LKPDPertemuan 13Bab 2Fase FSemester 1

LKPD Geografi Kelas 11: Menyimpulkan Hasil Analisis Pola Keanekaragaman Hayati Indonesia dan Dunia untuk Menjawab Pertanyaan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Geografi kelas 11 dengan topik "Menyimpulkan Hasil Analisis Pola Keanekaragaman Hayati Indonesia dan Dunia untuk Menjawab Pertanyaan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Geografi Kelas 11: Menyimpulkan Hasil Analisis Pola Keanekaragaman Hayati Indonesia dan Dunia untuk Menjawab Pertanyaan

Geografi - Kelas 11

Bab 2 Pertemuan 13

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Geografi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menyimpulkan Hasil Analisis Pola Keanekaragaman Hayati Indonesia dan Dunia untuk Menjawab Pertanyaan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranGeografi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenyimpulkan Hasil Analisis Pola Keanekaragaman Hayati Indonesia dan Dunia untuk Menjawab Pertanyaan
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis data dengan pendekatan ilmiah dan menyimpulkan hasil analisis tentang pola keanekaragaman hayati untuk menjawab pertanyaan

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap sajian data kuantitatif dan spasial pola keanekaragaman hayati dengan saksama.
  • Lakukan analisis data secara objektif menggunakan data pendukung yang disediakan dalam lembar kerja.
  • Tarik kesimpulan berbasis bukti ilmiah untuk menjawab pertanyaan inti penyelidikan geografis.
  • Bekerjalah secara kolaboratif dalam kelompok dan catat hasil analisis pada format ruang jawaban yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Pola Gradien Lintang dan Karakteristik Bioma Dunia

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Kalkulator sederhana/penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati tabel data biogeografi dunia berikut: 1. Wilayah Ekuatorial (0°-10° LU/LS): Curah hujan >2000 mm/tahun, Suhu rata-rata 26-28°C, Estimasi kekayaan spesies pohon >250 spesies/hektar (Bioma Hutan Hujan Tropis). 2. Wilayah Subtropis/Sedang (35°-50° LU/LS): Curah hujan 750-1500 mm/tahun, Suhu rata-rata 10-18°C, Estimasi kekayaan spesies pohon 20-40 spesies/hektar (Bioma Hutan Gugur). 3. Wilayah Boreal/Kutub (60°-70° LU): Curah hujan <400 mm/tahun, Suhu rata-rata -5 sampai 5°C, Estimasi kekayaan spesies pohon 1-5 spesies/hektar (Bioma Taiga/Tundra).
  2. Analisislah hubungan antara posisi lintang (faktor iklim: insolasi, suhu, presipitasi) dengan kekayaan spesies pohon.
  3. Jawab pertanyaan analisis pada tabel kerja yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan data ketiga wilayah tersebut, analisislah bagaimana kecenderungan (tren) pola kekayaan jenis hayati dari wilayah ekuator menuju kutub!

2. Faktor klimatis apa yang paling signifikan menjadi pembatas (limiting factor) rendahnya keanekaragaman spesies pada bioma taiga/tundra berdasarkan data?

Tuliskan hasil analisis dalam bentuk paragraf eksplanatif analitis untuk butir 1 (minimal memuat tren perubahan angka dan penjelasan faktor iklim) dan isian kata/frasa kunci spesifik untuk butir 2 pada kolom lembar kerja.

Kegiatan 2: Analisis Komparasi Data Spasial Fauna Indonesia (Asiatis, Peralihan, Australis)

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar matriks perbandingan data
  • Peta garis Wallace dan Lydekker

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati tabel perbandingan proporsi kekayaan taksa mamalia dan aves di tiga zona biogeografi Indonesia berikut: - Zona Dangkalan Sunda / Asiatis (Sumatra, Jawa, Kalimantan): Didominasi mamalia plasental berukuran besar (Gajah, Badak, Orangutan), jenis kera/primata tinggi, burung berbulu tidak mencolok namun bersuara merdu. - Zona Wallacea / Peralihan (Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku): Mamalia berukuran sedang dengan tingkat endemisitas sangat tinggi (>60%, contoh: Anoa, Babirusa, Tarsius), percampuran taksa barat dan timur. - Zona Dangkalan Sahul / Australis (Papua dan pulau sekitarnya): Didominasi mamalia berkantung (Marsupialia, misal: Kanguru pohon, Kuskus), ketiadaan kera asli, burung berbulu warna-warni cerah (Cenderawasih, Kasuari).
  2. Analisislah hubungan keterisolasian geografis masa lampau (paleogeografi/garis Wallace-Weber) terhadap kemunculan pola fauna tersebut.
  3. Lengkapi tabel analisis perbandingan untuk menyimpulkan faktor pengendali pola persebaran.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel analisis berikut untuk membuktikan perbedaan pola karakteristik fauna antar ketiga zona biogeografi Indonesia!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan data tabel, mengapa Zona Wallacea memiliki persentase endemisitas mamalia yang jauh lebih tinggi dibandingkan Dangkalan Sunda dan Dangkalan Sahul?

Isi tabel analisis matriks 3 kolom (Zona Asiatis, Wallacea, Australis) dengan 3 baris indikator (Tipe Mamalia Dominan, Ciri Taksa Burung, Faktor Sejarah Geologis) serta sediakan 4 baris kosong untuk uraian alasan endemisitas.

Kegiatan 3: Menyimpulkan Hasil Analisis Data untuk Menjawab Pertanyaan Ilmiah

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Data kompilasi Kegiatan 1 dan 2
  • Lembar rumusan kesimpulan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Rumuskan jawaban definitif terhadap pertanyaan ilmiah utama: 'Bagaimana keterkaitan antara gradien lingkungan global serta sejarah geologis regional dalam membentuk pola keanekaragaman hayati Indonesia dan dunia?'
  2. Gunakan seluruh sintesis data kuantitatif bioma (Kegiatan 1) dan data komparasi biogeografi kepulauan Indonesia (Kegiatan 2).
  3. Tarik 2 kesimpulan ilmiah utama yang berbasis bukti logis untuk menjawab pertanyaan tersebut.
  4. Selesaikan kegiatan dan lanjutkan dengan menjawab refleksi pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Tariklah kesimpulan ilmiah pertama mengenai pola keanekaragaman hayati skala global berdasarkan analisis data gradien iklim!

2. Tariklah kesimpulan ilmiah kedua mengenai pola keanekaragaman hayati skala regional Indonesia berdasarkan analisis data paleogeografis!

Format laporan simpulan ilmiah: Kotak 'Kesimpulan Pola Global' (4-5 baris) dan Kotak 'Kesimpulan Pola Regional Indonesia' (4-5 baris) yang langsung menjawab rumusan pertanyaan.

REFLEKSI

1. Bagaimana pengamatan terhadap data angka dan fakta spasial membantu saya memahami bahwa persebaran makhluk hidup tidak terjadi secara acak di bumi?

2. Langkah analisis ilmiah mana yang paling menantang bagi saya ketika menghubungkan antara bukti data geologis dengan kesimpulan pola fauna di Indonesia?

3. Apa makna pemahaman tentang keunikan pola keanekaragaman hayati Indonesia ini bagi kesadaran saya sebagai warga negara yang tinggal di wilayah megabiodiversitas?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.