LKPD Fisika Kelas 11: Menganalisis Penerapan Hukum Kedua Termodinamika pada Mesin Pendingin dan Pompa Kalor
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Fisika kelas 11 dengan topik "Menganalisis Penerapan Hukum Kedua Termodinamika pada Mesin Pendingin dan Pompa Kalor".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Fisika Kelas 11: Menganalisis Penerapan Hukum Kedua Termodinamika pada Mesin Pendingin dan Pompa Kalor
Fisika - Kelas 11
Bab 7 Pertemuan 6
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Fisika — Kelas 11 (Fase F) Topik: Menganalisis Penerapan Hukum Kedua Termodinamika pada Mesin Pendingin dan Pompa Kalor INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Analisis Arah Aliran Energi dan Pernyataan ClausiusEstimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan Hukum II Termodinamika pernyataan Clausius, analisislah mengapa sebuah kulkas tidak dapat mendinginkan ruangan jika pintu kulkas dibiarkan terbuka terus-menerus di dalam ruangan tertutup! 2. Sebuah mesin pendingin menyerap kalor sebesar 600 J dari kompartemen bersuhu rendah dan membutuhkan usaha mekanik sebesar 200 J dari kompresor dalam satu siklus. Hitunglah besar kalor yang dilepaskan ke lingkungan luar serta tentukan nilai koefisien performansi (COP) mesin pendingin tersebut! Format pengerjaan: 1) Penjelasan uraian konseptual berdasarkan hubungan Qh, Qc, dan W menurut hukum termodinamika (paragraf analisis 3-5 kalimat). 2) Langkah matematis: Tuliskan rumus kekekalan energi Qh = Qc + W, substitusi angka, hitung Qh; tuliskan rumus COP = Qc / W, substitusi angka, hitung hasil akhir. Kegiatan 2: Analisis Kinerja Termodinamika Mesin Pendingin vs Pompa KalorEstimasi: 45 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapilah analisis perbandingan parameter dan rumus efisiensi/kinerja pada tabel perbandingan mesin pendingin dan pompa kalor! Ruang tabel jawaban 2. Sebuah sistem pengkondisi udara (AC) beroperasi sebagai pompa kalor untuk menghangatkan ruangan pada suhu 27 °C (300 K) dengan mengambil kalor dari udara luar yang bersuhu -3 °C (270 K). Analisislah nilai koefisien performansi maksimum (COP Carnot) jika sistem difungsikan sebagai: a) mesin pendingin, dan b) pompa kalor! Format pengerjaan: Tabel 4 kolom (Perangkat, Kalor Utama yang Dimanfaatkan, Rumus COP Aktual, Rumus COP Carnot ideal). Di bawah tabel, uraian analisis matematis butir 2 mencakup konversi satuan suhu ke Kelvin, rumus, substitusi, dan perhitungan nilai COP pendingin dan pompa kalor. Kegiatan 3: Analisis Penyelesaian Masalah Siklus Termodinamika NyataEstimasi: 50 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Hitunglah daya listrik mekanik minimum (W ideal per detik) yang harus disuplai ke kompresor pendingin tersebut berdasarkan siklus Carnot ideal! 2. Bila kompresor pendingin tersebut memiliki nilai COP aktual sebesar 50% dari COP Carnot idealnya, analisislah berapa daya listrik riil yang dibutuhkan serta berapa kalor yang dibuang ke lingkungan luar setiap detiknya! Format pengerjaan: Langkah analisis bertahap: 1) Penulisan variabel termodinamika yang diketahui (Tc, Th, Qc). 2) Perhitungan COP Carnot dan W ideal. 3) Perhitungan COP riil, W riil, dan laju kalor buang Qh disertai penjelasan keterkaitan Hukum I dan II Termodinamika. REFLEKSI1. Bagaimana pemahaman tentang siklus pendingin dan Hukum II Termodinamika membantu kalian memahami pentingnya efisiensi penggunaan listrik pada perangkat pendingin udara (AC) di rumah atau sekolah? 2. Bagian mana dari analisis matematis COP (koefisien performansi) antara mesin pendingin dan pompa kalor yang paling menantang dan bagaimana strategi kalian mengatasinya? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.