LKPDPertemuan 4Bab 7Fase FSemester 2

LKPD Biologi Kelas 11: Menganalisis Keterkaitan Umpan Balik Hormon Testosteron Antarorgan Reproduksi Pria dalam Merespons Stimulus Internal

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Biologi kelas 11 dengan topik "Menganalisis Keterkaitan Umpan Balik Hormon Testosteron Antarorgan Reproduksi Pria dalam Merespons Stimulus Internal".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Biologi Kelas 11: Menganalisis Keterkaitan Umpan Balik Hormon Testosteron Antarorgan Reproduksi Pria dalam Merespons Stimulus Internal

Biologi - Kelas 11

Bab 7 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Biologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Keterkaitan Umpan Balik Hormon Testosteron Antarorgan Reproduksi Pria dalam Merespons Stimulus Internal

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBiologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Keterkaitan Umpan Balik Hormon Testosteron Antarorgan Reproduksi Pria dalam Merespons Stimulus Internal
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis keterkaitan antar sistem organ dalam tubuh untuk merespons stimulus internal pada sistem reproduksi pria

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar kasus dan stimulus biologis dengan saksama sebelum menjawab pertanyaan.
  • Bekerjalah secara mandiri atau berdiskusi dengan teman kelompok sesuai instruksi pada setiap tahapan kegiatan.
  • Gunakan konsep jalur poros Hipotalamus-Pituitari-Testis (HPG Axis) dan mekanisme umpan balik dalam menganalisis keterkaitan antarorgan.
  • Tuliskan hasil analisis secara sistematis pada format ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Pemetaan Alur Komunikasi Antarorgan: Poros Hipotalamus-Pituitari-Testis

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Biologi Kelas 11 Bab 7
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati teks deskripsi tentang koordinasi sistem saraf dan endokrin dalam memicu produksi hormon reproduksi pria.
  2. Identifikasi organ penghasil, hormon yang disekresikan, sel target, serta efek biologis yang ditimbulkan.
  3. Lengkapi tabel pemetaan jalur komunikasi organ berikut berdasarkan pemahamanmu.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah baris-baris pada tabel analisis komunikasi organ berikut dengan menuliskan:

  1. Organ/Jaringan Sumber,
  2. Hormon yang Disekresikan,
  3. Organ/Sel Target, dan
  4. Respons/Efek pada Target.
Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan alur data tabel di atas, bagaimana keterkaitan fungsional antara sistem koordinasi saraf (hipotalamus) dan sistem endokrin (kelenjar pituitari serta testis) dalam mengatur aktivitas organ reproduksi pria?

Tabel 4 baris isian dengan kolom: Organ Sumber | Hormon | Organ/Sel Target | Respons Biologis; dilanjutkan kolom teks uraian analisis keterkaitan fungsional.

Kegiatan 2: Analisis Mekanisme Umpan Balik Hormon dalam Merespons Stimulus Internal

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Bagan alur umpan balik hormon
  • Buku catatan dan lembar LKPD

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah dua skenario fluktuasi kadar hormon internal berikut ini.
  2. Skenario A: Terjadi penurunan kadar testosteron bebas dalam sirkulasi darah di bawah ambang fisiologis normal.
  3. Skenario B: Terjadi peningkatan kadar testosteron dan inhibin yang sangat tinggi dalam darah.
  4. Analisis respons kompensasi yang terjadi antarorgan untuk mempertahankan homeostasis tubuh.

Pertanyaan:

1. Analislah mekanisme respons organ pada Skenario A: Jika kadar testosteron internal turun drastis, bagaimana hipotalamus dan pituitari anterior merespons kondisi tersebut, serta apa dampak akhirnya pada organ testis?

2. Analislah mekanisme umpan balik negatif pada Skenario B: Ketika kadar testosteron dan inhibin melampaui batas normal, bagaimana organ-organ tersebut saling berinteraksi untuk menekan kelebihan produksi hormon?

Kolom analisis terstruktur terbagi 2 bagian: (1) Diagram rantai sebab-akibat Skenario A (Penurunan Testosteron) dan (2) Diagram rantai sebab-akibat Skenario B (Umpan Balik Negatif Testosteron & Inhibin).

Kegiatan 3: Studi Kasus Analitis: Gangguan Jalur Regulasi Hormon Antarorgan

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar artikel kasus hormonal
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah cuplikan kasus biologis berikut: 'Seorang binaragawan menggunakan suntikan testosteron sintetik dosis tinggi dari luar tubuh (eksogen) secara rutin selama 6 bulan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar hormon LH dan FSH endogen mendekati nol, serta terjadi penyusutan (atrofi) pada organ testis dan terhentinya produksi sperma.'
  2. Diskusikan bersama kelompok dan analisis keterkaitan antarorgan penyebab fenomena klinis tersebut.
  3. Selesaikan kegiatan dengan mengisi refleksi diri dan penutup pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan prinsip umpan balik internal, mengapa pemberian testosteron eksogen menyebabkan terhentinya sekresi LH dan FSH oleh kelenjar pituitari anterior?

2. Jelaskan rantai keterkaitan antara penurunan hormon LH/FSH dari pituitari anterior dengan kondisi atrofi (penyusutan) organ testis dan terhentinya spermatogenesis!

Format laporan analisis kasus berupa peta konsep alur stimulus-respons kelainan organ, diikuti paragraf penalaran kritis dan refleksi pembelajaran.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari rantai umpan balik poros hipotalamus-pituitari-testis yang paling membantu pemahamanmu tentang cara tubuh mempertahankan kestabilan hormon reproduksi?

2. Bagaimana pemahaman mengenai koordinasi antarorgan ini membantumu menyadari pentingnya menjaga keseimbangan biologis tubuh dari zat-zat eksternal?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.