LKPDPertemuan 7Bab 3Fase FSemester 2

LKPD Geografi Kelas 11: Menganalisis Pola Persebaran dan Kepadatan Geografi Penduduk Antarwilayah di Indonesia

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Geografi kelas 11 dengan topik "Menganalisis Pola Persebaran dan Kepadatan Geografi Penduduk Antarwilayah di Indonesia".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Geografi Kelas 11: Menganalisis Pola Persebaran dan Kepadatan Geografi Penduduk Antarwilayah di Indonesia

Geografi - Kelas 11

Bab 3 Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Geografi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Pola Persebaran dan Kepadatan Geografi Penduduk Antarwilayah di Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranGeografi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Pola Persebaran dan Kepadatan Geografi Penduduk Antarwilayah di Indonesia
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis karakteristik geografi penduduk di wilayah Indonesia

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah data kependudukan dan stimulus geografi yang disajikan dengan cermat.
  • Bekerjalah secara aktif dalam kelompok untuk menganalisis data persebaran dan kepadatan penduduk antarwilayah di Indonesia.
  • Gunakan konsep geografi (seperti aglomerasi, morfologi, keterjangkauan, dan diferensiasi area) untuk membedah alasan perbedaan karakteristik geografi penduduk.
  • Tuliskan hasil analisis secara runtut dan jelas pada ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Perbandingan Data Kepadatan dan Pola Persebaran Penduduk Antarwilayah

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Siswa
  • Kalkulator/Alat tulis
  • Peta persebaran penduduk Indonesia

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati tabel ringkasan data kependudukan Indonesia berikut:
  2. 1) Wilayah Pulau Jawa: Luas daratan ~7% dari total luas wilayah Indonesia, menampung ~56% total penduduk Indonesia, kepadatan rata-rata >1.100 jiwa/km².
  3. 2) Wilayah Pulau Kalimantan: Luas daratan ~28% dari total luas wilayah Indonesia, menampung ~6% total penduduk Indonesia, kepadatan rata-rata ~30 jiwa/km².
  4. 3) Wilayah Papua: Luas daratan ~22% dari total luas wilayah Indonesia, menampung ~2% total penduduk Indonesia, kepadatan rata-rata ~12 jiwa/km².
  5. Jawablah pertanyaan analisis pola persebaran dan kepadatan penduduk berdasarkan data tersebut pada format yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan data proporsi luas wilayah dan persentase penduduk di atas, analisis perbedaan karakteristik kepadatan penduduk antara Pulau Jawa dengan pulau-pulau di luar Pulau Jawa (Kalimantan dan Papua)!

2. Lengkapilah tabel analisis perbandingan kondisi kependudukan untuk Pulau Jawa, Kalimantan, dan Papua berdasarkan data luas, populasi, dan klasifikasi pola persebarannya!

Ruang tabel jawaban

Nomor 1: Tuliskan uraian analisis perbandingan dalam 1-2 paragraf. Nomor 2: Tuliskan dalam format tabel 4 kolom (Kolom: Wilayah/Pulau, Persentase Luas Daratan, Persentase Populasi Nasional, Klasifikasi Pola Persebaran Penduduk).

Kegiatan 2: Investigasi Faktor Geografis Penentu Karakteristik dan Pola Kependudukan

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Peta Fisiografi/Topografi Indonesia
  • Buku teks Geografi Kelas XI Bab 3

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bekerjalah dalam kelompok kecil (3-4 orang).
  2. Analisis keterkaitan antara faktor fisik (kondisi tanah vulkanik, fisiografi, ketersediaan air) dan faktor non-fisik (aksesibilitas, pusat pertumbuhan ekonomi, infrastruktur) terhadap pemusatan atau kelangkaan penduduk.
  3. Gunakan pendekatan geografi untuk menjawab pertanyaan analisis faktor penentu karakteristik penduduk berikut.

Pertanyaan:

1. Analisis 2 faktor fisik dan 2 faktor sosial-ekonomi yang menyebabkan karakteristik kepadatan penduduk di Pulau Jawa jauh lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah Papua!

2. Bagaimana karakteristik bentang alam (morfologi wilayah) di Kalimantan memengaruhi pola permukiman dan persebaran penduduk di wilayah tersebut?

Nomor 1: Tuliskan hasil analisis dalam bentuk rincian terstruktur (Faktor Fisik vs Faktor Sosial-Ekonomi). Nomor 2: Tuliskan uraian hubungan keterkaitan morfologi dengan pola persebaran dalam 1 paragraf sistematis.

Kegiatan 3: Analisis Kritis Implikasi Spasial Karakteristik Kependudukan Antarwilayah

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Catatan
  • Peta Tematik Kependudukan Indonesia

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan implikasi geografis dari fenomena pemusatan penduduk di satu pulau versus pulau-pulau lain yang berpenduduk jarang.
  2. Susun kesimpulan analisis kelompok mengenai karakteristik geografi penduduk di Indonesia beserta implikasi spasialnya.
  3. Selesaikan pertanyaan evaluatif berikut, dilanjutkan dengan pengisian refleksi pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Lakukan analisis terhadap implikasi keruangan (daya dukung lingkungan dan beban ruang) yang muncul akibat karakteristik persebaran penduduk yang tidak merata antara Jawa dan luar Jawa!

2. Berdasarkan seluruh rangkaian data dan fakta yang telah dianalisis, simpulkan 3 ciri utama karakteristik geografi penduduk di wilayah Indonesia!

Tuliskan hasil diskusi pada lembar bergaris yang disediakan dengan membedakan poin implikasi keruangan Jawa vs Luar Jawa, serta menyusun 3 butir kesimpulan karakteristik kependudukan.

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis data kependudukan hari ini, fakta apa mengenai karakteristik persebaran penduduk di Indonesia yang paling membuka pemahaman barumu?

2. Bagaimana kondisi kepadatan penduduk di wilayah tempat tinggalmu sendiri jika dibandingkan dengan rata-rata nasional yang telah kamu pelajari?

3. Menurut pemahamanmu, faktor geografis apa yang paling dominan membentuk karakteristik persebaran penduduk di daerah sekitarmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.