LKPDPertemuan 7Bab 2Fase FSemester 1

LKPD Ekonomi Kelas 11: Menganalisis Masalah Pengangguran Terbuka dan Setengah Pengangguran Berdasarkan Konsep Ekonomi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Ekonomi kelas 11 dengan topik "Menganalisis Masalah Pengangguran Terbuka dan Setengah Pengangguran Berdasarkan Konsep Ekonomi".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Ekonomi Kelas 11: Menganalisis Masalah Pengangguran Terbuka dan Setengah Pengangguran Berdasarkan Konsep Ekonomi

Ekonomi - Kelas 11

Bab 2 Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Ekonomi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Masalah Pengangguran Terbuka dan Setengah Pengangguran Berdasarkan Konsep Ekonomi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranEkonomi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Masalah Pengangguran Terbuka dan Setengah Pengangguran Berdasarkan Konsep Ekonomi
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis masalah ketenagakerjaan yang sedang terjadi berdasarkan konsep yang sudah dipelajari

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar kasus dan stimulus data ketenagakerjaan dengan cermat.
  • Bekerjalah secara kolaboratif bersama teman kelompokmu untuk mengkaji setiap permasalahan.
  • Gunakan konsep ketenagakerjaan (terutama pengangguran terbuka dan setengah pengangguran) untuk menguraikan faktor penyebab, karakteristik, dan dampaknya.
  • Tuliskan hasil analisis kalian pada format lembar kerja yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Diferensiasi Kasus: Pengangguran Terbuka vs Setengah Pengangguran

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kasus
  • Alat tulis
  • Buku teks Ekonomi Kelas 11

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah dua narasi situasi tenaga kerja berikut ini:
  2. Kasus A: Kevin lulusan S1 Teknik Komputer yang telah 8 bulan melamar pekerjaan di berbagai perusahaan, belum pernah diterima bekerja sama sekali, dan saat ini tidak memiliki aktivitas ekonomi yang menghasilkan uang.
  3. Kasus B: Pak Joko seorang buruh bangunan lepas yang hanya bekerja rata-rata 18 jam per minggu karena minimnya proyek konstruksi, padahal ia masih sangat bersedia dan aktif mencari jam kerja tambahan hingga 40 jam per minggu agar penghasilannya mencukupi.
  4. Diskusikan perbedaan karakteristik kedua kasus tersebut berdasarkan konsep ketenagakerjaan.
  5. Tuliskan hasil analisis pada tabel klasifikasi yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan kedua kasus di atas, analisislah klasifikasi jenis pengangguran untuk Kasus A dan Kasus B berdasarkan jam kerja serta status keberadaan pekerjaannya!

Ruang tabel jawaban

2. Analisislah faktor struktural dan operasional yang membedakan kondisi keterpaksaan ekonomi pada pengangguran terbuka (Kasus A) dibandingkan setengah pengangguran (Kasus B)!

Format tabel 3 kolom: Aspek Pembeda, Kasus A, Kasus B; dilanjutkan kotak uraian analisis faktor perbedaan pemanfaatan kapasitas tenaga kerja.

Kegiatan 2: Investigasi Data dan Rantai Penyebab Masalah Ketenagakerjaan

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Data infografis ketenagakerjaan daerah X
  • Kalkulator/alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan data ringkas kondisi ketenagakerjaan daerah X: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) meningkat dari 5,2% menjadi 6,8% pasca-penutupan pabrik manufaktur padat karya. Sementara itu, proporsi setengah pengangguran tercatat mencapai 12,4% yang didominasi sektor informal dan jasa harian.
  2. Lakukan analisis mendalam terhadap keterkaitan antara struktur perekonomian dengan lonjakan dua masalah pengangguran tersebut.
  3. Uraikan analisis kalian secara terstruktur sesuai nomor pertanyaan.

Pertanyaan:

1. Analisislah rantai penyebab mengapa penutupan sektor formal manufaktur dapat memicu naiknya angka pengangguran terbuka sekaligus meningkatkan angka setengah pengangguran di sektor informal!

2. Lakukan analisis komparasi dampak ekonomi antara masalah pengangguran terbuka yang berkepanjangan dengan masalah setengah pengangguran terhadap potensi output agregat masyarakat!

Kotak uraian analisis sistemik dengan penekanan pada alur sebab-akibat (diagram alur sebab-akibat dan paragraf analisis penjelas).

Kegiatan 3: Sintesis Analisis Kritis Masalah Ketenagakerjaan Riil

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Papan tulis/lembar kertas plano kelompok
  • Spidol

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bergabunglah dalam diskusi panel kelas untuk menyajikan analisis kelompok atas masalah ketenagakerjaan yang sedang tren: maraknya pekerja 'gig economy' (pekerja lepas daring serabutan) dan sarjana yang menganggur.
  2. Tanggapi pertanyaan penguji kelompok lain dengan menggunakan pisau bedah konsep pengangguran terbuka dan setengah pengangguran.
  3. Rangkum kesimpulan analisis kalian secara mandiri pada ruang lembar kerja.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan diskusi panel, analisislah apakah fenomena banyaknya pekerja serabutan digital yang jam kerjanya tidak menentu dan berpenghasilan minim lebih tepat dikategorikan sebagai penurunan pengangguran terbuka semu atau peningkatan setengah pengangguran!

2. Buatlah kesimpulan analitis mengenai hubungan keterkaitan antara karakteristik ketidakcocokan keahlian (mismatch skill) dengan bertahannya status pengangguran terbuka pada lulusan pendidikan menengah dan tinggi!

Format laporan sintesis diskusi (kolom kesimpulan argumen, bukti konseptual, dan analisis kritis penutup). Termasuk ruang untuk pengerjaan refleksi akhir pembelajaran.

REFLEKSI

1. Konsep apa tentang pengangguran terbuka dan setengah pengangguran yang paling mengubah pandanganmu saat melihat kondisi orang-orang yang bekerja di sekitarmu?

2. Bagaimana kemampuan menganalisis masalah ketenagakerjaan ini membantumu menyadari pentingnya merencanakan kompetensi diri sebelum memasuki pasar tenaga kerja nantinya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.