LKPD Geografi Kelas 11: Menganalisis Permasalahan Lingkungan Hidup Lokal dan Upaya Pengelolaan Berkelanjutan di Indonesia
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Geografi kelas 11 dengan topik "Menganalisis Permasalahan Lingkungan Hidup Lokal dan Upaya Pengelolaan Berkelanjutan di Indonesia".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Geografi Kelas 11: Menganalisis Permasalahan Lingkungan Hidup Lokal dan Upaya Pengelolaan Berkelanjutan di Indonesia
Geografi - Kelas 11
Bab 3 Pertemuan 4
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Geografi — Kelas 11 (Fase F) Topik: Menganalisis Permasalahan Lingkungan Hidup Lokal dan Upaya Pengelolaan Berkelanjutan di Indonesia INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Analisis Keterikatan Komponen Fisik Alami dan Lingkungan Hidup IndonesiaEstimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan karakteristik geologis kepulauan Indonesia yang berada pada jalur busur vulkanik aktif, analisislah bagaimana kondisi tanah vulkanik dan curah hujan tropis yang tinggi menjadi bagian tak terpisahkan dalam membentuk keseimbangan ekosistem hutan hujan tropis di pegunungan! 2. Lengkapilah analisis komparasi mengenai hubungan integral antara bentang alam dan fungsi lingkungan hidup pada 3 zona alam Indonesia berikut ke dalam tabel:
Ruang tabel jawaban Format uraian nomor 1 dituliskan dalam 1-2 paragraf analisis terstruktur. Format nomor 2 menggunakan tabel 3 kolom: Kolom 1 (Zona Bentang Alam Alami), Kolom 2 (Karakter Fisik Alam Indonesia: Iklim/Geologi/Geomorfologi), Kolom 3 (Analisis Keterkaitan dan Fungsi Lingkungan Hidup). Kegiatan 2: Analisis Gangguan Lingkungan Hidup terhadap Keseimbangan Kondisi Alam LokalEstimasi: 45 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Pada kasus penambangan timah di Bangka Belitung, analisislah bagaimana alih fungsi lahan dan pembentukan kolong-kolong tambang mengubah siklus hidrologi air tanah dan struktur bentang alam setempat! 2. Berdasarkan pendekatan keruangan, analisislah rantai dampak kerusakan lingkungan di daerah hulu DAS Citarum terhadap stabilitas kondisi alam di wilayah hilir! Nomor 1 dijawab berupa uraian analisis sistem kausalitas bentang alam. Nomor 2 dituliskan dalam diagram alir (flowchart) sebab-akibat yang menghubungkan: Perubahan Bentang Alam Hulu -> Proses Fisik Degradasi -> Dampak Lingkungan Keruangan di Hilir disertai penjelasan sintesis 1 paragraf. Kegiatan 3: Analisis Pengelolaan Berkelanjutan Berbasis Karakteristik Alamiah KepulauanEstimasi: 50 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Analisislah mengapa prinsip pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan di Indonesia (seperti reforestasi daerah tangkapan air dan penataan zonasi pesisir) mutlak harus memperhitungkan karakteristik fisik alam (curah hujan tinggi, kerentanan seismik, serta sifat kepulauan), bukan sekadar meniru pola dari negara kontinental? Dituliskan dalam bentuk paragraf argumentasi analitis (minimal 150 kata) yang mengaitkan parameter kondisi fisik alam Indonesia (iklim/geologi/morfologi) dengan prinsip pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan. REFLEKSI1. Bagaimana pandanganmu kini mengenai hubungan antara lingkungan hidup di sekitarmu dengan kondisi fisik alam Indonesia secara menyeluruh? 2. Bagian proses analisis mana yang paling membantumu memahami bahwa kerusakan lingkungan hidup secara nyata merusak keseimbangan bentang alam Nusantara? 3. Sikap sadar lingkungan apa yang dapat kamu terapkan secara nyata dengan menyadari keterbatasan daya dukung alam di wilayah tempat tinggalmu? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.