LKPDPertemuan 7Bab 4Fase FSemester 2

LKPD Geografi Kelas 11: Mengamati Pola dan Karakteristik Fenomena Perubahan Iklim di Indonesia Berbasis Bukti Visual dan Spasial

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Geografi kelas 11 dengan topik "Mengamati Pola dan Karakteristik Fenomena Perubahan Iklim di Indonesia Berbasis Bukti Visual dan Spasial".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Geografi Kelas 11: Mengamati Pola dan Karakteristik Fenomena Perubahan Iklim di Indonesia Berbasis Bukti Visual dan Spasial

Geografi - Kelas 11

Bab 4 Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Geografi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Mengamati Pola dan Karakteristik Fenomena Perubahan Iklim di Indonesia Berbasis Bukti Visual dan Spasial

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranGeografi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMengamati Pola dan Karakteristik Fenomena Perubahan Iklim di Indonesia Berbasis Bukti Visual dan Spasial
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengamati fenomena perubahan iklim dan kebencanaan di Indonesia untuk memahami pola dan karakteristiknya

PETUNJUK UMUM

  • Cermati setiap data spasial, peta tematik, infografis, dan citra visual fenomena perubahan iklim serta kebencanaan yang disajikan pada setiap bagian LKPD.
  • Lakukan pengamatan secara seksama secara mandiri maupun bersama kelompok untuk mengenali pola sebaran dan karakteristik fisik fenomena tersebut.
  • Catat hasil pengamatanmu langsung pada format tabel dan ruang isian yang telah disediakan sesuai instruksi.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Pengamatan Spasial Pola Anomali Suhu dan Sebaran Titik Panas (Hotspot)

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Peta tematik anomali suhu permukaan laut Indonesia (BMKG)
  • Peta sebaran titik panas/kebakaran hutan Indonesia (KLHK/LAPAN)
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati lembar peta spasial anomali suhu permukaan laut Indonesia (periode El Nino/La Nina) dan peta sebaran hotspot kebakaran hutan dan lahan yang dibagikan guru.
  2. Identifikasi wilayah kepulauan Indonesia yang mengalami anomali kenaikan suhu dan konsentrasi sebaran titik panas tertinggi.
  3. Tuliskan hasil pengamatan sebaran spasial dan pola konsentrasinya ke dalam tabel perbandingan yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan pengamatan pada peta spasial sebaran titik panas (hotspot) di Indonesia, di pulau atau wilayah mana saja konsentrasi titik panas tertinggi teramati mengelompok (teraglomerasi)?

2. Lengkapi tabel hasil pengamatan pola spasial anomali suhu permukaan laut dan dampaknya terhadap sebaran fenomena kekeringan/kebasahan di wilayah barat dan timur Indonesia!

Ruang tabel jawaban

Tabel 2 kolom: Kolom 1 (Kawasan Pengamatan: Indonesia Bagian Barat, Indonesia Bagian Timur), Kolom 2 (Pola Karakteristik Suhu Permukaan Laut Teramati), Kolom 3 (Karakteristik Fenomena Iklim Teramati). Serta 2 baris isian singkat untuk pertanyaan nomor 1.

Kegiatan 2: Pengamatan Bukti Visual Karakteristik Bencana Hidrometeorologi dan Pesisir

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Foto serial temporal banjir rob pesisir utara Jawa
  • Citra satelit komparasi tutupan gletser Puncak Jaya Papua (BMKG/NASA)
  • Lembar gambar pengamatan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan rangkaian foto serial temporal banjir rob/abrasi pesisir (misal: Pesisir Utara Jawa) dan citra satelit pencairan tutupan es/gletser di Puncak Jaya Papua.
  2. Amati perubahan fisik bentang alam, batas garis pantai, atau luas tutupan salju yang tampak secara visual dari masa ke masa.
  3. Uraikan ciri-ciri visual yang menunjukkan perubahan fisik lingkungan akibat fenomena perubahan iklim tersebut.

Pertanyaan:

1. Tuliskan 3 karakteristik perubahan fisik yang teramati secara visual dari perbandingan foto serial garis pantai pesisir utara Jawa antara tahun 2010 dan kondisi terkini!

2. Berdasarkan citra visual tutupan es Puncak Jaya Papua dari beberapa dekade terakhir, bagaimanakah pola penyusutan luas gletser yang teramati?

Ruang uraian terstruktur masing-masing 4-5 baris untuk menuliskan deskripsi karakteristik visual dan pola perubahan bentang alam yang diamati.

Kegiatan 3: Pengamatan Grafik Tren Curah Hujan Ekstrem dan Siklus Bencana Alam

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Grafik tren anomali suhu rata-rata Indonesia (BMKG)
  • Grafik/diagram tren frekuensi bencana hidrometeorologi Indonesia (BNPB)
  • Buku catatan dan alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati grafik tren anomali suhu tahunan Indonesia serta diagram kejadian bencana hidrometeorologi (banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor) periode 10-20 tahun terakhir.
  2. Perhatikan pola gelombang fluktuasi, tren kenaikan/penurunan frekuensi bencana, serta hubungan visual antargrafik.
  3. Diskusikan hasil temuan pengamatan grafik bersama teman sebangku dan catat karakteristik tren yang teramati.

Pertanyaan:

1. Amati grafik frekuensi bencana hidrometeorologi di Indonesia selama 10 tahun terakhir. Bagaimanakah karakteristik pola kenaikan atau penurunan frekuensi kejadian banjir dan cuaca ekstrem yang teramati?

2. Dari hasil pengamatan visual terhadap grafik anomali suhu dan grafik kejadian bencana hidrometeorologi, karakteristik pola keterkaitan apa yang tampak jelas antara kenaikan suhu rata-rata wilayah dan intensitas fenomena cuaca ekstrem?

Format isian uraian hasil telaah grafik dan kotak catatan hasil diskusi kelompok (masing-masing 5 baris), dilengkapi ringkasan catatan penutup kelas.

REFLEKSI

1. Dari seluruh data peta, citra foto, dan grafik yang telah kamu amati hari ini, fenomena perubahan iklim mana yang pola perubahannya paling nyata terlihat di wilayah tempat tinggalmu?

2. Bagian data visual atau spasial mana yang paling membantumu memahami karakteristik bencana perubahan iklim di Indonesia secara konkret?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.