LKPDPertemuan 6Bab 7Fase FSemester 2

LKPD Fisika Kelas 11: Menganalisis Penerapan Hukum Kedua Termodinamika pada Mesin Pendingin dan Pompa Kalor

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Fisika kelas 11 dengan topik "Menganalisis Penerapan Hukum Kedua Termodinamika pada Mesin Pendingin dan Pompa Kalor".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Fisika Kelas 11: Menganalisis Penerapan Hukum Kedua Termodinamika pada Mesin Pendingin dan Pompa Kalor

Fisika - Kelas 11

Bab 7 Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Fisika — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Penerapan Hukum Kedua Termodinamika pada Mesin Pendingin dan Pompa Kalor

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranFisika
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Penerapan Hukum Kedua Termodinamika pada Mesin Pendingin dan Pompa Kalor
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis penerapan hukum termodinamika dalam penyelesaian masalah siklus dan mesin kalor

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar konsep dan diagram alir energi termodinamika secara teliti bersama kelompokmu.
  • Lakukan analisis matematis dan konseptual pada setiap masalah siklus mesin pendingin dan pompa kalor.
  • Tuliskan hasil analisis dan perhitungan pada format ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Arah Aliran Energi dan Pernyataan Clausius

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Fisika Kelas 11
  • Kalkulator ilmiah/alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati diagram skematik aliran kalor mesin pendingin: Kalor diserap dari reservoir dingin (Qc) pada suhu rendah (Tc), dikenai usaha luar (W), dan kalor dibuang ke reservoir panas (Qh) pada suhu tinggi (Th).
  2. Terapkan Hukum I Termodinamika (kekekalan energi: Qh = Qc + W) dan Hukum II Termodinamika (Pernyataan Clausius) untuk menjawab pertanyaan analisis.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Hukum II Termodinamika pernyataan Clausius, analisislah mengapa sebuah kulkas tidak dapat mendinginkan ruangan jika pintu kulkas dibiarkan terbuka terus-menerus di dalam ruangan tertutup!

2. Sebuah mesin pendingin menyerap kalor sebesar 600 J dari kompartemen bersuhu rendah dan membutuhkan usaha mekanik sebesar 200 J dari kompresor dalam satu siklus. Hitunglah besar kalor yang dilepaskan ke lingkungan luar serta tentukan nilai koefisien performansi (COP) mesin pendingin tersebut!

Format pengerjaan: 1) Penjelasan uraian konseptual berdasarkan hubungan Qh, Qc, dan W menurut hukum termodinamika (paragraf analisis 3-5 kalimat). 2) Langkah matematis: Tuliskan rumus kekekalan energi Qh = Qc + W, substitusi angka, hitung Qh; tuliskan rumus COP = Qc / W, substitusi angka, hitung hasil akhir.

Kegiatan 2: Analisis Kinerja Termodinamika Mesin Pendingin vs Pompa Kalor

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja tabel analisis
  • Kalkulator

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Analisis perbedaan fungsi objektif antara mesin pendingin (refrigerator) dan pompa kalor (heat pump) berdasarkan definisi koefisien performansi masing-masing.
  2. Selesaikan perhitungan perbandingan unjuk kerja siklus reversibel (Carnot) pada data operasional suhu yang diberikan.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah analisis perbandingan parameter dan rumus efisiensi/kinerja pada tabel perbandingan mesin pendingin dan pompa kalor!

Ruang tabel jawaban

2. Sebuah sistem pengkondisi udara (AC) beroperasi sebagai pompa kalor untuk menghangatkan ruangan pada suhu 27 °C (300 K) dengan mengambil kalor dari udara luar yang bersuhu -3 °C (270 K). Analisislah nilai koefisien performansi maksimum (COP Carnot) jika sistem difungsikan sebagai: a) mesin pendingin, dan b) pompa kalor!

Format pengerjaan: Tabel 4 kolom (Perangkat, Kalor Utama yang Dimanfaatkan, Rumus COP Aktual, Rumus COP Carnot ideal). Di bawah tabel, uraian analisis matematis butir 2 mencakup konversi satuan suhu ke Kelvin, rumus, substitusi, dan perhitungan nilai COP pendingin dan pompa kalor.

Kegiatan 3: Analisis Penyelesaian Masalah Siklus Termodinamika Nyata

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar analisis kasus termodinamika
  • Kalkulator

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Telaah studi kasus konsumsi energi pada pendingin industri berikut: Sebuah lemari pendingin industri dirancang menjaga suhu kompartemen pada -13 °C (260 K) di lingkungan pabrik bersuhu 27 °C (300 K). Mesin menyerap kalor dari kompartemen sebesar 5.200 Joule per detik (Watt).
  2. Lakukan analisis pemecahan masalah siklus untuk menghitung daya minimum yang diperlukan secara teoretis dan bandingkan jika efisiensi mesin hanya 50% dari performa ideal Carnot.

Pertanyaan:

1. Hitunglah daya listrik mekanik minimum (W ideal per detik) yang harus disuplai ke kompresor pendingin tersebut berdasarkan siklus Carnot ideal!

2. Bila kompresor pendingin tersebut memiliki nilai COP aktual sebesar 50% dari COP Carnot idealnya, analisislah berapa daya listrik riil yang dibutuhkan serta berapa kalor yang dibuang ke lingkungan luar setiap detiknya!

Format pengerjaan: Langkah analisis bertahap: 1) Penulisan variabel termodinamika yang diketahui (Tc, Th, Qc). 2) Perhitungan COP Carnot dan W ideal. 3) Perhitungan COP riil, W riil, dan laju kalor buang Qh disertai penjelasan keterkaitan Hukum I dan II Termodinamika.

REFLEKSI

1. Bagaimana pemahaman tentang siklus pendingin dan Hukum II Termodinamika membantu kalian memahami pentingnya efisiensi penggunaan listrik pada perangkat pendingin udara (AC) di rumah atau sekolah?

2. Bagian mana dari analisis matematis COP (koefisien performansi) antara mesin pendingin dan pompa kalor yang paling menantang dan bagaimana strategi kalian mengatasinya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.