LKPDPertemuan 3Bab 6Fase FSemester 2

LKPD Fisika Kelas 11: Menganalisis Mekanisme Perpindahan Kalor secara Konduksi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Fisika kelas 11 dengan topik "Menganalisis Mekanisme Perpindahan Kalor secara Konduksi".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Fisika Kelas 11: Menganalisis Mekanisme Perpindahan Kalor secara Konduksi

Fisika - Kelas 11

Bab 6 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Fisika — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Mekanisme Perpindahan Kalor secara Konduksi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranFisika
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Mekanisme Perpindahan Kalor secara Konduksi
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis konsep kalor pada mekanisme perpindahan kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus dengan cermat sebelum menjawab pertanyaan.
  • Bekerjasamalah dalam kelompok untuk menganalisis data variabel fisis pada perpindahan kalor konduksi.
  • Gunakan persamaan laju perpindahan kalor konduksi H = Q/t = k * A * (ΔT / L) sebagai dasar analisis matematis dan konseptual.
  • Tuliskan hasil analisis secara sistematis pada ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Pengaruh Variabel Fisis terhadap Laju Konduksi Kalor

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Kalkulator
  • Alat tulis
  • Tabel nilai konduktivitas bahan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati persamaan dasar laju konduksi kalor: H = k * A * ΔT / L, dengan H = laju perpindahan kalor (J/s atau Watt), k = konduktivitas termal bahan (W/m·K), A = luas penampang (m²), ΔT = perbedaan suhu (K atau °C), dan L = panjang/ketebalan penghantar (m).
  2. Analisis data hasil pengujian empat jenis batang logam (Panjang L = 0,5 m, Luas penampang A = 0,002 m², Perbedaan suhu kedua ujung ΔT = 50 °C): Batang 1 Tembaga (k = 390 W/m·K), Batang 2 Aluminium (k = 210 W/m·K), Batang 3 Besi (k = 80 W/m·K), Batang 4 Kaca (k = 0,8 W/m·K).
  3. Jawablah pertanyaan analisis hubungan antarvariabel berikut.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan data konduktivitas termal bahan di atas, hitunglah laju aliran kalor (H) untuk masing-masing bahan dan urutkan bahan dari laju konduksi terbesar ke terkecil!

Ruang tabel jawaban

2. Analisis bagaimana pengaruh konduktivitas termal (k), luas penampang (A), perbedaan suhu (ΔT), dan panjang/tebal penghantar (L) terhadap laju aliran kalor konduksi secara proporsional (berbanding lurus atau berbanding terbalik)!

Tabel 5 kolom (Nama Bahan, Konduktivitas Termal [W/m·K], Perhitungan H [W], Nilai H [W], Urutan Kelajuan) diikuti 1 paragraf analisis proporsionalitas variabel H terhadap k, A, ΔT, dan L.

Kegiatan 2: Analisis Termal Sambungan Konduksi Dua Logam Berbeda

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas buram/kalkulator
  • Lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pelajari skenario sambungan konduksi berikut: Dua batang logam, Logam A dan Logam B, memiliki luas penampang sama (A) dan panjang sama (L), disambungkan secara seri.
  2. Ujung bebas Logam A dipertahankan pada suhu T_tinggi = 100 °C, dan ujung bebas Logam B dipertahankan pada suhu T_rendah = 0 °C.
  3. Diketahui konduktivitas termal Logam A adalah dua kali konduktivitas termal Logam B (k_A = 2 * k_B).
  4. Pada keadaan tunak (steady state), laju perpindahan kalor konduksi yang melalui Logam A sama dengan laju kalor yang melalui Logam B (H_A = H_B).
  5. Lakukan analisis matematis dan konseptual untuk memecahkan pertanyaan di bawah ini.

Pertanyaan:

1. Tentukan suhu pada bidang batas sambungan antara Logam A dan Logam B (T_sambungan) pada kondisi tunak (steady state)!

2. Analisis mengapa suhu sambungan lebih mendekati suhu ujung Logam A dibandingkan suhu ujung Logam B berdasarkan konsep ketahanan termal dan konduktivitas bahan!

Langkah penurunan matematis terstruktur H_A = H_B untuk menemukan T_sambungan, dilengkapi 1 paragraf penalaran fisis gradien suhu dan hambatan termal.

Kegiatan 3: Analisis Rekayasa Termal Konduksi: Desain Jendela Kaca Ganda (Double-Pane Glass)

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Kalkulator ilmiah
  • Teks studi kasus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah konteks rekayasa termal berikut: Di daerah bersuhu ekstrem, ruangan ber-AC atau berpemanas sering kehilangan energi melalui kaca jendela. Ada dua tipe jendela: (1) Kaca tunggal setebal 6 mm (k_kaca = 0,8 W/m·K); (2) Kaca ganda yang terdiri atas dua lapis kaca masing-masing tebal 3 mm dengan lapisan udara diam di tengahnya setebal 4 mm (k_udara = 0,025 W/m·K).
  2. Suhu permukaan kaca bagian luar ruangan adalah 35 °C dan suhu permukaan kaca bagian dalam ruangan adalah 20 °C (ΔT total = 15 °C). Luas jendela sama besar (A = 2 m²).
  3. Analisis perbedaan mekanisme laju konduksi kalor pada kedua desain tersebut.

Pertanyaan:

1. Hitunglah laju perpindahan kalor konduksi pada jendela kaca tunggal!

2. Berdasarkan prinsip hambatan termal (R = L / (k * A) dan H = ΔT / R_total), analisislah mengapa pemasangan lapisan udara di antara dua kaca secara drastis dapat menahan laju konduksi kalor masuk ke dalam ruangan!

Kolom perhitungan numerik H_tunggal dan tabel perbandingan hambatan termal (R_kaca vs R_udara) serta simpulan analitis kelompok.

REFLEKSI

1. Bagaimana pemahaman konsep konduktivitas termal membantu Anda memilih material peralatan rumah tangga sehari-hari (misalnya alat memasak atau wadah penahan panas)?

2. Dari analisis matematis dan fisis yang telah dilakukan, variabel apa yang paling menentukan efektivitas isolator termal dan mengapa?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.