LKPD Geografi Kelas 11: Menganalisis Kuantitas Penduduk, Komposisi, dan Struktur Piramida Penduduk di Wilayah Indonesia
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Geografi kelas 11 dengan topik "Menganalisis Kuantitas Penduduk, Komposisi, dan Struktur Piramida Penduduk di Wilayah Indonesia".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Geografi Kelas 11: Menganalisis Kuantitas Penduduk, Komposisi, dan Struktur Piramida Penduduk di Wilayah Indonesia
Geografi - Kelas 11
Bab 3 Pertemuan 5
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Geografi — Kelas 11 (Fase F) Topik: Menganalisis Kuantitas Penduduk, Komposisi, dan Struktur Piramida Penduduk di Wilayah Indonesia INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Analisis Kuantitas dan Distribusi Rasio Jenis Kelamin Penduduk IndonesiaEstimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan data kependudukan tersebut, analisislah faktor penyebab mengapa mayoritas wilayah Indonesia memiliki rasio jenis kelamin di atas 100, namun provinsi seperti DI Yogyakarta dan Sulawesi Selatan justru memiliki rasio jenis kelamin di bawah 100! 2. Lengkapilah analisis perbandingan karakteristik rasio jenis kelamin dan dampaknya terhadap karakteristik geografi penduduk pada tabel kerja! Ruang tabel jawaban Format tabel analisis 4 kolom: [Nama Wilayah | Karakteristik Rasio Jenis Kelamin | Faktor Geografis/Demografis Pembentuk | Ciri Geografis Penduduk yang Terbentuk]. Baris 1: DI Yogyakarta, Baris 2: Papua. Kegiatan 2: Analisis Bentuk Piramida Penduduk dan Struktur Usia di IndonesiaEstimasi: 45 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Analisislah bentuk struktur piramida penduduk Indonesia saat ini berdasarkan pergeseran dari bentuk ekspansif ke arah stasioner! Ciri-ciri struktur penduduk apa saja yang tampak pada kelompok usia belum produktif (0-14), produktif (15-64), dan lansia (65+)? 2. Berdasarkan struktur usia yang mendominasi pada piramida penduduk Indonesia, analisislah angka beban ketergantungan (dependency ratio) dan karakteristik sosial-spasial penduduk yang timbul di wilayah perkotaan maupun perdesaan! Tuliskan jawaban dalam format uraian analitis sistematis 2-3 paragraf per nomor pada kolom uraian yang disediakan. Kegiatan 3: Investigasi Analitis: Komparasi Karakteristik Penduduk Antarprovinsi di IndonesiaEstimasi: 50 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Bandingkan dan analisislah perbedaan karakteristik geografi penduduk antara wilayah perkotaan aglomerasi (seperti DKI Jakarta) dengan wilayah kepulauan/agraris (seperti NTT) ditinjau dari tiga aspek: kuantitas/kepadatan, struktur usia dominan, dan bentuk piramida penduduknya! Ruang tabel jawaban 2. Berdasarkan analisis perbandingan piramida dan struktur penduduk kedua wilayah tersebut, simpulkan mengapa kebijakan penyediaan fasilitas umum (seperti kebutuhan sarana pendidikan vs kebutuhan perumahan/lapangan kerja) harus berbeda di antara kedua wilayah tersebut! Format matriks komparasi 4 baris x 3 kolom [Aspek Komparasi | Karakteristik Provinsi Tipe Perkotaan (DKI) | Karakteristik Provinsi Tipe Kepulauan/Agraris (NTT)] dilanjutkan kolom kesimpulan keterkaitan karakteristik wilayah (1 paragraf). REFLEKSI1. Setelah menganalisis struktur piramida penduduk Indonesia hari ini, posisi kelompok umur manakah kalian saat ini dan apa peran karakteristik kelompok umur kalian dalam mendukung dinamika kependudukan nasional? 2. Bagaimana pemahaman tentang komposisi usia dan rasio jenis kelamin membantu kalian memahami kondisi lingkungan tempat tinggal kalian sendiri? 3. Bagian analisis kependudukan mana yang dirasa paling menantang dan bagaimana kerja sama kelompok membantu mengatasinya? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.