LKPDPertemuan 6Bab 5Fase FSemester 2

LKPD Fisika Kelas 11: Menganalisis Penerapan Gejala Efek Doppler, Pelayangan Bunyi, dan Intensitas serta Taraf Intensitas Gelombang Bunyi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Fisika kelas 11 dengan topik "Menganalisis Penerapan Gejala Efek Doppler, Pelayangan Bunyi, dan Intensitas serta Taraf Intensitas Gelombang Bunyi".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Fisika Kelas 11: Menganalisis Penerapan Gejala Efek Doppler, Pelayangan Bunyi, dan Intensitas serta Taraf Intensitas Gelombang Bunyi

Fisika - Kelas 11

Bab 5 Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Fisika — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Penerapan Gejala Efek Doppler, Pelayangan Bunyi, dan Intensitas serta Taraf Intensitas Gelombang Bunyi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranFisika
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Penerapan Gejala Efek Doppler, Pelayangan Bunyi, dan Intensitas serta Taraf Intensitas Gelombang Bunyi
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis gejala gelombang bunyi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar kasus dan stimulus fisika pada setiap kegiatan dengan cermat secara berkelompok.
  • Gunakan konsep matematis dan fisis gejala gelombang bunyi (Efek Doppler, Pelayangan Bunyi, serta Intensitas dan Taraf Intensitas Bunyi) untuk menganalisis setiap permasalahan kontekstual.
  • Tuliskan hasil analisis secara runtut dan sistematis pada format ruang jawaban yang telah disediakan di lembar kerja ini.
  • Diskusikan argumen ilmiah kelompok kalian secara aktif, terbuka, dan saling menghargai sebelum menyimpulkan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Perubahan Frekuensi Akibat Efek Doppler pada Sirine Ambulans

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja peserta didik
  • Kalkulator ilmiah

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati studi kasus pergerakan mobil ambulans dan pengendara motor di jalan raya berikut: Sebuah mobil ambulans bergerak dengan kelajuan 20 m/s sambil membunyikan sirine berfrekuensi 680 Hz. Seorang pengendara sepeda motor bergerak searah di depan ambulans tersebut dengan kelajuan 10 m/s. Cepat rambat bunyi di udara saat itu adalah 340 m/s.
  2. Analisis hubungan gerak relatif antara sumber bunyi (ambulans) dan pendengar (pengendara motor) terhadap frekuensi gelombang bunyi yang didengar.
  3. Hitung dan buktikan secara matematis besar frekuensi yang didengar oleh pengendara motor saat ambulans mendekatinya dari belakang, serta saat ambulans telah berhasil menyalip dan bergerak menjauhinya.
  4. Diskusikan dampak fisis perubahan frekuensi tersebut terhadap kesadaran situasi pengemudi di jalan raya.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan prinsip Efek Doppler, analisis bagaimana hubungan kecepatan gerak sumber bunyi dan pendengar memengaruhi panjang gelombang efektif serta frekuensi yang diterima oleh pengendara motor saat ambulans mendekat dari belakang!

2. Lakukan analisis kuantitatif dengan menghitung besar frekuensi bunyi sirine ambulans yang didengar oleh pengendara motor pada dua kondisi: (a) saat ambulans bergerak mendekati motor dari belakang, dan (b) setelah ambulans menyalip dan bergerak menjauhi motor!

3. Jelaskan bagaimana analisis gejala Efek Doppler diterapkan secara nyata dalam teknologi Radar Doppler kepolisian untuk mendeteksi pelanggaran batas kecepatan kendaraan di jalan tol!

Tuliskan jawaban pada lembar bergaris dengan struktur: (1) Analisis konsep fisis dan variabel Efek Doppler, (2) Penjabaran matematis rumus dan perhitungan kondisi mendekat serta menjauh, (3) Uraian kesimpulan diskusi penerapan teknologi radar.

Kegiatan 2: Analisis Gejala Pelayangan Bunyi dan Penerapannya pada Penyeteman Alat Musik

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja peserta didik
  • Kalkulator
  • Aplikasi pembangkit nada/tone generator (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Simak deskripsi fenomena interferensi gelombang bunyi berikut: Dua garpu tala atau senar instrumen musik yang dibunyikan bersamaan dengan selisih frekuensi yang sangat kecil akan menghasilkan modulasi kenyaringan bunyi yang berdenyut (mengeras dan melemah secara periodik), yang dikenal sebagai pelayangan bunyi (beats).
  2. Dua senar gitar A dan B dipetik bersamaan. Senar A menghasilkan frekuensi standar 440 Hz (nada A4). Saat dibunyikan bersama senar B, terdengar 12 pelayangan bunyi dalam durasi waktu 3 sekon.
  3. Analisis keterkaitan interferensi konstruktif-destruktif terhadap timbulnya denyut bunyi pelayangan tersebut.
  4. Tentukan kemungkinan frekuensi senar B, lalu analisis tindakan fisis apa yang harus dilakukan musisi jika pengetatan tegangan senar B ternyata menambah frekuensi pelayangan.
  5. Lengkapi tabel analisis frekuensi pelayangan berdasarkan beberapa variasi kasus perbedaan frekuensi.

Pertanyaan:

1. Analisis mengapa fenomena pengerasan dan pelemahan bunyi (pelayangan) dapat terjadi ketika dua gelombang bunyi dengan frekuensi sedikit berbeda merambat bersamaan dalam medium yang sama!

2. Lengkapi tabel analisis penalaan senar berikut untuk menentukan frekuensi pelayangan (fl), kemungkinan nilai frekuensi senar uji (fB), serta tindak lanjut tala yang tepat jika diketahui frekuensi acuan senar A (fA) adalah 440 Hz!

Ruang tabel jawaban

3. Bagaimanakah seorang musisi memastikan bahwa senar gitarnya telah tertala (in-tune) sempurna dengan garpu tala acuan berdasarkan analisis gejala pelayangan bunyi?

Isi uraian nomor 1 dan 3 pada kolom uraian. Untuk nomor 2, isi tabel dengan 5 kolom: [Kasus Pengamatan | Frekuensi Layangan (fl) | Kemungkinan Frekuensi Senar B (Hz) | Kondisi Uji Pengetatan | Analisis Tindakan Penalaan].

Kegiatan 3: Analisis Intensitas dan Taraf Intensitas Gelombang Bunyi pada Lingkungan Industri

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja peserta didik
  • Kalkulator ilmiah

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati skenario lingkungan kerja pabrik berikut: Sebuah mesin pemotong baja memancarkan daya bunyi rata-rata sebesar 4π × 10^-2 Watt ke segala arah secara merata (gelombang sferis). Ambang pendengaran intensitas bunyi manusia ditetapkan I0 = 10^-12 W/m².
  2. Analisis hubungan antara daya sumber bunyi, jarak titik ukur terhadap sumber, serta luas muka gelombang bola (A = 4πr²) terhadap nilai intensitas gelombang bunyi (I).
  3. Hitung intensitas dan taraf intensitas bunyi pada jarak 10 meter dari mesin pemotong tersebut.
  4. Hitung taraf intensitas total jika di ruangan tersebut beroperasi 100 mesin pemotong yang identik secara bersamaan pada jarak yang sama.
  5. Kaitkan hasil analisis taraf intensitas tersebut dengan ambang batas bahaya kebisingan bagi pekerja dan rekomendasikan solusi fisis pengendaliannya.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan prinsip penyebaran energi gelombang, buktikan secara analitis mengapa intensitas bunyi berkurang secara berbanding terbalik dengan kuadrat jarak pengamat dari sumber bunyi (I ∝ 1/r²)!

2. Hitunglah secara sistematis: (a) Intensitas bunyi (I) mesin pemotong pada jarak 10 meter, (b) Taraf intensitas satu mesin tersebut dalam desibel (dB), dan (c) Taraf intensitas total bila 100 mesin identik beroperasi serentak pada jarak yang sama!

3. Jika batas aman taraf intensitas kebisingan tanpa alat pelindung pendengaran menurut standar kesehatan kerja adalah 85 dB untuk durasi kerja harian, analisislah dampak fisis lingkungan pabrik dengan 100 mesin tersebut serta rumuskan rekomendasi pengendalian berbasis rekayasa fisika gelombang!

Gunakan format terstruktur: Uraikan pembuktian rumus intensitas pada bagian A; tuliskan tahapan rumus dan perhitungan matematis (a, b, c) pada bagian B; cantumkan analisis kritis batas kebisingan dan tabel rekomendasi solusi fisis pada bagian C.

REFLEKSI

1. Bagaimana pemahaman konsep Efek Doppler mengubah caramu menafsirkan suara sirine kendaraan di jalan raya saat mendekat dan menjauh?

2. Mengapa musisi lebih memilih mengamati gejala pelayangan bunyi (beats) daripada sekadar mengira-ngira nada saat menala instrumen dawai?

3. Berdasarkan analisis taraf intensitas bunyi, kebiasaan apa yang perlu kamu ubah saat mendengarkan audio melalui earphone agar kesehatan pendengaranmu tetap terjaga?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.