LKPD Fisika Kelas 11: Menganalisis Operasi Penjumlahan Vektor Gaya pada Interaksi Gaya Sejajar dan Tegak Lurus
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Fisika kelas 11 dengan topik "Menganalisis Operasi Penjumlahan Vektor Gaya pada Interaksi Gaya Sejajar dan Tegak Lurus".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Fisika Kelas 11: Menganalisis Operasi Penjumlahan Vektor Gaya pada Interaksi Gaya Sejajar dan Tegak Lurus
Fisika - Kelas 11
Bab 1 Pertemuan 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Fisika — Kelas 11 (Fase F) Topik: Menganalisis Operasi Penjumlahan Vektor Gaya pada Interaksi Gaya Sejajar dan Tegak Lurus INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Aktivitas 1: Menganalisis Interaksi dan Keseimbangan Gaya Sejajar (Kolinier)Estimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapilah tabel analisis gaya sejajar berikut untuk menentukan besar resultan gaya (R), arah resultan gaya, dan kondisi gerak/keseimbangan benda (seimbang/tidak seimbang): Ruang tabel jawaban 2. Berdasarkan tabel di atas, analisislah syarat apa yang harus dipenuhi oleh dua vektor gaya yang bekerja sejajar agar menghasilkan kondisi keseimbangan statis (resultan gaya sama dengan nol)? Tabel 4 baris dengan kolom: Kasus, Gaya-Gaya yang Bekerja (N), Perhitungan Resultan Gaya R (N), Arah Resultan, dan Status Keseimbangan (Seimbang/Tidak Seimbang), diikuti kotak uraian untuk menjawab pertanyaan nomor 2. Kegiatan 2: Aktivitas 2: Investigasi dan Analisis Vektor Gaya Tegak Lurus (Sudut 90 Derajat)Estimasi: 50 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tuliskan hasil pembacaan neraca pegas F1 dan F2, lalu hitunglah besar resultan vektor gaya kedua pegas tersebut menggunakan rumus resultan gaya tegak lurus R = akar(F1^2 + F2^2)! 2. Analisislah hubungan antara nilai resultan kedua gaya pegas (R) dengan besar gaya berat beban gantung (W = 5,0 N) saat simpul tali dalam keadaan diam seimbang! Mengapa simpul tali dapat berada dalam kondisi diam seimbang? 3. Jika gaya F1 diperbesar menjadi 6,0 N dan F2 menjadi 8,0 N dalam arah tegak lurus, analisislah berapa berat beban maksimum W yang dapat ditopang agar sistem tetap berada dalam kondisi seimbang! Kotak perhitungan matematis untuk pertanyaan 1, format isian analisis keterkaitan R dan W pada pertanyaan 2, serta lembar kalkulasi analitis untuk pertanyaan 3. Kegiatan 3: Aktivitas 3: Analisis Rekayasa Interaksi Gaya pada Fenomena Keseimbangan Struktur TiangEstimasi: 45 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Hitunglah besar resultan gaya total dari tarikan Kawat A (Fa = 120 N ke Utara) dan Kawat B (Fb = 160 N ke Timur)! 2. Berdasarkan prinsip keseimbangan gaya (Sigma F = 0), tentukan besar dan arah gaya tarik yang harus dikerahkan oleh Kawat C agar tiang berada dalam keseimbangan statis! 3. Analisislah apa yang akan terjadi pada struktur tiang jika Kawat B tiba-tiba putus sedangkan tarikan Kawat A dan Kawat C tetap konstan! Kolom perhitungan gaya resultan, uraian penetapan arah dan besar gaya penyeimbang Kawat C, lembar analisis dinamika struktur tiang, serta area refleksi mandiri murid. REFLEKSI1. Bagian mana dari analisis penjumlahan vektor gaya (sejajar atau tegak lurus) yang paling membantu saya memahami konsep benda seimbang? 2. Bagaimana prinsip penjumlahan vektor gaya yang saya pelajari hari ini dapat menjelaskan kestabilan jembatan atau tiang di sekitar lingkungan saya? 3. Kesulitan apa yang saya hadapi saat menentukan besar dan arah gaya penyeimbang, dan bagaimana saya mengatasinya? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.