LKPDPertemuan 15Bab 4Fase FSemester 2

LKPD Geografi Kelas 11: Menyimpulkan Hasil Analisis Data Kausalitas Perubahan Iklim dan Kebencanaan untuk Menjawab Pertanyaan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Geografi kelas 11 dengan topik "Menyimpulkan Hasil Analisis Data Kausalitas Perubahan Iklim dan Kebencanaan untuk Menjawab Pertanyaan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Geografi Kelas 11: Menyimpulkan Hasil Analisis Data Kausalitas Perubahan Iklim dan Kebencanaan untuk Menjawab Pertanyaan

Geografi - Kelas 11

Bab 4 Pertemuan 15

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Geografi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menyimpulkan Hasil Analisis Data Kausalitas Perubahan Iklim dan Kebencanaan untuk Menjawab Pertanyaan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranGeografi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenyimpulkan Hasil Analisis Data Kausalitas Perubahan Iklim dan Kebencanaan untuk Menjawab Pertanyaan
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis data fenomena perubahan iklim dan kebencanaan di Indonesia dengan pendekatan ilmiah serta menyimpulkan hasil analisis untuk menjawab pertanyaan

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap sajian data (tabel dan narasi fenomena) dengan saksama secara berpasangan atau berkelompok.
  • Gunakan pendekatan berpikir ilmiah geografis untuk menelaah hubungan sebab-akibat (kausalitas) antara variabel perubahan iklim dan kejadian bencana.
  • Jawablah seluruh pertanyaan pada kolom ruang jawaban yang telah disediakan secara logis, berbasis bukti data, dan runtut.
  • Konsultasikan dengan guru jika menemui kendala dalam membaca data kuantitatif.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Data Kausalitas Anomali Suhu dan Frekuensi Bencana Hidrometeorologi

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Siswa
  • Alat tulis/kalkulator sederhana

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati Data Seri Tren Iklim dan Bencana Indonesia (Periode 2019-2023) berikut:
  2. Tahun 2019: Anomali Suhu Rata-rata +0,58 °C; Curah Hujan Ekstrem (hari/tahun) 32 hari; Kejadian Banjir & Longsor 1.250 kejadian.
  3. Tahun 2020: Anomali Suhu Rata-rata +0,71 °C; Curah Hujan Ekstrem (hari/tahun) 45 hari; Kejadian Banjir & Longsor 1.520 kejadian.
  4. Tahun 2021: Anomali Suhu Rata-rata +0,62 °C; Curah Hujan Ekstrem (hari/tahun) 39 hari; Kejadian Banjir & Longsor 1.390 kejadian.
  5. Tahun 2022: Anomali Suhu Rata-rata +0,75 °C; Curah Hujan Ekstrem (hari/tahun) 51 hari; Kejadian Banjir & Longsor 1.840 kejadian.
  6. Tahun 2023: Anomali Suhu Rata-rata +0,83 °C; Curah Hujan Ekstrem (hari/tahun) 58 hari; Kejadian Banjir & Longsor 2.110 kejadian.
  7. Bandingkan fluktuasi anomali suhu dengan frekuensi curah hujan ekstrem dan bencana banjir/longsor.
  8. Isi tabel analisis keterkaitan antarvariabel pada ruang jawaban yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan data seri 2019-2023, analisislah pola hubungan kausalitas antara peningkatan anomali suhu rata-rata permukaan dengan frekuensi hari hujan ekstrem di Indonesia!

2. Lengkapilah analisis data kausalitas dengan menjelaskan rantai pengaruh dari curah hujan ekstrem terhadap peningkatan bencana banjir dan longsor di Indonesia berdasarkan angka pada data!

Tuliskan hasil analisis dalam bentuk uraian ilmiah 1-2 paragraf per nomor yang memuat bukti angka dari data serta mekanisme kausalitas fisis atmosfer-hidrosfer-litosfer.

Kegiatan 2: Analisis Kausalitas Dampak Spasial Pesisir: Kenaikan Muka Air Laut dan Kejadian Banjir Rob

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Data perbandingan stasiun pengamatan pesisir pada LKPD
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pelajari data spasial wilayah pesisir utara Jawa berikut:
  2. Stasiun Pengamatan A (Pekalongan): Laju kenaikan muka air laut 0,8 cm/tahun; Rata-rata penurunan muka tanah 8,5 cm/tahun; Frekuensi banjir rob per tahun 72 kali; Luas genangan rob 1.150 hektar.
  3. Stasiun Pengamatan B (Semarang): Laju kenaikan muka air laut 0,7 cm/tahun; Rata-rata penurunan muka tanah 6,2 cm/tahun; Frekuensi banjir rob per tahun 54 kali; Luas genangan rob 860 hektar.
  4. Stasiun Pengamatan C (Tuban): Laju kenaikan muka air laut 0,5 cm/tahun; Rata-rata penurunan muka tanah 1,1 cm/tahun; Frekuensi banjir rob per tahun 14 kali; Luas genangan rob 120 hektar.
  5. Lakukan analisis perbandingan data untuk membuktikan peran perubahan iklim global terhadap bencana pesisir.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan ketiga stasiun pengamatan, variabel manakah yang mempercepat tingkat keparahan banjir rob pesisir dan bagaimana hubungan kausalitasnya dengan perubahan iklim global?

2. Jawablah pertanyaan ilmiah berikut berbasis data: Apakah kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim merupakan faktor tunggal penyebab luasnya genangan banjir rob di wilayah pesisir? Jelaskan bukti perbandingannya antara Pekalongan dan Tuban!

Tuliskan hasil analisis komparatif dalam format uraian logis yang menyandingkan data kuantitatif dari minimal dua stasiun pengamatan.

Kegiatan 3: Perumusan Simpulan Ilmiah untuk Menjawab Pertanyaan Penelitian Bencana Iklim

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar sintesis LKPD
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sintesiskan hasil analisis dari Kegiatan 1 dan Kegiatan 2.
  2. Gunakan seluruh temuan fakta dan hubungan kausalitas untuk merumuskan simpulan ilmiah yang tepat sasaran guna menjawab pertanyaan riset utama.
  3. Tuliskan simpulan secara komprehensif pada format terstruktur yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Rumuskan kesimpulan ilmiah komprehensif untuk menjawab pertanyaan riset: 'Bagaimanakah keterkaitan kausalitas fenomena perubahan iklim global terhadap tren peningkatan ancaman bencana di wilayah kepulauan Indonesia?'

Tuliskan rumusan simpulan akhir dalam bentuk paragraf terstruktur (memuat: premis data atmosfer, premis data pesisir, dan pernyataan simpulan kausalitas final).

REFLEKSI

1. Bagian analisis data mana yang paling memberikan pemahaman baru bagi saya tentang hubungan nyata perubahan iklim dengan bencana di sekitar kita?

2. Bagaimana penguasaan keterampilan menganalisis data secara ilmiah membantu saya bersikap lebih kritis terhadap berita atau klaim mengenai kebencanaan lingkungan?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.