LKPDPertemuan 14Bab 4Fase FSemester 2

LKPD Geografi Kelas 11: Menganalisis Data Fenomena Perubahan Iklim dan Kebencanaan di Indonesia dengan Pendekatan Ilmiah

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Geografi kelas 11 dengan topik "Menganalisis Data Fenomena Perubahan Iklim dan Kebencanaan di Indonesia dengan Pendekatan Ilmiah".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Geografi Kelas 11: Menganalisis Data Fenomena Perubahan Iklim dan Kebencanaan di Indonesia dengan Pendekatan Ilmiah

Geografi - Kelas 11

Bab 4 Pertemuan 14

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Geografi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Data Fenomena Perubahan Iklim dan Kebencanaan di Indonesia dengan Pendekatan Ilmiah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranGeografi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Data Fenomena Perubahan Iklim dan Kebencanaan di Indonesia dengan Pendekatan Ilmiah
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis data fenomena perubahan iklim dan kebencanaan di Indonesia dengan pendekatan ilmiah serta menyimpulkan hasil analisis untuk menjawab pertanyaan

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap sajian data (tabel dan grafik tren) dengan saksama dan teliti.
  • Bekerjalah secara mandiri atau bersama kelompok sesuai arahan pendidik.
  • Gunakan pendekatan ilmiah geografi dalam membaca pola, membandingkan variabel, dan merumuskan simpulan.
  • Tuliskan jawaban secara sistematis dan jelas pada lembar kerja yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Pola Data Anomali Suhu dan Tren Bencana Hidrometeorologi di Indonesia

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Tabel Data Anomali Suhu dan Bencana BMKG/BNPB
  • Alat tulis
  • Kalkulator (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan Tabel 1 yang menyajikan data rata-rata anomali suhu permukaan dan frekuensi bencana hidrometeorologi (banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem) di Indonesia periode 2018-2022.
  2. Data Tabel 1: (Tahun 2018: Anomali Suhu +0,38 °C, Frekuensi Bencana: 2.384 kejadian); (Tahun 2019: Anomali Suhu +0,58 °C, Frekuensi Bencana: 3.622 kejadian); (Tahun 2020: Anomali Suhu +0,42 °C, Frekuensi Bencana: 4.417 kejadian); (Tahun 2021: Anomali Suhu +0,36 °C, Frekuensi Bencana: 5.091 kejadian); (Tahun 2022: Anomali Suhu +0,45 °C, Frekuensi Bencana: 3.544 kejadian).
  3. Lakukan analisis terhadap pola perubahan data suhu dan hubungannya dengan tren kejadian bencana hidrometeorologi.
  4. Jawablah pertanyaan analisis data pada ruang jawaban yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Tabel 1, analisislah bagaimana kecenderungan umum fluktuasi anomali suhu dan frekuensi kejadian bencana hidrometeorologi di Indonesia selama kurun waktu 2018–2022!

2. Dengan pendekatan ilmiah keterkaitan variabel (interelasi), analisislah mengapa kenaikan suhu rata-rata (anomali positif) berkontribusi secara langsung terhadap peningkatan peristiwa cuaca ekstrem dan banjir!

Tuliskan hasil analisis dalam 2 paragraf argumentatif pada lembar bergaris (masing-masing 3-5 kalimat logis berbasis data).

Kegiatan 2: Analisis Komparasi Data Spasial Kebencanaan dan Variabilitas Iklim Antarwilayah

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar matriks perbandingan data spasial
  • Alat tulis
  • Penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati ringkasan data komparasi dampak iklim dan kebencanaan di dua wilayah: Wilayah A (Pesisir Pantai Utara Jawa: laju kenaikan air laut 0,8 cm/tahun, penurunan muka tanah 4–10 cm/tahun, frekuensi banjir rob 18 kali/tahun); Wilayah B (Kawasan Pegunungan Sumatera Barat: anomali curah hujan ekstrem meningkat 28% di atas normal, frekuensi longsor 24 kali/tahun).
  2. Kelompokkan komponen data berdasarkan parameter pemicu iklim, kondisi fisik keruangan, serta jenis bencana yang dominan.
  3. Isilah tabel matriks komparasi data ilmiah dan jawab pertanyaan analisisnya.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah matriks komparasi analisis ilmiah mengenai perbedaan karakteristik pemicu fenomena iklim, kondisi lingkungan fisik, serta jenis bencana utama antara Wilayah A dan Wilayah B!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan data matriks tersebut, analisislah faktor pembeda utama yang menyebabkan perbedaan tipe bencana di kedua wilayah meski keduanya sama-sama dipengaruhi oleh fenomena perubahan iklim global!

Isi matriks tabel 4 kolom (Wilayah, Faktor Pemicu Iklim, Kondisi Fisik Morfologi, Bencana Dominan) dilanjutkan penjelasan analisis komparasi 1 paragraf.

Kegiatan 3: Menyimpulkan Hasil Analisis Ilmiah untuk Menjawab Pertanyaan Kunci Perubahan Iklim

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar rangkuman data Kegiatan 1 dan 2
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Tinjau kembali temuan analisis dari Kegiatan 1 dan Kegiatan 2 secara menyeluruh.
  2. Rumuskan simpulan ilmiah yang sahih dan berbasis bukti data untuk menjawab pertanyaan investigasi utama geografi.
  3. Kerjakan secara mandiri dan cermat, kemudian siapkan diri untuk sesi penutupan dan refleksi pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Jawablah pertanyaan kunci penyelidikan ilmiah ini dengan menyimpulkan hasil analisis: 'Bagaimanakah perubahan iklim global secara nyata mengubah tingkat kerentanan dan frekuensi kebencanaan di Indonesia?' Buktikan simpulanmu dengan mengintegrasikan data tren suhu, anomali presipitasi, dan kondisi keruangan!

Tuliskan rumusan simpulan ilmiah terstruktur (memuat premis data empiris, pola mekanisme keterkaitan, dan pernyataan simpulan akhir) sebanyak 1-2 paragraf.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari langkah analisis data (membaca tren angka, mengaitkan variabel, atau menyusun simpulan ilmiah) yang paling menantang bagimu, dan bagaimana kamu mengatasinya?

2. Setelah menganalisis data empiris kebencanaan di Indonesia, bagaimana pemahamanmu berubah mengenai urgensi menghadapi isu perubahan iklim di sekitarmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.