LKPDPertemuan 4Bab 2Fase FSemester 1

LKPD Geografi Kelas 11: Mengamati Fenomena Kerusakan Habitat terhadap Pola Keanekaragaman Hayati Dunia

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Geografi kelas 11 dengan topik "Mengamati Fenomena Kerusakan Habitat terhadap Pola Keanekaragaman Hayati Dunia".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Geografi Kelas 11: Mengamati Fenomena Kerusakan Habitat terhadap Pola Keanekaragaman Hayati Dunia

Geografi - Kelas 11

Bab 2 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Geografi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Mengamati Fenomena Kerusakan Habitat terhadap Pola Keanekaragaman Hayati Dunia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranGeografi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMengamati Fenomena Kerusakan Habitat terhadap Pola Keanekaragaman Hayati Dunia
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengamati fenomena di Indonesia dan/atau dunia untuk memahami pola keanekaragaman hayati

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi kerja dan bahan sajian fenomena dengan saksama secara berpasangan atau mandiri.
  • Lakukan pengamatan secara objektif, teliti, dan fokus pada data pola spasial fenomena kerusakan habitat dan persebaran keanekaragaman hayati yang disajikan.
  • Tuliskan seluruh hasil observasi, pencatatan data, dan kesimpulan langsung pada format ruang jawaban yang tersedia.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Observasi Data Spasial: Pola Kerusakan Habitat Hutan Tropis Dunia

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Teks ringkasan data fenomena deforestasi global
  • Alat tulis
  • Peta dunia zona biogeografi (jika tersedia)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati ringkasan data fenomena deforestasi dan fragmentasi habitat dunia berikut:
  2. 1. Kawasan Hutan Amazon (Neotropik): Hilangnya kanopi hutan primer seluas ~1,5-2 juta hektar per tahun, menyebabkan isolasi kantong habitat mamalia pohon dan burung endemik.
  3. 2. Kawasan Hutan Basin Kongo (Afrotropik): Pembukaan lahan dan degradasi hutan primer mencapai ~0,5 juta hektar per tahun, memecah koridor alami gorila dataran rendah dan gajah hutan.
  4. 3. Kawasan Hutan Hujan Dangkalan Sunda / Indonesia (Oriental/Australis): Konversi hutan dataran rendah tropis di Sumatra dan Kalimantan seluas ~0,8 juta hektar per dekade, memutus wilayah jelajah orangutan dan harimau.
  5. Lakukan pencatatan hasil pengamatan terhadap keteraturan pola kerusakan habitat pada ketiga kawasan tropis tersebut ke dalam tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan data sajian di atas, catatlah wilayah biogeografi, bentuk fenomena kerusakan habitat yang terjadi, serta kelompok fauna terdampak dalam tabel pengamatan.

Ruang tabel jawaban

2. Dari hasil pencatatan tabel, pola geografis apa yang tampak serupa terkait lokasi konsentrasi kerusakan habitat di tingkat global?

Tabel 3 baris: Kolom 1 (Wilayah Biogeografi), Kolom 2 (Bentuk Kerusakan Habitat Teramati), Kolom 3 (Kelompok Fauna Terdampak). Dilanjutkan 2 baris isian teks untuk deskripsi keteraturan pola geografis.

Kegiatan 2: Pengamatan Komparatif: Fenomena Kerusakan Habitat Darat vs Laut

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar komparasi studi kasus Wallacea dan Coral Triangle
  • Pena/pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati dua kasus fenomena perubahan habitat berikut:
  2. Kasus A (Ekosistem Terestrial - Wallacea): Alih fungsi hutan primer dataran rendah di Sulawesi dan Maluku menjadi permukiman dan tambang, menyebabkan penyempitan habitat burung kakatua jambul kuning dan anoa.
  3. Kasus B (Ekosistem Laut - Segitiga Terumbu Karang Dunia/Coral Triangle): Kenaikan suhu permukaan laut dan destructive fishing memicu pemutihan karang (coral bleaching) lebih dari 30% area karang, menurunkan kekayaan spesies ikan karang.
  4. Bandingkan data hasil pengamatan kedua kasus tersebut untuk mengenali pola ancaman terhadap keanekaragaman hayati.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel perbandingan untuk mengamati perbedaan karakteristik fenomena kerusakan habitat antara ekosistem darat (Wallacea) dan ekosistem perairan (Coral Triangle).

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan pengamatan kedua kasus, bagaimanakah pola perubahan sebaran populasi spesies ketika struktur habitat aslinya mengalami kerusakan fisik?

Tabel komparasi 2 kolom (Ekosistem Darat vs Ekosistem Laut) dengan 4 aspek baris (Tipe Ekosistem, Faktor Kerusakan, Tanda Fisik, Spesies Terdampak), serta 3 baris uraian singkat pola perubahan sebaran.

Kegiatan 3: Sintesis Pengamatan Lapangan/Kawasan Sekitar dan Pemetaan Pola Hayati

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Catatan observasi lokal/lingkungan sekolah/daerah setempat
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amatilah fenomena perubahan tutupan vegetasi atau lingkungan hidup di lingkungan tempat tinggal atau daerah sekitar kalian.
  2. Identifikasi satu fenomena perubahan/kerusakan habitat lokal yang dapat diamati secara langsung atau melalui dokumentasi visual lokal.
  3. Catat elemen-elemen pengamatan sesuai format yang ditentukan.
  4. Lanjutkan dengan mengisi refleksi diri pada bagian akhir kegiatan.

Pertanyaan:

1. Tuliskan hasil pengamatan fenomena kerusakan habitat lokal mencakup: (a) Lokasi pengamatan, (b) Tipe habitat awal, (c) Fenomena perubahan/kerusakan fisik yang teramati, dan (d) Pola perubahan keberadaan flora/fauna yang tampak berkurang.

2. Berdasarkan seluruh rangkaian pengamatan dari skala dunia, Indonesia, hingga lokal, rumuskan kesimpulan mengenai keterkaitan antara fenomena kerusakan habitat dengan pola keanekaragaman hayati.

Format isian terstruktur 4 butir (a, b, c, d) untuk data lokal, 1 kolom uraian kesimpulan (4-5 baris), dan ruang khusus refleksi murid.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari pengamatan pola spasial keanekaragaman hayati dunia dan lokal yang paling memperjelas pemahamanmu tentang kondisi bumi saat ini?

2. Ketika mengamati fenomena kerusakan habitat di sekitar tempat tinggalmu, perubahan apa pada keberadaan tumbuhan atau hewan yang paling jelas terlihat olehmu?

3. Langkah pengamatan mandiri apa yang ingin kamu lakukan lebih lanjut untuk memantau keberadaan flora atau fauna di lingkungan sekitarmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.