LKPD Geografi Kelas 11: Menguraikan Karakteristik Kebencanaan Hidrometeorologis sebagai Bagian Tak Terpisahkan dari Kondisi Alam Indonesia
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Geografi kelas 11 dengan topik "Menguraikan Karakteristik Kebencanaan Hidrometeorologis sebagai Bagian Tak Terpisahkan dari Kondisi Alam Indonesia".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Geografi Kelas 11: Menguraikan Karakteristik Kebencanaan Hidrometeorologis sebagai Bagian Tak Terpisahkan dari Kondisi Alam Indonesia
Geografi - Kelas 11
Bab 4 Pertemuan 5
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Geografi — Kelas 11 (Fase F) Topik: Menguraikan Karakteristik Kebencanaan Hidrometeorologis sebagai Bagian Tak Terpisahkan dari Kondisi Alam Indonesia INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Aktivitas 1: Menguraikan Faktor Alamiah Pembentuk Bencana Hidrometeorologis di IndonesiaEstimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan kondisi iklim tropis dan letak geografis kepulauan Indonesia, uraikan 3 (tiga) karakteristik kondisi alam Indonesia yang menyebabkan bencana hidrometeorologis menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika wilayah kita! 2. Lengkapi tabel uraian keterkaitan antara fenomena dinamika atmosfer/lautan alami (Monsun Asia/Barat, El Niño, dan La Niña) dengan tipe kebencanaan hidrometeorologis yang menyertainya di wilayah Indonesia! Ruang tabel jawaban Format jawaban nomor 1 berupa 3 paragraf uraian singkat. Format nomor 2 berupa tabel 3 baris dengan 3 kolom: Kolom 1 (Fenomena Alamiah Atmosfer/Laut), Kolom 2 (Proses Fisis yang Terjadi di Indonesia), Kolom 3 (Uraian Potensi Kebencanaan Hidrometeorologis yang Dihasilkan). Kegiatan 2: Aktivitas 2: Menguraikan Interelasi Kondisi Geomorfologi dan Bencana HidrometeorologisEstimasi: 45 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Uraikan mengapa wilayah lereng pegunungan curam di Indonesia secara alamiah memiliki kerentanan sangat tinggi terhadap bencana longsor dan banjir bandang ketika terjadi hujan dengan intensitas lebat! 2. Uraikan peran dataran aluvial pantai dan dataran banjir di bagian hilir sungai di Indonesia sebagai bentang alam alami pengendapan luapan air, serta jelaskan mengapa genangan banjir merupakan bagian dari siklus alamiah pembentukan daratan tersebut! Format jawaban berupa esai terstruktur masing-masing 1-2 paragraf yang mencakup unsur: kondisi bentang lahan, proses hidrometeorologis yang bekerja, dan uraian bentuk kebencanaannya. Kegiatan 3: Aktivitas 3: Menguraikan Posisi Wilayah Indonesia sebagai Laboratorium Bencana AlamEstimasi: 50 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Uraikan secara komprehensif mengapa predikat 'laboratorium bencana alam' melekat pada Indonesia, dengan menguraikan keterpaduan antara faktor iklim tropis basah, sirkulasi monsun kepulauan, dan dinamika relief kepulauan! Format jawaban berupa bagan alur konsep keterpaduan faktor alam Indonesia beserta paragraf narasi uraian kesimpulan kelompok (150-200 kata). Termasuk alokasi waktu untuk refleksi individu dan umpan balik. REFLEKSI1. Setelah menguraikan faktor-faktor alam Indonesia, bagaimana caramu memandang fenomena banjir dan longsor di sekitarmu: apakah hanya sebagai musibah, atau sebagai dinamika alam yang menuntut kesadaran manusia untuk menyesuaikan diri? 2. Bagian mana dari uraian karakteristik iklim dan bentang alam kepulauan Indonesia yang paling membuka wawasanmu tentang keterkaitan kondisi fisik alam dengan bencana? 3. Sikap kesiapsiagaan berkesadaran apa yang tumbuh dalam dirimu menyadari bahwa kita hidup di wilayah dengan karakteristik alam rawan bencana hidrometeorologis? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.