LKPDPertemuan 1Bab 3Fase FSemester 2

LKPD Geografi Kelas 11: Menganalisis Konsep Dasar Lingkungan Hidup dan Ekosistem dalam Bentang Alam Indonesia

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Geografi kelas 11 dengan topik "Menganalisis Konsep Dasar Lingkungan Hidup dan Ekosistem dalam Bentang Alam Indonesia".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Geografi Kelas 11: Menganalisis Konsep Dasar Lingkungan Hidup dan Ekosistem dalam Bentang Alam Indonesia

Geografi - Kelas 11

Bab 3 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Geografi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Konsep Dasar Lingkungan Hidup dan Ekosistem dalam Bentang Alam Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranGeografi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Konsep Dasar Lingkungan Hidup dan Ekosistem dalam Bentang Alam Indonesia
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis lingkungan hidup sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kondisi alam Indonesia

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah instruksi pada setiap kegiatan dengan cermat.
  • Bekerjasamalah secara aktif dalam kelompok untuk kegiatan analisis dan diskusi.
  • Gunakan sumber belajar Buku Teks Geografi Kelas 11 Bab 3 atau literatur geografi terpercaya untuk memperkuat analisis.
  • Jawablah seluruh pertanyaan pada format ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Hubungan Komponen Abiotik dan Biotik pada Ekosistem Bentang Alam Indonesia

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Geografi Kelas 11 Bab 3
  • Peta Fisiografis/Bentang Alam Indonesia
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati ringkasan data bentang alam Indonesia: Indonesia memiliki iklim tropis dengan curah hujan tinggi, gugusan gunung api aktif (ring of fire), dan wilayah perairan laut yang sangat luas.
  2. Analisislah bagaimana komponen abiotik khas Indonesia tersebut membentuk karakteristik ekosistem dan komponen biotik di dalamnya.
  3. Isilah tabel analisis keterkaitan komponen lingkungan hidup yang telah disediakan.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah analisis keterkaitan antara kondisi abiotik (kondisi fisik alam) dan respons komponen biotik pada tiga bentang alam khas Indonesia: (a) Hutan Hujan Tropis Dataran Rendah, (b) Lereng Gunung Api Aktif, dan (c) Wilayah Pesisir Paparan Dangkal (Sundaland/Sahul)!

Ruang tabel jawaban

Tabel 4 Kolom: Kolom 1 (Bentang Alam Khas Indonesia), Kolom 2 (Karakteristik Kondisi Fisik Abiotik), Kolom 3 (Karakteristik Komponen Biotik), Kolom 4 (Analisis Keterikatan: Hubungan Sebab-Akibat Abiotik-Biotik).

Kegiatan 2: Analisis Lingkungan Hidup sebagai Kesatuan Tak Terpisahkan dari Letak Geografis dan Geologis Indonesia

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Panduan Guru & Siswa Geografi Kelas 11
  • Atlas Geografi Indonesia

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan dalam kelompok mengenai kedudukan lingkungan hidup Indonesia yang terbentuk secara alami oleh faktor letak astronomis, geografis, dan geologis.
  2. Jawablah pertanyaan analisis berdasarkan prinsip interelasi dan keterkaitan keruangan kondisi alam Indonesia.

Pertanyaan:

1. Mengapa lingkungan hidup di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari posisi geologisnya yang berada pada pertemuan lempeng tektonik aktif dan busur vulkanik? Analisislah peran siklus materi vulkanik terhadap daya lenting lingkungan hidup di Indonesia!

2. Analisislah bagaimana posisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan di antara dua samudra membentuk sistem hidrologi dan iklim monsun yang menjadi penentu batas toleransi kehidupan flora dan fauna darat maupun perairan!

Kolom teks terstruktur untuk Jawaban Nomor 1 dan Nomor 2 dengan panjang masing-masing minimal 1 paragraf analisis mendalam.

Kegiatan 3: Analisis Kritis Dampak Perubahan Salah Satu Komponen Alam terhadap Keutuhan Ekosistem

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja/kertas berpetak
  • Buku Siswa Geografi Kelas 11

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Simak studi kasus ringkas: 'Wilayah ekosistem rawa gambut di Sumatra dan Kalimantan terbentuk alami di atas cekungan sedimen organik basah dengan muka air tanah tinggi. Jika komponen hidrologi alami ini terganggu (misal pengeringan melalui kanal buatan), terjadi perubahan drastis pada seluruh tatanan lingkungan.'
  2. Analisislah rantai interaksi sebab-akibat antarunsur lingkungan hidup jika satu komponen bentang alam tersebut diubah secara mendasar.
  3. Sajikan hasil analisis dalam bentuk diagram alir rantai dampak keruangan disertai penjelasan singkat.
  4. Selesaikan kegiatan dengan mengisi refleksi akhir pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan studi kasus ekosistem rawa gambut, analisislah rantai dampak yang terjadi terhadap komponen abiotik lain dan komponen biotik apabila kondisi hidrologi (tinggi muka air tanah) mengalami penurunan drastis!

2. Simpulkan mengapa lingkungan hidup harus dipandang sebagai satu kesatuan sistem bentang alam yang holistik dan tak terpisahkan, bukan kumpulan elemen yang berdiri sendiri-sendiri!

Diagram alir kotak panah rantai sebab-akibat (Hidrologi Terganggu -> Dampak Fisik/Kimia Tanah -> Dampak Vegetasi/Fauna -> Dampak Sistem Ekosistem Total) serta ruang paragraf kesimpulan holistik.

REFLEKSI

1. Bagian analisis mana yang paling membuka pemahamanmu bahwa bentang alam tempat tinggalmu dan ekosistem di sekitarnya saling bertalian erat?

2. Setelah menganalisis keterkaitan kondisi fisik alam Indonesia dan lingkungannya, bagaimana cara pandangmu berubah mengenai status lingkungan hidup di sekitarmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.