LKPDPertemuan 7Bab 7Fase FSemester 2

LKPD Biologi Kelas 11: Menafsirkan Informasi Grafik Fluktuasi Kadar Hormon secara Jujur dan Bertanggung Jawab pada Gangguan Siklus Menstruasi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Biologi kelas 11 dengan topik "Menafsirkan Informasi Grafik Fluktuasi Kadar Hormon secara Jujur dan Bertanggung Jawab pada Gangguan Siklus Menstruasi".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Biologi Kelas 11: Menafsirkan Informasi Grafik Fluktuasi Kadar Hormon secara Jujur dan Bertanggung Jawab pada Gangguan Siklus Menstruasi

Biologi - Kelas 11

Bab 7 Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Biologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menafsirkan Informasi Grafik Fluktuasi Kadar Hormon secara Jujur dan Bertanggung Jawab pada Gangguan Siklus Menstruasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBiologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenafsirkan Informasi Grafik Fluktuasi Kadar Hormon secara Jujur dan Bertanggung Jawab pada Gangguan Siklus Menstruasi
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menafsirkan informasi yang diperoleh dengan jujur dan bertanggung jawab mengenai gangguan hormon reproduksi manusia

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah instruksi pada setiap kegiatan dengan cermat dan teliti.
  • Lakukan penafsiran data grafik dan tabel dengan jujur sesuai bukti data yang tersaji tanpa memanipulasi angka atau pola.
  • Tuliskan hasil penafsiran secara objektif, sistematis, dan bertanggung jawab pada ruang jawaban yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menafsirkan Nilai Rujukan Siklus Menstruasi Tipikal dari Grafik Hormon

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Lembar Kerja Siswa

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati deskripsi data grafik siklus menstruasi standar 28 hari berikut: (1) Hari ke-1 hingga ke-5: kadar Estrogen dan Progesteron berada pada titik terendah (keduanya di bawah 50 pg/mL dan 1 ng/mL). (2) Hari ke-12 hingga ke-13: terjadi lonjakan tajam Estrogen hingga mencapai puncak (>200 pg/mL) yang memicu lonjakan hormon LH dan peningkatan FSH. (3) Hari ke-14: terjadi lonjakan tajam LH (LH surge) mencapai kadar tertinggi (sekitar 50-80 mIU/mL). (4) Hari ke-15 hingga ke-24: Progesteron melonjak tinggi mencapai puncaknya (10-20 ng/mL) yang dihasilkan korpus luteum, sementara Estrogen berada pada kenaikan sekunder moderat. (5) Hari ke-25 hingga ke-28: kadar Progesteron dan Estrogen merosot drastis jika fertilisasi tidak terjadi.
  2. Tafsirkan informasi dinamika hormon tersebut ke dalam tabel rujukan fase dengan jujur dan tepat berdasarkan deskripsi grafik yang disajikan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan grafik deskriptif di atas, lengkapi tabel penafsiran fase siklus menstruasi dengan mencatat hormon dominan/puncak dan rentang harinya secara jujur dan akurat.

Ruang tabel jawaban

2. Tafsirkan hubungan antara waktu terjadinya puncak hormon LH dengan pelepasan oosit (ovulasi) berdasarkan sajian data waktu tersebut!

Tabel 4 baris: Kolom 1 (Nama Fase), Kolom 2 (Rentang Hari), Kolom 3 (Hormon Utama/Puncak Sesuai Grafik). Dilanjutkan 2 baris isian kalimat untuk pertanyaan nomor 2.

Kegiatan 2: Menafsirkan Pola Anomali Grafik Hormon pada Kasus Gangguan Reproduksi

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Data grafik kasus reproduksi
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan dua grafik profil hormon dari dua perempuan yang mengalami gangguan siklus menstruasi selama periode 60 hari pengamatan:
  2. Data Grafik Kasus A (Usia 22 tahun, keluhan oligomenore/amenore): Kadar LH terus-menerus tinggi tanpa pernah membentuk puncak tunggal; rasio LH terhadap FSH > 2:1 secara konstan; kadar Estrogen berfluktuasi datar pada level sedang; tidak ditemukan lonjakan Progesteron di atas 2 ng/mL sepanjang 60 hari.
  3. Data Grafik Kasus B (Usia 26 tahun, keluhan siklus memendek 21 hari dengan perdarahan bercak): Lonjakan LH terjadi normal pada hari ke-14, namun kadar Progesteron pasca-lonjakan LH hanya naik singkat maksimal 3 ng/mL pada hari ke-17 lalu merosot ke bawah 1 ng/mL pada hari ke-21.
  4. Lakukan penafsiran ilmiah terhadap penyimpangan grafik tersebut secara bertanggung jawab berdasarkan data faktual yang tersaji.

Pertanyaan:

1. Tafsirkan apa yang terjadi pada proses ovulasi Kasus A berdasarkan ketiadaan lonjakan progesteron dan pola hormon LH yang disajikan!

2. Tafsirkan gangguan fase siklus pada Kasus B berdasarkan data durasi dan kadar progesteron yang tertera pada grafik!

3. Berdasarkan penafsiran objektif data, sebutkan dua bukti numerik/grafik yang menunjukkan Kasus A mengalami gangguan hormonal yang menetap sepanjang 60 hari!

Tiga kolom/kotak jawaban uraian dan isian terstruktur untuk menuliskan argumen penafsiran ilmiah berbasis data numerik.

Kegiatan 3: Menafsirkan Fakta vs Asumsi Keliru Mengenai Gangguan Hormon Reproduksi

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Lembar Kerja Siswa

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah tiga pernyataan klaim umum yang sering beredar di masyarakat mengenai grafik fluktuasi hormon dan siklus menstruasi.
  2. Ujilah kebenaran klaim tersebut dengan menafsirkan grafik data hormonal yang telah dipelajari.
  3. Tunjukkan sikap jujur dan bertanggung jawab dengan membedakan fakta ilmiah hasil bacaan data grafik dari interpretasi keliru atau hoaks.

Pertanyaan:

1. Tafsirkan klaim berikut berdasarkan data grafik: 'Klaim menyatakan bahwa ketiadaan menstruasi (amenore) selalu disebabkan oleh kadar hormon estrogen yang bernilai nol.' Nyatakan apakah klaim ini Sesuai Data atau Tidak Sesuai Data, lalu tuliskan tafsiran buktinya!

2. Tafsirkan klaim: 'Penurunan progesteron yang terlalu cepat pada paruh akhir siklus menyebabkan siklus menstruasi menjadi lebih pendek dari 28 hari.' Nyatakan kesesuaian klaim dan tafsiran ilmiahnya berdasarkan data grafik Kasus B!

Format tabel verifikasi: Kolom 1 (Pernyataan Klaim), Kolom 2 (Status: Sesuai Data / Tidak Sesuai Data), Kolom 3 (Tafsiran Bukti Berdasarkan Data Grafik).

REFLEKSI

1. Bagaimana ketelitian dan kejujuran membaca data grafik membantu Anda membedakan gangguan hormonal yang nyata dari sekadar asumsi yang salah?

2. Langkah apa yang akan Anda lakukan secara bertanggung jawab apabila menemukan informasi grafik atau data kesehatan reproduksi yang dipotong atau disajikan tidak lengkap di media sosial?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.