LKPDPertemuan 5Bab 4Fase FSemester 2

LKPD Ekonomi Kelas 11: Menjelaskan Konsep Dasar, Ciri-Ciri, dan Fungsi Pajak bagi Pendapatan Negara

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Ekonomi kelas 11 dengan topik "Menjelaskan Konsep Dasar, Ciri-Ciri, dan Fungsi Pajak bagi Pendapatan Negara".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Ekonomi Kelas 11: Menjelaskan Konsep Dasar, Ciri-Ciri, dan Fungsi Pajak bagi Pendapatan Negara

Ekonomi - Kelas 11

Bab 4 Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Ekonomi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menjelaskan Konsep Dasar, Ciri-Ciri, dan Fungsi Pajak bagi Pendapatan Negara

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranEkonomi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenjelaskan Konsep Dasar, Ciri-Ciri, dan Fungsi Pajak bagi Pendapatan Negara
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menjelaskan konsep perpajakan sebagai instrumen pendapatan negara

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus dengan cermat bersama rekan kelompokmu.
  • Gunakan buku teks Ekonomi Kelas 11 Bab 4 sebagai sumber rujukan utama dalam melengkapi penjelasan konsep perpajakan.
  • Tuliskan penjelasan dan hasil telaah konsep secara sistematis dan jelas pada ruang jawaban yang disediakan.
  • Bekerjasamalah secara aktif dan saling menghargai pendapat dalam kelompok sebelum menyepakati rumusan penjelasan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menjelaskan Definisi dan Ciri Pokok Pajak sebagai Pendapatan Negara

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Buku teks Ekonomi Kelas 11
  • Alat tulis
  • Kertas LKPD

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati kutipan teks Pasal 23A UUD 1945 dan definisi pajak menurut undang-undang.
  2. Diskusikan bersama rekan sekelompok mengenai karakteristik yang membedakan pajak dengan pungutan resmi lainnya (seperti retribusi).
  3. Jelaskan secara tertulis konsep dasar dan ciri-ciri pemungutan pajak pada tabel dan kolom uraian yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan regulasi di Indonesia, jelaskan pengertian pajak dan kedudukannya dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)!

2. Lengkapi tabel analisis ciri-ciri pajak berikut dengan menjelaskan maksud dari tiap karakteristik serta perbedaannya dengan retribusi!

Ruang tabel jawaban

Tuliskan uraian nomor 1 dalam 1 paragraf terpadu. Untuk nomor 2, lengkapi tabel 4 baris dengan kolom: (1) Unsur Ciri, (2) Penjelasan pada Pajak, (3) Perbandingan dengan Retribusi.

Kegiatan 2: Menjelaskan Empat Fungsi Utama Pajak bagi Perekonomian Negara

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Buku teks Ekonomi Kelas 11
  • Kertas LKPD
  • Pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan 4 skenario kebijakan fiskal dan anggaran pemerintah yang tertera pada lembar aktivitas.
  2. Identifikasi fungsi pajak yang tercermin dalam setiap skenario: fungsi anggaran (budgetair), fungsi regulasi (regulerend), fungsi alokasi, atau fungsi distribusi/pemerataan.
  3. Tuliskan penjelasan logis mengapa instrumen perpajakan pada skenario tersebut menjalankan fungsi yang bersangkutan.

Pertanyaan:

1. Pemerintah mengenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga 50% untuk impor mobil mewah, sementara tarif pajak untuk kendaraan angkutan umum diturunkan menjadi sangat rendah. Jelaskan fungsi pajak apa yang bekerja pada kebijakan ini dan bagaimana mekanismenya!

2. Penerimaan pajak penghasilan yang terkumpul di kas negara dialokasikan kembali dalam bentuk subsidi bantuan sosial tunai dan bantuan iuran jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin. Jelaskan fungsi pajak yang diterapkan dalam mekanisme tersebut!

3. Lengkapi tabel 4 fungsi utama pajak dengan menjelaskan konsep masing-masing fungsi: (a) Fungsi Anggaran (Budgetair), (b) Fungsi Alokasi, (c) Fungsi Distribusi, dan (d) Fungsi Regulasi!

Ruang tabel jawaban

Tuliskan uraian penjelasan nomor 1 dan 2 pada kolom teks yang disediakan (masing-masing 3-4 kalimat). Untuk nomor 3, isi tabel 4 baris yang memuat kolom: Nama Fungsi Pajak, Definisi Konsep, dan Contoh Penerapan Operasional.

Kegiatan 3: Menjelaskan Peran Perpajakan dalam Kasus Pembiayaan Pembangunan Daerah dan Nasional

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Siswa
  • Pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati studi kasus ringkas: 'Sebuah wilayah tertinggal membutuhkan pembangunan jembatan penghubung dan penyediaan puskesmas gratis dengan total anggaran Rp150 miliar, yang seluruhnya bersumber dari penerimaan pos perpajakan negara'.
  2. Diskusikan dalam kelompok bagaimana konsep penerimaan pajak bertindak sebagai penopang pembangunan tersebut.
  3. Tuliskan penjelasan konseptual mengenai keterkaitan langsung antara kepatuhan pajak warga negara dengan kesinambungan pendapatan negara, dilanjutkan dengan kegiatan refleksi mandiri.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan studi kasus pembangunan fasilitas publik di atas, jelaskan bagaimana konsep keterkaitan antara pemenuhan kewajiban perpajakan oleh warga negara dengan kemampuan kas negara membiayai fasilitas publik tersebut!

2. Jelaskan mengapa pemungutan pajak tidak boleh memberikan imbalan (kontraprestasi) langsung kepada pembayarnya, melainkan harus dinikmati secara tidak langsung melalui kas pendapatan negara!

Tuliskan rumusan penjelasan kelompok pada lembar portofolio LKPD (masing-masing nomor berbobot 1 paragraf argumentatif yang memuat konsep pembiayaan kas negara dan asas manfaat kolektif).

REFLEKSI

1. Setelah mempelajari konsep perpajakan hari ini, bagaimana kamu menjelaskan pentingnya peran pajak dalam kehidupan sehari-hari keluargamu dan fasilitas umum di lingkungan sekitarmu?

2. Bagian konsep mana dari ciri-ciri atau fungsi pajak yang menurutmu paling esensial dalam menjaga stabilitas pendapatan negara, dan mengapa?

3. Sikap kesadaran seperti apa yang menurutmu perlu ditumbuhkan oleh seorang generasi muda terkait kewajiban perpajakan negara di masa mendatang?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.