LKPDPertemuan 12Bab 2Fase FSemester 1

LKPD Geografi Kelas 11: Menganalisis Data dan Menyimpulkan Hasil Analisis Pola Keanekaragaman Hayati Indonesia

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Geografi kelas 11 dengan topik "Menganalisis Data dan Menyimpulkan Hasil Analisis Pola Keanekaragaman Hayati Indonesia".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Geografi Kelas 11: Menganalisis Data dan Menyimpulkan Hasil Analisis Pola Keanekaragaman Hayati Indonesia

Geografi - Kelas 11

Bab 2 Pertemuan 12

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Geografi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Data dan Menyimpulkan Hasil Analisis Pola Keanekaragaman Hayati Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranGeografi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Data dan Menyimpulkan Hasil Analisis Pola Keanekaragaman Hayati Indonesia
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis data dengan pendekatan ilmiah dan menyimpulkan hasil analisis tentang pola keanekaragaman hayati untuk menjawab pertanyaan

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan data geospasial/tabel numerik yang disajikan dengan cermat.
  • Gunakan pendekatan ilmiah geografi (analisis spasial dan perbandingan data kuantitatif) untuk meneliti variasi keanekaragaman hayati.
  • Kerjakan tugas secara mandiri atau berkelompok sesuai arahan guru, lalu tuliskan hasil analisis dan simpulan pada ruang jawaban yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Data Kuantitatif Keanekaragaman Hayati Antarwilayah Biogeografi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Data tabel biogeografi Indonesia
  • Alat tulis/kalkulator sederhana

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati tabel data biogeografi tiga zona utama Indonesia (Paparan Sahul, Wallacea, dan Paparan Sunda) berikut:
  2. Data A: Wilayah Asiatis/Sunda (Contoh: Sumatra & Kalimantan) -> Jumlah Spesies Mamalia Besar: 210 spesies; Tingkat Endemisitas Mamalia: 28%; Tipe Vegetasi Dominan: Hutan Hujan Tropis Kanopi Tinggi (Dipterocarpaceae).
  3. Data B: Wilayah Peralihan/Wallacea (Contoh: Sulawesi & Nusa Tenggara) -> Jumlah Spesies Mamalia Besar: 64 spesies; Tingkat Endemisitas Mamalia: 62%; Tipe Vegetasi Dominan: Hutan Musim, Savana, Hutan Dataran Rendah Campuran.
  4. Data C: Wilayah Australis/Sahul (Contoh: Papua) -> Jumlah Spesies Mamalia Besar: 125 spesies (mayoritas marsupial); Tingkat Endemisitas Mamalia: 58%; Tipe Vegetasi Dominan: Hutan Hujan Tropis, Hutan Rawa, Vegetasi Pegunungan Tinggi.
  5. Lakukan analisis perbandingan data kuantitatif tersebut untuk menjawab pertanyaan nomor 1 dan 2.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan data ketiga wilayah tersebut, bandingkan pola jumlah spesies mamalia dan tingkat endemisitasnya. Wilayah mana yang memiliki diversitas spesies tertinggi dan wilayah mana yang memiliki endemisitas tertinggi?

2. Lengkapilah tabel analisis data berikut untuk mengidentifikasi pola hubungan antara karakteristik fisik wilayah (kedalaman perairan pembatas/paparan benua) dengan kecenderungan persebaran taksonomi faunanya.

Ruang tabel jawaban

Format jawaban nomor 1 berupa 1 paragraf analisis komparatif. Format nomor 2 berupa tabel 3 baris: [Wilayah] | [Karakteristik Fisik/Batas Geologis] | [Pola Taksonomi Spesies Fauna Dominan].

Kegiatan 2: Analisis Pola Spasial dan Faktor Penyebab Gradasi Keragaman Hayati

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Data iklim dan tipe bioma
  • Peta iklim Schmidt-Ferguson atau Koppen Indonesia (referensi)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Telaah data iklim dan vegetasi melintang dari Barat ke Timur Indonesia berikut:
  2. - Wilayah Barat (Sumatra, Jawa bagian barat, Kalimantan): Curah hujan rata-rata >2.500 mm/tahun, tipe iklim Af, tutupan vegetasi hutan hujan tropis lebat berkepadatan tinggi.
  3. - Wilayah Tengah-Selatan (Jawa bagian timur, Bali, Nusa Tenggara): Curah hujan berkisar 800 - 1.500 mm/tahun, tipe iklim Am hingga Aw, tipe vegetasi hutan gugur daun hingga savana/stepa.
  4. - Wilayah Timur (Papua): Curah hujan rata-rata 2.000 - 3.500 mm/tahun, tipe iklim Af, vegetasi hutan hujan tropis dan hutan pegunungan.
  5. Gunakan pendekatan ilmiah untuk menganalisis keterkaitan pola data spasial iklim dengan pembentukan variasi tipe ekosistem/keanekaragaman flora Indonesia.

Pertanyaan:

1. Analislah bagaimana variasi data curah hujan dan tipe iklim tersebut membentuk pola perubahan kerapatan dan jenis keanekaragaman flora dari arah barat menuju ke kepulauan Nusa Tenggara!

2. Berdasarkan analisis data tersebut, identifikasi 2 faktor fisik lingkungan utama yang mengontrol perbedaan pola keanekaragaman hayati antara pulau beriklim basah (Kalimantan/Papua) dengan kepulauan beriklim kering (Nusa Tenggara)!

Format nomor 1 berupa uraian penjelasan logis (1-2 paragraf). Format nomor 2 berupa poin nomor 1 dan 2 isian singkat faktor fisik beserta parameternya.

Kegiatan 3: Penarikan Kesimpulan Ilmiah Pola Keanekaragaman Hayati Indonesia

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Hasil analisis Kegiatan 1 dan 2
  • Lembar refleksi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Hubungkan hasil analisis kuantitatif dan spasial dari Kegiatan 1 dan Kegiatan 2.
  2. Jawablah pertanyaan penelitian komprehensif berikut secara ilmiah: 'Bagaimanakah pola keseluruhan keanekaragaman hayati di Indonesia terbentuk dan apa karakteristik utamanya?'
  3. Tuliskan kesimpulan akhir secara terstruktur berdasarkan bukti-bukti data yang telah dianalisis.
  4. Selesaikan kegiatan dengan mengisi lembar refleksi pada bagian akhir.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan seluruh analisis data yang telah dilakukan, buatlah kesimpulan ilmiah komprehensif mengenai pola persebaran keanekaragaman hayati di Indonesia (mencakup pola pembagian wilayah fauna, gradasi vegetasi, serta faktor penyebabnya) untuk menjawab pertanyaan penelitian!

Format berupa esai simpulan ilmiah terstruktur (minimal memuat sintesis data zonasi fauna, sintesis data vegetasi/iklim, dan generalisasi pola keteraturan).

REFLEKSI

1. Bagian analisis data mana yang paling memberikan wawasan baru bagi kalian tentang keunikan letak kepulauan Indonesia?

2. Bagaimana kemampuan menganalisis data spasial keanekaragaman hayati ini membantu kalian memahami pentingnya pelestarian zona habitat khusus seperti Wallacea?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.