LKPDPertemuan 9Bab 1Fase FSemester 1

LKPD Ekonomi Kelas 11: Mengidentifikasi Keterkaitan Akses Keuangan Digital dengan Kondisi Kemiskinan Lingkungan Sekitar

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Ekonomi kelas 11 dengan topik "Mengidentifikasi Keterkaitan Akses Keuangan Digital dengan Kondisi Kemiskinan Lingkungan Sekitar".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Ekonomi Kelas 11: Mengidentifikasi Keterkaitan Akses Keuangan Digital dengan Kondisi Kemiskinan Lingkungan Sekitar

Ekonomi - Kelas 11

Bab 1 Pertemuan 9

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Ekonomi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Mengidentifikasi Keterkaitan Akses Keuangan Digital dengan Kondisi Kemiskinan Lingkungan Sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranEkonomi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMengidentifikasi Keterkaitan Akses Keuangan Digital dengan Kondisi Kemiskinan Lingkungan Sekitar
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengidentifikasi permasalahan ekonomi terkait kemiskinan dan literasi keuangan digital di lingkungan sekitar

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar kasus dan stimulus yang disediakan secara cermat bersama kelompokmu.
  • Fokuskan perhatian pada identifikasi masalah ekonomi riil: kemiskinan dan pemahaman/penggunaan keuangan digital di lingkungan sekitar.
  • Isilah tabel dan jawab pertanyaan pada ruang yang telah disediakan sesuai instruksi.
  • Gunakan waktu secara efektif sesuai estimasi yang tertera pada setiap kegiatan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aktivitas 1: Mengidentifikasi Potret Kemiskinan dan Layanan Keuangan Digital di Lingkungan Sekitar

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja siswa
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi pengantar singkat mengenai warga Kampung Melati berikut: 'Di Kampung Melati, sebagian besar warga bekerja di sektor informal dengan pendapatan harian yang tidak tetap sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan pokok pangan dan biaya pendidikan anak. Sebagian warga mulai memiliki ponsel pintar dan melihat pedagang menggunakan kode QR (QRIS), namun banyak yang masih menyimpan uang tunai di bawah kasur, tidak memiliki rekening bank, dan menganggap dompet digital rumit serta rawan penipuan.'
  2. Berdasarkan narasi tersebut, identifikasi indikator permasalahan kemiskinan dan fakta literasi keuangan digital warga pada tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan narasi Kampung Melati, sebutkan 2 bentuk permasalahan kemiskinan yang dialami warga!

2. Lengkapilah tabel identifikasi kondisi literasi dan pemanfaatan keuangan digital pada masyarakat Kampung Melati!

Ruang tabel jawaban

Format jawaban: 1) Isian singkat 2 butir permasalahan kemiskinan. 2) Tabel 3 baris: Kolom 1 (Aspek Keuangan Digital: Akses Perangkat, Pemahaman Layanan, Perilaku Pengelolaan Uang), Kolom 2 (Kondisi Nyata yang Teridentifikasi).

Kegiatan 2: Aktivitas 2: Mengidentifikasi Keterkaitan Kemiskinan dengan Literasi Keuangan Digital

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja siswa
  • Kutipan studi kasus A dan B

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati dua situasi nyata yang kerap terjadi di lingkungan masyarakat:
  2. Situasi A: Pak Joko terdesak kebutuhan biaya rumah sakit keluarga dan minim informasi pinjaman resmi, lalu mengakses pinjaman online (pinjol) ilegal dari SMS spam berbunga harian 2% sehingga terjerat utang berlipat ganda.
  3. Situasi B: Bu Siti seorang penjual gorengan belum memahami pembayaran nontunai, menolak pembayaran QRIS dari pembeli, dan tidak bisa mengajukan bantuan modal usaha perbankan karena tidak memiliki pencatatan transaksi digital.
  4. Identifikasi permasalahan ekonomi yang muncul pada masing-masing situasi dan jelaskan keterkaitannya dengan kemiskinan serta literasi keuangan digital.

Pertanyaan:

1. Identifikasilah permasalahan literasi keuangan digital yang dialami oleh Pak Joko pada Situasi A dan bagaimana masalah tersebut memperberat kondisi kemiskinan keluarganya!

2. Identifikasilah hambatan literasi keuangan digital pada Bu Siti di Situasi B dan akibat ekonominya terhadap kelangsungan usaha serta pendapatannya!

Format jawaban: Kolom uraian terstruktur berisi identifikasi masalah literasi digital dan penjelasan dampaknya terhadap kondisi ekonomi warga pada Situasi A dan B.

Kegiatan 3: Aktivitas 3: Mengidentifikasi Masalah Nyata di Lingkungan Sekitar dan Refleksi

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja siswa
  • Catatan pengamatan mandiri

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Lakukan diskusi berpasangan atau kelompok kecil untuk mengamati lingkungan tempat tinggalmu masing-masing.
  2. Identifikasi minimal 3 permasalahan ekonomi konkret yang menghubungkan antara keterbatasan ekonomi warga dengan rendahnya literasi keuangan digital yang pernah kamu lihat atau dengar di sekitar tempat tinggalmu.
  3. Lengkapi tabel pengamatan lingkungan sekitar, lalu kerjakan refleksi akhir pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Identifikasilah 3 permasalahan ekonomi di lingkungan sekitarmu yang berkaitan dengan kemiskinan dan literasi keuangan digital ke dalam tabel identifikasi masalah!

Format jawaban: Tabel 3 kolom (No, Masalah Kemiskinan/Ekonomi Warga, Masalah Literasi Keuangan Digital yang Dihadapi).

REFLEKSI

1. Apa satu contoh masalah literasi keuangan digital yang paling sering kamu temui pada masyarakat berpenghasilan rendah di sekitarmu?

2. Mengapa peningkatan pemahaman keuangan digital penting agar masyarakat berpenghasilan rendah tidak terjerumus ke dalam permasalahan ekonomi yang lebih parah?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.