LKPDPertemuan 6Bab 3Fase FSemester 2

LKPD Ekonomi Kelas 11: Menganalisis Mekanisme Transmisi Pertumbuhan Peredaran Uang terhadap Terjadinya Inflasi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Ekonomi kelas 11 dengan topik "Menganalisis Mekanisme Transmisi Pertumbuhan Peredaran Uang terhadap Terjadinya Inflasi".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Ekonomi Kelas 11: Menganalisis Mekanisme Transmisi Pertumbuhan Peredaran Uang terhadap Terjadinya Inflasi

Ekonomi - Kelas 11

Bab 3 Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Ekonomi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Mekanisme Transmisi Pertumbuhan Peredaran Uang terhadap Terjadinya Inflasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranEkonomi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Mekanisme Transmisi Pertumbuhan Peredaran Uang terhadap Terjadinya Inflasi
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis kaitan peredaran uang dengan inflasi

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus dengan saksama bersama kelompok belajarmu.
  • Gunakan konsep transmisi moneter dan teori kuantitas uang untuk menganalisis hubungan sebab-akibat peredaran uang terhadap tingkat harga (inflasi).
  • Tuliskan hasil analisis secara runtut dan logis pada kolom atau format ruang jawaban yang telah disediakan.
  • Diskusikan secara aktif, hargai pendapat rekan sekelompok, dan manfaatkan waktu secara optimal.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Hubungan Jumlah Uang Beredar dan Tingkat Harga (Teori Kuantitas Uang)

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Kalkulator/alat hitung
  • Alat tulis
  • Buku catatan ekonomi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati ilustrasi perekonomian sederhana berikut: Di sebuah pulau terisolasi, transaksi riil barang/jasa tetap stabil (T = 500 unit) dan kecepatan peredaran uang stabil (V = 4 kali setahun). Semula jumlah uang beredar (M) adalah Rp500.000,00.
  2. Gunakan persamaan Irving Fisher: M x V = P x T untuk melengkapi tabel simulasi.
  3. Analisislah apa yang terjadi pada tingkat harga (P) ketika jumlah uang beredar (M) bertambah dua kali lipat menjadi Rp1.000.000,00 sementara V dan T tetap.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah nilai Tingkat Harga (P) pada Kondisi A (M = Rp500.000,00, V = 4, T = 500 unit) dan Kondisi B (M = Rp1.000.000,00, V = 4, T = 500 unit), kemudian tentukan persentase kenaikan harga yang terjadi.

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, analisislah kaitan langsung antara pertumbuhan jumlah uang beredar dengan laju inflasi jika tidak diimbangi dengan pertambahan output riil barang/jasa.

Format tabel 4 kolom untuk No 1: Kolom [Kondisi (A dan B)], [Perhitungan P = (M x V)/T], [Nilai P (Rp)], [Laju Perubahan P (%)]. Format uraian terstruktur 1 paragraf (minimal 3 kalimat sebab-akibat) untuk No 2.

Kegiatan 2: Analisis Rantai Transmisi Permintaan: Dari Uang Beredar ke Demand-Pull Inflation

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas plano/lembar kerja kelompok
  • Spidol/alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pelajari bagan alur transmisi peredaran uang berikut: Pertumbuhan Kredit/Pencetakan Uang -> Peningkatan Jumlah Uang Beredar di Masyarakat -> Peningkatan Daya Beli/Pengeluaran Konsumsi (Agregat) -> Kapasitas Produksi Nasional Penuh/Tidak Mampu Mengimbangi Permintaan Seketika -> Kelangkaan Relatif Barang -> Terjadinya Kenaikan Harga Umum (Demand-Pull Inflation).
  2. Diskusikan dalam kelompok bagaimana tiap simpul dalam rantai transmisi tersebut saling terkait hingga bermuara pada inflasi.
  3. Jawablah pertanyaan analisis berdasarkan bagan alur transmisi tersebut.

Pertanyaan:

1. Jelaskan titik kritis mekanisme transmisi yang menyebabkan lonjakan peredaran uang bermuara pada kenaikan harga umum (Demand-Pull Inflation) dan bukan pada penurunan harga!

2. Analisislah perbandingan dampak inflasi: Mengapa jika jumlah uang beredar tumbuh 10% di saat kapasitas produksi pabrik masih banyak yang menganggur (idle capacity), kenaikan inflasinya cenderung lebih rendah dibandingkan jika pabrik sudah beroperasi 100%?

Format diagram alur bertahap dengan kotak keterangan analisis 4 tahap (Tahap Penambahan Uang, Tahap Permintaan Agregat, Respon Penawaran Riil, dan Akibat Inflasi) untuk No 1; Esai argumentatif terstruktur (minimal 4 kalimat analitis) untuk No 2.

Kegiatan 3: Studi Komparasi Kasus Riil: Kaitan Lonjakan Peredaran Uang dan Hiperinflasi

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar artikel ringkas kasus inflasi historis
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan kasus historis berikut: Pada peristiwa krisis moneter Zimbabwe (2008) dan Jerman pasca-PD I (1923), pemerintah mencetak uang kertas dalam jumlah masif tanpa penambahan cadangan devisa maupun peningkatan hasil produksi barang kebutuhan pokok.
  2. Lakukan analisis kaitan antara tindakan mencetak uang berlebih tersebut dengan runtuhnya daya beli dan lonjakan inflasi ekstrem (hiperinflasi).
  3. Kerjakan pertanyaan evaluatif dan lanjutkan dengan mengisi refleksi akhir pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan studi kasus pencetakan uang masif tersebut, analisislah mengapa peredaran uang yang melimpah secara ekstrem justru menghilangkan fungsi nilai uang dan memicu hiperinflasi!

2. Simpulkan secara komprehensif kaitan peredaran uang dengan inflasi: Kondisi apa yang harus dipenuhi agar pertumbuhan peredaran uang TIDAK menimbulkan inflasi tinggi di suatu negara?

Format uraian analitis komparasi kasus 2 paragraf untuk No 1; Format bagan kesimpulan 3 butir kausalitas utama untuk No 2; Dilanjutkan ruang refleksi diri.

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis kaitan peredaran uang dan inflasi, bagaimana kamu memandang hubungan antara jumlah uang sakumu yang bertambah banyak dengan harga barang di kantin ketika stok makanan kantin terbatas?

2. Bagian mana dari mekanisme transmisi peredaran uang terhadap inflasi yang menurutmu paling menantang untuk dipahami dan mengapa?

3. Kesadaran baru apa yang kamu peroleh mengenai pentingnya Bank Sentral mengontrol jumlah uang yang beredar di masyarakat?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.