LKPDPertemuan 2Bab 1Fase FSemester 1

LKPD Fisika Kelas 11: Menganalisis Operasi Penjumlahan Vektor Gaya pada Interaksi Gaya Sejajar dan Tegak Lurus

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Fisika kelas 11 dengan topik "Menganalisis Operasi Penjumlahan Vektor Gaya pada Interaksi Gaya Sejajar dan Tegak Lurus".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Fisika Kelas 11: Menganalisis Operasi Penjumlahan Vektor Gaya pada Interaksi Gaya Sejajar dan Tegak Lurus

Fisika - Kelas 11

Bab 1 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Fisika — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Operasi Penjumlahan Vektor Gaya pada Interaksi Gaya Sejajar dan Tegak Lurus

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranFisika
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Operasi Penjumlahan Vektor Gaya pada Interaksi Gaya Sejajar dan Tegak Lurus
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis operasi penjumlahan vektor gaya untuk menjelaskan fenomena keseimbangan atau interaksi gaya

PETUNJUK UMUM

  • Bekerjalah dalam kelompok yang terdiri atas 4-5 orang secara aktif dan kolaboratif.
  • Pelajari fenomena interaksi gaya yang disajikan pada setiap aktivitas dengan teliti.
  • Gunakan konsep penjumlahan vektor (searah, berlawanan arah, dan tegak lurus) untuk menganalisis data dan kondisi keseimbangan gaya.
  • Tuliskan hasil analisis dan kesimpulan pada kolom atau format ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aktivitas 1: Menganalisis Interaksi dan Keseimbangan Gaya Sejajar (Kolinier)

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja
  • Penggaris
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati fenomena dua orang pekerja (Pekerja A dan Pekerja B) yang mendorong sebuah peti bermassa berat di lantai datar licin.
  2. Kasus 1: Kedua pekerja mendorong peti ke arah kanan secara bersamaan dengan gaya F1 = 30 N dan F2 = 40 N.
  3. Kasus 2: Pekerja A mendorong ke kanan dengan F1 = 40 N, sedangkan Pekerja B mendorong ke kiri dengan F2 = 30 N.
  4. Kasus 3: Peti dalam keadaan seimbang diam saat ditarik ke kanan oleh Pekerja A sebesar F1 = 50 N dan ditarik oleh Pekerja C ke kiri.
  5. Lakukan operasi penjumlahan vektor secara matematis pada tabel yang disediakan dan analisis kondisi resultan gayanya.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel analisis gaya sejajar berikut untuk menentukan besar resultan gaya (R), arah resultan gaya, dan kondisi gerak/keseimbangan benda (seimbang/tidak seimbang):

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan tabel di atas, analisislah syarat apa yang harus dipenuhi oleh dua vektor gaya yang bekerja sejajar agar menghasilkan kondisi keseimbangan statis (resultan gaya sama dengan nol)?

Tabel 4 baris dengan kolom: Kasus, Gaya-Gaya yang Bekerja (N), Perhitungan Resultan Gaya R (N), Arah Resultan, dan Status Keseimbangan (Seimbang/Tidak Seimbang), diikuti kotak uraian untuk menjawab pertanyaan nomor 2.

Kegiatan 2: Aktivitas 2: Investigasi dan Analisis Vektor Gaya Tegak Lurus (Sudut 90 Derajat)

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • 2 buah neraca pegas
  • Statif dan klem
  • Beban gantung terkalibrasi (5 N)
  • Busur derajat dan benang kasur
  • Kalkulator

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Susunlah statif, dua neraca pegas, benang, dan beban gantung seberat W = 5,0 N sesuai panduan percobaan gaya sebidang.
  2. Tarik kedua neraca pegas (F1 dan F2) hingga membentuk sudut apit tepat tegak lurus (90 derajat) satu sama lain pada titik simpul beban gantung, sedemikian rupa sehingga simpul beban berada dalam posisi diam seimbang.
  3. Catat pembacaan nilai gaya pada Neraca Pegas 1 (F1) dan Neraca Pegas 2 (F2). Misalkan diperoleh F1 = 3,0 N dan F2 = 4,0 N horizontal dan vertikal.
  4. Hitung resultan vektor kedua gaya neraca pegas menggunakan prinsip teorema Pythagoras: R = akar(F1^2 + F2^2).
  5. Bandingkan nilai resultan vektor gaya pegas (R) dengan gaya berat beban (W) yang bekerja ke arah bawah.

Pertanyaan:

1. Tuliskan hasil pembacaan neraca pegas F1 dan F2, lalu hitunglah besar resultan vektor gaya kedua pegas tersebut menggunakan rumus resultan gaya tegak lurus R = akar(F1^2 + F2^2)!

2. Analisislah hubungan antara nilai resultan kedua gaya pegas (R) dengan besar gaya berat beban gantung (W = 5,0 N) saat simpul tali dalam keadaan diam seimbang! Mengapa simpul tali dapat berada dalam kondisi diam seimbang?

3. Jika gaya F1 diperbesar menjadi 6,0 N dan F2 menjadi 8,0 N dalam arah tegak lurus, analisislah berapa berat beban maksimum W yang dapat ditopang agar sistem tetap berada dalam kondisi seimbang!

Kotak perhitungan matematis untuk pertanyaan 1, format isian analisis keterkaitan R dan W pada pertanyaan 2, serta lembar kalkulasi analitis untuk pertanyaan 3.

Kegiatan 3: Aktivitas 3: Analisis Rekayasa Interaksi Gaya pada Fenomena Keseimbangan Struktur Tiang

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja peserta didik
  • Penggaris dan busur
  • Kalkulator ilmiah

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan ilustrasi sebuah tiang lampu vertikal yang ditarik oleh dua kawat penahan horizontal dan transversal yang saling tegak lurus di atas tanah.
  2. Kawat A menarik tiang ke arah Utara dengan gaya Fa = 120 N.
  3. Kawat B menarik tiang ke arah Timur dengan gaya Fb = 160 N.
  4. Agar tiang tidak miring atau roboh akibat tarikan kawat A dan B, dipasang kawat penahan ketiga (Kawat C) pada titik yang sama di puncak tiang.
  5. Diskusikan dalam kelompok untuk menganalisis besar dan arah gaya yang harus diberikan oleh kawat penahan ketiga agar tiang lampu tetap berdiri tegak seimbang, lalu selesaikan refleksi penutup.

Pertanyaan:

1. Hitunglah besar resultan gaya total dari tarikan Kawat A (Fa = 120 N ke Utara) dan Kawat B (Fb = 160 N ke Timur)!

2. Berdasarkan prinsip keseimbangan gaya (Sigma F = 0), tentukan besar dan arah gaya tarik yang harus dikerahkan oleh Kawat C agar tiang berada dalam keseimbangan statis!

3. Analisislah apa yang akan terjadi pada struktur tiang jika Kawat B tiba-tiba putus sedangkan tarikan Kawat A dan Kawat C tetap konstan!

Kolom perhitungan gaya resultan, uraian penetapan arah dan besar gaya penyeimbang Kawat C, lembar analisis dinamika struktur tiang, serta area refleksi mandiri murid.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari analisis penjumlahan vektor gaya (sejajar atau tegak lurus) yang paling membantu saya memahami konsep benda seimbang?

2. Bagaimana prinsip penjumlahan vektor gaya yang saya pelajari hari ini dapat menjelaskan kestabilan jembatan atau tiang di sekitar lingkungan saya?

3. Kesulitan apa yang saya hadapi saat menentukan besar dan arah gaya penyeimbang, dan bagaimana saya mengatasinya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.