LKPD Fisika Kelas 11: Menganalisis Gejala Gelombang Bunyi pada Pipa Organa Terbuka dan Tertutup serta Peristiwa Resonansi Kolom Udara
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Fisika kelas 11 dengan topik "Menganalisis Gejala Gelombang Bunyi pada Pipa Organa Terbuka dan Tertutup serta Peristiwa Resonansi Kolom Udara".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Fisika Kelas 11: Menganalisis Gejala Gelombang Bunyi pada Pipa Organa Terbuka dan Tertutup serta Peristiwa Resonansi Kolom Udara
Fisika - Kelas 11
Bab 5 Pertemuan 5
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Fisika — Kelas 11 (Fase F) Topik: Menganalisis Gejala Gelombang Bunyi pada Pipa Organa Terbuka dan Tertutup serta Peristiwa Resonansi Kolom Udara INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Analisis Pola Gelombang Stasioner pada Pipa Organa Terbuka dan TertutupEstimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel perbandingan pola gelombang stasioner antara pipa organa terbuka dan tertutup untuk nada dasar (n=0), nada atas 1 (n=1), dan nada atas 2 (n=2) yang memuat: kondisi ujung pipa, hubungan panjang pipa L terhadap lambda, dan perbandingan rasio frekuensinya. Ruang tabel jawaban 2. Analisis mengapa pipa organa terbuka dengan panjang L menghasilkan frekuensi nada dasar yang bernilai dua kali lipat lebih tinggi daripada pipa organa tertutup dengan panjang L yang sama. Tabel 4 kolom: Tingkatan Nada | Pola Simpul & Perut | Hubungan L dan Lambda | Frekuensi (f). Dilanjutkan 1 paragraf analisis perbandingan frekuensi. Kegiatan 2: Analisis Data Eksperimen Resonansi Kolom UdaraEstimasi: 45 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan data eksperimen, analisis selisih panjang kolom udara antar-resonansi berturutan (Delta L = L2 - L1 dan Delta L = L3 - L2). Bagaimana hubungan matematis antara selisih panjang kolom tersebut dengan panjang gelombang (lambda)? 2. Hitunglah nilai cepat rambat gelombang bunyi di udara hasil eksperimen tersebut menggunakan nilai panjang gelombang yang diperoleh dan frekuensi garpu tala f = 512 Hz. 3. Analisis faktor apa yang menyebabkan resonansi pertama terjadi pada L1 = 16,5 cm, padahal secara teoretis murni 1/4 lambda = 16,75 cm. Fenomena fisis apa pada ujung tabung yang menjelaskan perbedaan tersebut? Format perhitungan matematis langkah-demi-langkah disertai argumen fisis untuk setiap butir pertanyaan. Kegiatan 3: Analisis Penerapan Gejala Gelombang Bunyi dalam Kehidupan dan TeknologiEstimasi: 50 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Kasus Musik: Musisi seruling mengubah tinggi rendah nada dengan cara membuka dan menutup lubang pada badan seruling. Analisis bagaimana perubahan konfigurasi bukaan lubang tersebut memengaruhi frekuensi bunyi yang dihasilkan berdasarkan konsep pipa organa terbuka. 2. Kasus Rekayasa Akustik: Sebuah pipa saluran ventilasi gedung berukuran panjang 2,5 m terbuka di kedua ujungnya. Analisis frekuensi bunyi dengungan dasar dan frekuensi nada atas pertama yang berpotensi timbul akibat aliran angin kencang berkecepatan bunyi di udara v = 340 m/s. Bagaimana solusi teknis sederhana untuk mencegah terjadinya dengungan berlebihan? Deskripsi analisis diskusi dalam 2 bagian: Lembar Analisis Akustik Musik Tiup dan Lembar Solusi Rekayasa Akustik Ventilasi (disertai langkah kalkulasi dan rekomendasi peredaman). Termasuk bagian refleksi individu di akhir. REFLEKSI1. Bagaimana konsep gelombang stasioner pada pipa organa membantu saya memahami cara kerja alat musik tiup yang saya temui sehari-hari? 2. Bagian mana dari analisis hubungan resonansi kolom udara dan cepat rambat gelombang yang paling menantang dan bagaimana saya berhasil mengatasinya? 3. Pelajaran bermakna apa yang saya peroleh tentang keteraturan fenomena gelombang bunyi dalam mendesain teknologi akustik di sekitar kita? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.