LKPD Fisika Kelas 11: Menganalisis Pemanfaatan Hubungan Gerak dan Gaya Tegangan Tali pada Desain Struktur Penyangga Beban
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Fisika kelas 11 dengan topik "Menganalisis Pemanfaatan Hubungan Gerak dan Gaya Tegangan Tali pada Desain Struktur Penyangga Beban".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Fisika Kelas 11: Menganalisis Pemanfaatan Hubungan Gerak dan Gaya Tegangan Tali pada Desain Struktur Penyangga Beban
Fisika - Kelas 11
Bab 3 Pertemuan 5
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Fisika — Kelas 11 (Fase F) Topik: Menganalisis Pemanfaatan Hubungan Gerak dan Gaya Tegangan Tali pada Desain Struktur Penyangga Beban INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Aktivitas 1: Dekonstruksi Gaya pada Sistem Penyangga Beban StatisEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan skema crane penyangga statis, gambarkan diagram benda bebas (gaya berat beban w, gaya tegangan tali T, dan gaya penopang tiang) dan tuliskan persamaan keseimbangan gaya pada sumbu vertikal jika tali membentuk sudut teta terhadap tiang horizontal penyangga. Ruang gambar 2. Bandingkan besar gaya tegangan tali (T) apabila sudut tali terhadap tiang horizontal diperkecil dari 60 derajat menjadi 30 derajat untuk beban massa yang sama (w = 6000 N). Bagaimana implikasi analisis ini terhadap pemilihan sudut kemiringan kawat pada desain struktur penyangga? Kotak diagram benda bebas berukuran 8x6 cm lengkap dengan sumbu koordinat X-Y, diikuti baris uraian perhitungan komparasi nilai T pada sudut 60 derajat dan 30 derajat beserta 3 baris kesimpulan implikasi desain struktur. Kegiatan 2: Aktivitas 2: Analisis Dinamika Beban Bergerak pada Rekayasa Derek KabelEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel perbandingan gaya tegangan tali penyangga pada 3 kondisi gerak beban bermassa m = 500 kg (percepatan gravitasi g = 10 m/s^2, percepatan gerak derek a = 2 m/s^2): Fase 1 (bergerak dipercepat ke atas), Fase 2 (bergerak kecepatan konstan ke atas), dan Fase 3 (bergerak diperlambat saat naik). Ruang tabel jawaban 2. Berdasarkan hasil tabel, analisislah pada fase gerak manakah struktur kabel penyangga menerima beban mekanis paling kritis dan jelaskan mengapa insinyur struktur wajib menggunakan nilai gaya pada fase tersebut sebagai acuan perancangan ketebalan kabel! Tabel 3 baris x 4 kolom (Kondisi Gerak, Rumusan Hukum Newton, Perhitungan Nilai T (N), Status Beban Kabel), dilanjutkan kolom uraian 4-5 baris untuk analisis fase kritis dan rekomendasi spesifikasi kabel. Kegiatan 3: Aktivitas 3: Investigasi dan Evaluasi Desain Struktur Jembatan Gantung (Cable-Stayed vs Suspension)Estimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Analisislah keuntungan mekanis pemanfaatan multi-kabel bersudut (cable-stayed) dibandingkan kabel tunggal terpusat dalam mendistribusikan gaya tegangan tali saat beban kendaraan bergerak melintasi bentang jembatan! 2. Jika salah satu kabel mengalami kenaikan percepatan getaran akibat beban lalu lintas padat, jelaskan rekomendasi rekayasa struktur pada konfigurasi sudut atau peredam gaya tali agar struktur penyangga beban tetap seimbang dan aman! Format uraian terstruktur: Bagian A (Analisis distribusi gaya multi-kabel 5 baris) dan Bagian B (3 butir rekomendasi teknis rekayasa struktur kabel). REFLEKSI1. Konsep hubungan gaya tegangan tali dan gerak apa yang paling mengubah cara pandangmu saat melihat struktur jembatan gantung atau derek konstruksi di lingkungan sekitarmu? 2. Bagian mana dari proses analisis matematis dan diagram gaya tadi yang paling membantumu memahami pentingnya faktor keamanan dalam mendesain sebuah struktur penyangga beban? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.