada pertanyaan atau langkah yang kurang dipahami, tanyakan kepada gurumu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Sumber: Mana yang Bisa Dipercaya?

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD
  • Alat tulis
  • Perangkat dengan akses internet (opsional, untuk verifikasi sumber)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kerjakan kegiatan ini secara individu terlebih dahulu, kemudian bandingkan jawabanmu dengan teman sebangku.
  2. Perhatikan lima contoh sumber informasi digital berikut yang sudah disediakan di tabel.
  3. Untuk setiap sumber, jawab tiga pertanyaan: (a) Apakah ada nama penulis/lembaga yang jelas? (b) Apakah ada tanggal terbit? (c) Apakah domain situsnya terpercaya (misalnya .go.id, .edu, portal berita resmi)?
  4. Berdasarkan analisismu, beri penilaian 'Kredibel', 'Perlu Dicek Ulang', atau 'Tidak Kredibel' pada kolom terakhir, lalu tuliskan alasanmu singkat.
  5. Setelah selesai, diskusikan dengan teman sebangku: apakah kalian memberi penilaian yang sama? Jika berbeda, diskusikan mengapa.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel analisis kredibilitas sumber informasi di bawah ini. Sumber yang dianalisis: (A) Artikel di kompas.com tentang perubahan iklim, ditulis oleh wartawan bernama lengkap, terbit 10 Juni 2025. (B) Postingan di akun Instagram anonim @info_viral99 tanpa tanggal. (C) Halaman Wikipedia bahasa Indonesia tentang sistem tata surya. (D) Laporan PDF dari situs kemkes.go.id tentang data kesehatan 2024. (E) Blog pribadi di platform gratisan tanpa nama penulis dan referensi.

Ruang tabel jawaban

2. Menurut kamu, apa saja tiga ciri utama yang paling penting untuk menentukan sebuah sumber informasi digital dapat dipercaya? Jelaskan alasanmu untuk masing-masing ciri tersebut.

Tabel 6 kolom: No | Nama Sumber | Ada Penulis? (Ya/Tidak) | Ada Tanggal? (Ya/Tidak) | Domain Terpercaya? (Ya/Tidak) | Penilaian & Alasan. Di bawah tabel, sediakan 5–7 baris untuk jawaban uraian nomor 2.

Kegiatan 2: Di Balik Layar: Siapa yang Membuat Berita Digital?

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD
  • Alat tulis (pensil, pulpen, spidol warna — opsional untuk diagram)
  • Penggaris (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kerjakan kegiatan ini bersama kelompok (3–4 orang).
  2. Bayangkan kalian adalah tim redaksi sebuah portal berita digital sekolah yang baru saja ingin menerbitkan berita tentang hasil lomba sains tingkat kota.
  3. Di dalam ekosistem media pers digital, ada beberapa peran penting: Jurnalis/Reporter, Editor, dan Penerbit (Publisher). Baca penjelasan singkat di kotak informasi berikut, lalu kerjakan tugas di bawahnya.
  4. Kotak Informasi — Peran dalam Ekosistem Media Pers Digital: (1) Jurnalis/Reporter: mencari, mengumpulkan, dan menulis berita berdasarkan fakta di lapangan. (2) Editor: memeriksa, memperbaiki, dan memastikan akurasi serta kelayakan berita sebelum diterbitkan. (3) Penerbit (Publisher): memutuskan platform distribusi berita (situs web, media sosial, aplikasi) dan bertanggung jawab atas konten yang disebarluaskan.
  5. Diskusikan dalam kelompok: bagaimana alur berita dari kejadian nyata hingga sampai ke pembaca digital? Gambarkan alurnya dalam bentuk diagram sederhana.
  6. Jawab pertanyaan yang tersedia, lalu presentasikan diagram kelompokmu di depan kelas (atau tempel di papan kelas).

Pertanyaan:

1. Pasangkan setiap situasi berikut dengan peran yang paling tepat dalam ekosistem media pers digital. Situasi: (a) Seorang wartawan mewawancarai kepala sekolah tentang program adiwiyata. (b) Seseorang memeriksa apakah data jumlah peserta lomba yang ditulis sudah benar sebelum artikel diterbitkan. (c) Sebuah portal berita memutuskan untuk menyebarkan artikel melalui Instagram dan website resmi. (d) Seseorang menulis naskah berita berdasarkan foto dan catatan lapangan yang ia kumpulkan sendiri.

2. Buatlah diagram alur sederhana yang menggambarkan perjalanan sebuah berita: mulai dari 'Peristiwa terjadi' hingga 'Pembaca membaca berita di ponsel'. Sertakan peran jurnalis, editor, dan penerbit dalam diagram tersebut.

Ruang gambar

3. Menurut kelompokmu, mengapa peran editor sangat penting dalam ekosistem media pers digital, terutama di era di mana siapa pun bisa menyebarkan informasi dengan mudah? Berikan satu contoh nyata dampak jika tidak ada editor.

Nomor 1: tabel 2 kolom (Situasi | Peran yang Tepat & Alasan), 4 baris. Nomor 2: kotak besar kosong berukuran minimal 10x8 cm untuk menggambar diagram alur dengan pensil/spidol. Nomor 3: 6–8 baris ruang untuk jawaban diskusi kelompok.

Kegiatan 3: Fakta, Opini, atau Hoaks? Aku Bisa Bedakan!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD
  • Alat tulis
  • Perangkat dengan akses internet untuk verifikasi (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kerjakan kegiatan ini bersama kelompok yang sama dari Kegiatan 2.
  2. Baca dengan cermat enam potongan informasi digital yang tersedia di bawah ini. Setiap potongan diambil dari berbagai platform: portal berita, media sosial, dan pesan WhatsApp.
  3. Untuk setiap potongan informasi, tentukan apakah itu termasuk FAKTA, OPINI, atau HOAKS. Ingat definisinya: Fakta = dapat diverifikasi kebenarannya secara objektif; Opini = pendapat atau penilaian subjektif seseorang; Hoaks = informasi palsu yang disebarkan dengan tujuan menipu.
  4. Wajib tuliskan BUKTI atau ARGUMEN yang mendukung jawabanmu — jangan hanya menebak!
  5. Setelah mengisi tabel, kerjakan tugas tantangan di bagian akhir kegiatan ini.

Pertanyaan:

1. Analisis enam potongan informasi berikut dan lengkapi tabel. Informasi:

  1. 'Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta.' — sumber: buku sejarah nasional.
  2. 'Menurutku, film animasi Indonesia sekarang sudah jauh lebih bagus dibanding 10 tahun lalu.' — komentar di YouTube.
  3. 'WASPADA! Minum air es bisa menyebabkan kanker usus besar. Sebarkan ke keluarga!' — pesan WhatsApp tanpa sumber.
  4. 'Suhu rata-rata bumi meningkat 1,1 derajat Celcius sejak era pra-industri, menurut laporan IPCC 2021.' — artikel BBC Indonesia.
  5. 'Pelajar zaman sekarang lebih malas belajar dibanding generasi sebelumnya karena terlalu sering main HP.' — opini di kolom komentar portal berita.
  6. 'BREAKING: Uang Rp 50.000 edisi baru mengandung chip pelacak dari pemerintah!' — unggahan Facebook tanpa sumber resmi.
Ruang tabel jawaban

2. Pilih SATU dari enam informasi di atas yang paling menantang untuk diklasifikasikan. Jelaskan: (a) mengapa informasi tersebut sulit dikategorikan, dan (b) langkah-langkah apa yang akan kamu lakukan untuk memverifikasinya secara digital.

3. TANTANGAN KREATIF: Tuliskan satu contoh kalimat FAKTA, satu kalimat OPINI, dan satu kalimat HOAKS buatan sendiri (boleh tentang topik apa saja yang relevan dengan kehidupan sehari-hari pelajar). Pastikan ketiganya terasa 'nyata' dan bisa menipu jika tidak dibaca dengan teliti. Tukarkan dengan kelompok lain untuk mereka tebak!

Nomor 1: tabel 4 kolom (No | Potongan Informasi Singkat | Kategori: Fakta/Opini/Hoaks | Bukti atau Argumen Pendukung), 6 baris. Nomor 2: 6–8 baris untuk uraian. Nomor 3: kotak terpisah berlabel 'Tantangan Kreatifku' dengan tiga sub-kotak berlabel 'Faktaku:', 'Opiniku:', dan 'Hoaksku:'.

REFLEKSI

1. Setelah belajar hari ini, pernahkah kamu tanpa sadar menyebarkan informasi yang belum kamu verifikasi kebenarannya? Apa yang akan kamu lakukan berbeda mulai sekarang?

2. Dari tiga peran dalam ekosistem media pers digital (jurnalis, editor, penerbit), peran mana yang menurutmu paling menantang dan mengapa? Kaitkan dengan pengalamanmu sendiri saat pernah membuat atau berbagi konten di media sosial.

3. Bayangkan kamu menerima pesan berantai dari keluarga yang berisi informasi kesehatan yang mencurigakan. Apa langkah konkret yang akan kamu ambil sebelum memutuskan untuk memercayai atau menyebarkan pesan tersebut?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.