LKPDPertemuan 14Bab 1Fase FSemester 1

LKPD Geografi Kelas 11: Mengomunikasikan Analisis Sebaran Sumber Daya Tambang dan Energi ke dalam Format Peta

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Geografi kelas 11 dengan topik "Mengomunikasikan Analisis Sebaran Sumber Daya Tambang dan Energi ke dalam Format Peta".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Geografi Kelas 11: Mengomunikasikan Analisis Sebaran Sumber Daya Tambang dan Energi ke dalam Format Peta

Geografi - Kelas 11

Bab 1 Pertemuan 14

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Geografi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Mengomunikasikan Analisis Sebaran Sumber Daya Tambang dan Energi ke dalam Format Peta

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranGeografi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMengomunikasikan Analisis Sebaran Sumber Daya Tambang dan Energi ke dalam Format Peta
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengomunikasikan hasil analisis potensi dan pemanfaatan sumber daya alam dalam bentuk media peta

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi kerja dengan cermat bersama kelompokmu.
  • Gunakan data tabel potensi dan pemanfaatan sumber daya tambang dan energi yang telah disediakan sebagai bahan utama perancangan simbol peta.
  • Sajikan informasi secara visual ke dalam format peta tematik menggunakan kaidah kartografi dasar (simbol, legenda, judul, dan arah mata angin).
  • Selesaikan seluruh tahapan secara kolaboratif sesuai estimasi waktu yang ditentukan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menyusun Kaidah Simbolisasi Data Potensi dan Pemanfaatan Tambang

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja
  • Pensil/alat tulis warna

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati tabel data potensi dan pemanfaatan sumber daya tambang dan energi berikut: (1) Nikel: Potensi di Kolaka (Sulawesi Tenggara) & Morowali (Sulawesi Tengah), dimanfaatkan untuk industri baterai dan hilirisasi smelter; (2) Batubara: Potensi di Tanjung Enim (Sumatera Selatan) & Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur), dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU); (3) Minyak Bumi: Potensi di Blok Rokan (Riau) & Blok Cepu (Jawa Timur/Jawa Tengah), dimanfaatkan untuk bahan bakar minyak (BBM) dan petrokimia; (4) Gas Alam: Potensi di Bontang (Kalimantan Timur) & Tangguh (Papua Barat), dimanfaatkan untuk ekspor LNG dan bahan baku pupuk.
  2. Rancanglah sistem simbol (titik bentuk geometris, piktogram, atau kode warna) dan keterangan pemanfaatan yang tepat untuk mengomunikasikan data tersebut ke dalam peta agar mudah dipahami pembaca.
  3. Isilah tabel perancangan simbol dan legenda pada ruang jawaban yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan data potensi dan pemanfaatan 4 komoditas tambang (nikel, batubara, minyak bumi, gas alam), tentukan bentuk simbol visual, asosiasi warna, serta deskripsi legenda pemanfaatannya agar pesan spasial tersampaikan secara efektif!

Ruang tabel jawaban

Format tabel 5 kolom: [Kolom 1: No], [Kolom 2: Komoditas Tambang], [Kolom 3: Rancangan Visual Simbol (Bentuk)], [Kolom 4: Pilihan Warna], [Kolom 5: Teks Keterangan Legenda Pemanfaatan].

Kegiatan 2: Mengomunikasikan Sebaran Potensi dan Pemanfaatan dalam Format Peta Tematik

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Peta dasar buta Indonesia ukuran A4/A3
  • Pensil warna/spidol warna
  • Penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Gunakan peta dasar buta wilayah Indonesia yang tersedia.
  2. Plotkan simbol-simbol yang telah dirancang pada Kegiatan 1 secara tepat pada lokasi sebaran wilayahnya (Kolaka, Morowali, Tanjung Enim, Kutai Kartanegara, Blok Rokan, Blok Cepu, Bontang, dan Tangguh).
  3. Lengkapi kelengkapan komunikasi peta meliputi: Judul Peta yang memuat tema potensi dan pemanfaatan, Arah Mata Angin, Skala grafis sederhana, serta Kotak Legenda yang memuat simbol dan narasi singkat pemanfaatannya.

Pertanyaan:

1. Sajikan sebaran potensi dan pemanfaatan sumber daya tambang dan energi Indonesia ke dalam format peta tematik lengkap dengan penempatan lokasi simbol yang tepat dan kotak legenda penjelas!

Ruang gambar

Format bidang gambar: Peta dasar kontur Indonesia berukuran 1 halaman penuh yang dilengkapi kotak judul di bagian atas, orientasi arah di sudut, dan kotak legenda di bagian bawah/sudut kanan bawah.

Kegiatan 3: Verifikasi Efektivitas Komunikasi Visual Peta

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Peta hasil karya kelompok
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Lakukan telaah bersama rekan pasangan/kelompok lain terhadap peta yang telah kamu buat.
  2. Tinjau apakah media peta yang disusun berhasil mengomunikasikan keterkaitan antara letak potensi tambang dan tujuan pemanfaatannya kepada pembaca umum.
  3. Jawablah pertanyaan evaluasi komunikasi visual berikut untuk memastikan informasi spasial tersampaikan secara jelas dan komunikatif.

Pertanyaan:

1. Bagaimanakah penyajian legenda dan simbol pada petamu membantu pembaca memahami secara cepat perbedaan antara wilayah penghasil energi listrik (batubara) dengan wilayah penopang industri hilirisasi baterai (nikel)?

2. Berdasarkan hasil sajian petamu, mengapa media peta lebih komunikatif dalam menyampaikan informasi pemanfaatan sumber daya alam dibandingkan hanya menggunakan teks narasi panjang?

Format narasi berbutir 2 nomor dengan kolom penjelasan argumen efektivitas komunikasi visual peta.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari rancangan simbol atau tata letak peta kelompokmu yang paling berhasil mengomunikasikan potensi sumber daya alam kepada pembaca?

2. Tantangan apa yang kalian hadapi saat menerjemahkan data pemanfaatan tambang dari bentuk teks menjadi bentuk visual peta?

3. Bagaimana keterampilan menyajikan informasi ke dalam format peta ini membantumu menyampaikan fakta-fakta lingkungan di sekitar tempat tinggalmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.