LKPD Informatika Kelas 11: Menerapkan Solusi Optimal dengan Merancang Struktur Data Kompleks Tipe Rekaman Data Persilangan Tanaman
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Informatika kelas 11 dengan topik "Menerapkan Solusi Optimal dengan Merancang Struktur Data Kompleks Tipe Rekaman Data Persilangan Tanaman".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Informatika Kelas 11: Menerapkan Solusi Optimal dengan Merancang Struktur Data Kompleks Tipe Rekaman Data Persilangan Tanaman
Informatika - Kelas 11
Bab 4 Pertemuan 9
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Informatika — Kelas 11 (Fase F) Topik: Menerapkan Solusi Optimal dengan Merancang Struktur Data Kompleks Tipe Rekaman Data Persilangan Tanaman INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Aktivitas 1: Merancang Spesifikasi Struktur Data Kompleks Rekaman Persilangan TanamanEstimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tentukan rancangan struktur data tipe rekaman (struct/record) 'Tanaman' dengan mengisi tabel berikut untuk 5 atribut utama (ID, Nama Varietas, Genotipe, Fenotipe, Generasi) beserta tipe data yang paling optimal dan hemat memori! Ruang tabel jawaban 2. Rancang tipe data rekaman komposit yang lebih kompleks bernama 'HasilPersilangan' yang memuat data kedua tetua (Parent 1 dan Parent 2 bertipe 'Tanaman') dan koleksi keturunan (array/list of 'Tanaman'). Tuliskan definisi strukturnya dalam pseudocode atau notasi struktural! Tabel 3 kolom: [Nama Field | Tipe Data | Alasan Efisiensi Pemilihan Tipe Data] untuk pertanyaan 1, dan blok pseudocode definisi tipe rekaman 'HasilPersilangan' untuk pertanyaan 2. Kegiatan 2: Aktivitas 2: Menerapkan Algoritma Pembentukan Data Persilangan Berbasis Struktur RekamanEstimasi: 50 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Diberikan tetua P1 dengan genotipe 'BbTt' dan P2 dengan genotipe 'BbTt'. Tuliskan pseudocode atau langkah algoritma untuk menginisialisasi record 'HasilPersilangan' dan mengisi field 'daftarKeturunan' menggunakan perulangan kombinasi gamet secara optimal! 2. Bandingkan pendekatan penyimpanan data persilangan menggunakan 5 variabel array paralel terpisah (array_id, array_genotipe, array_fenotipe, dll.) versus 1 array of record 'Tanaman'. Jelaskan mengapa representasi struktur data rekaman kompleks merupakan solusi yang paling efisien dan optimal untuk pengelolaan ribuan data tanaman! Kolom teks pseudocode algoritma untuk pertanyaan 1, dan kotak uraian perbandingan (komparasi array paralel vs array of record) untuk pertanyaan 2. Kegiatan 3: Aktivitas 3: Verifikasi Ketepatan Solusi dan Optimasi Akses Data RekamanEstimasi: 45 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan struktur data HasilPersilangan yang telah diterapkan, buatlah fungsi/prosedur optimal 'HitungFrekuensiFenotipe(hasil: HasilPersilangan, targetFenotipe: string) -> integer' untuk menghitung jumlah tanaman yang memiliki fenotipe tertentu! 2. Jika data persilangan berkembang menjadi jutaan data keturunan, strategi optimasi apa yang dapat diterapkan pada struktur data rekaman tersebut agar pencarian fenotipe berlangsung instan (efisiensi waktu optimal)? Tuliskan pseudocode fungsi penghitungan pada kotak jawaban 1 dan deskripsi strategi optimasi struktur data pada kotak jawaban 2. REFLEKSI1. Bagaimana merancang struktur data tipe rekaman (record) membantumu menyederhanakan data persilangan tanaman yang rumit? 2. Bagian mana dari penerapan algoritma berbasis record komposit yang paling menantang dan bagaimana kamu menemukan solusinya? 3. Di bidang nyata apa lagi selain genetika tumbuhan kamu dapat menerapkan struktur data rekaman kompleks untuk menghasilkan solusi komputasi yang efisien? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.