LKPD Fisika Kelas 11: Menganalisis Pemanfaatan Hubungan Gerak dan Gaya Gesek pada Fenomena Gerak Benda di Permukaan Alami
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Fisika kelas 11 dengan topik "Menganalisis Pemanfaatan Hubungan Gerak dan Gaya Gesek pada Fenomena Gerak Benda di Permukaan Alami".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Fisika Kelas 11: Menganalisis Pemanfaatan Hubungan Gerak dan Gaya Gesek pada Fenomena Gerak Benda di Permukaan Alami
Fisika - Kelas 11
Bab 3 Pertemuan 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Fisika — Kelas 11 (Fase F) Topik: Menganalisis Pemanfaatan Hubungan Gerak dan Gaya Gesek pada Fenomena Gerak Benda di Permukaan Alami INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Analisis Dinamika Gaya pada Gerak Partikel Tanah dan Longsoran Lereng AlamiEstimasi: 45 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Analisis kondisi kesetimbangan gaya pada blok material tanah lereng saat keadaan stabil (kering). Bagaimana perbandingan nilai antara komponen gaya berat yang sejajar lereng dengan gaya gesek statis maksimum permukaan alami tanah? 2. Lengkapilah tabel analisis perubahan gaya dan status gerak material lereng alami pada dua kondisi lingkungan berbeda (Kondisi A: Tanah Kering, Kondisi B: Tanah Jenuh Air Akibat Hujan Lebat). Ruang tabel jawaban Tuliskan uraian pada kolom teks 4 baris untuk Pertanyaan 1. Untuk Pertanyaan 2, lengkapi tabel 5 kolom: [Kondisi Lereng | Perubahan Koefisien Gesek | Perbandingan W_paralel vs fs_max | Resultan Gaya (Sigma F) | Status Gerak]. Kegiatan 2: Analisis Eksploratif Hubungan Gerak dan Gesekan pada Fenomena Seluncur Batu Death ValleyEstimasi: 45 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Analisis mengapa pada kondisi tanah lumpur kering alami tanpa lapisan es, gaya dorong angin alami yang kuat sekalipun tidak mampu menggerakkan batu-batu besar tersebut. 2. Analisis bagaimana pembentukan lapisan es tipis dan air mencair di permukaan alami dapat memicu fenomena gerak batu menurut keterkaitan gaya gesek kinetik dan gaya dorong angin. Tuliskan hasil analisis dalam format uraian analitis 2 sub-bahasan: (a) Analisis Kendala Gerak pada Permukaan Kering (F_angin vs fs_max), (b) Analisis Pemicu Gerak Akibat Perubahan Koefisien Gesek Es Tipis (F_angin vs fk dan percepatan gerak). Kegiatan 3: Analisis Komparatif Pemanfaatan Relasi Gaya dan Gerak pada Fenomena Hewan dan Tumbuhan di AlamEstimasi: 45 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel analisis perbandingan pemanfaatan relasi gaya dan gerak pada fenomena kaki tokek di tebing alami dan fenomena gerak jatuh biji maple di udara. Ruang tabel jawaban 2. Berdasarkan keseluruhan analisis fenomena alam di atas, rumuskan sintesis ilmiah mengenai bagaimana besar-kecilnya gaya gesek alami dimanfaatkan atau memengaruhi perubahan keadaan gerak suatu benda di alam. Isi tabel 4 kolom: [Fenomena Alam | Gaya-Gaya yang Bekerja | Pengaruh terhadap Resultan Gaya | Analisis Hubungan dengan Status Gerak Benda]. Lanjutkan dengan paragraf sintesis konsep (4-5 baris) untuk Pertanyaan 2. REFLEKSI1. Bagian analisis dinamika gaya pada fenomena alam manakah yang paling membantumu memahami hubungan antara gaya gesek dan perubahan gerak benda? 2. Bagaimana pemahamanmu mengenai keterkaitan gaya dan gerak ini mengubah cara pandangmu saat mengamati fenomena fisik di lingkungan alam sekitarmu? 3. Tantangan apa yang kamu hadapi saat menguraikan diagram gaya pada bidang miring atau medium alami, dan bagaimana caramu mengatasinya bersama teman sekelompok? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.