LKPDPertemuan 3Bab 7Fase FSemester 2

LKPD Biologi Kelas 11: Menganalisis Keterkaitan Hipotalamus, Hipofisis, dan Sel Testis dalam Merespons Stimulus Hormon Internal pada Spermatogenesis

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Biologi kelas 11 dengan topik "Menganalisis Keterkaitan Hipotalamus, Hipofisis, dan Sel Testis dalam Merespons Stimulus Hormon Internal pada Spermatogenesis".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Biologi Kelas 11: Menganalisis Keterkaitan Hipotalamus, Hipofisis, dan Sel Testis dalam Merespons Stimulus Hormon Internal pada Spermatogenesis

Biologi - Kelas 11

Bab 7 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Biologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Keterkaitan Hipotalamus, Hipofisis, dan Sel Testis dalam Merespons Stimulus Hormon Internal pada Spermatogenesis

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBiologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Keterkaitan Hipotalamus, Hipofisis, dan Sel Testis dalam Merespons Stimulus Hormon Internal pada Spermatogenesis
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis keterkaitan antar sistem organ dalam tubuh untuk merespons stimulus internal pada sistem reproduksi pria

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar kasus dan informasi fisiologis yang tersedia pada setiap kegiatan dengan cermat.
  • Bekerjalah secara mandiri atau dalam kelompok diskusi sesuai arahan guru.
  • Gunakan kemampuan analisis untuk menelaah alur stimulus internal hormonal antara sistem saraf/regulasi (hipotalamus) dan sistem endokrin/reproduksi (hipofisis dan testis).
  • Tuliskan jawaban pada format ruang jawaban yang telah disediakan secara sistematis.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Alur Stimulus Internal dan Respons Sumbu Hipotalamus-Hipofisis-Testis (HPT)

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Biologi Kelas 11 Bab 7
  • Alat tulis
  • Bagan skema aksis HPT

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati teks deskriptif mengenai stimulus internal penurunan konsentrasi hormon reproduksi berikut: 'Ketika tubuh mendeteksi penurunan kadar hormon testosteron dalam darah (stimulus internal), sel-sel neurosekresi di hipotalamus merespons dengan menyekresikan GnRH. Sinyal ini diteruskan ke hipofisis anterior untuk melepaskan gonadotropin (LH dan FSH). LH mengarahkan responsnya ke sel Leydig (sel interstisial) di testis, sedangkan FSH merangsang sel Sertoli pada tubulus seminiferus guna memicu spermatogenesis.'
  2. Analisis hubungan sebab-akibat antar organ/sel tersebut dengan mengisi bagan pemetaan alur respons.
  3. Jawab pertanyaan analisis keterkaitan fungsi organ yang menyertai bagan.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah alur keterkaitan respons stimulus internal berikut: (A) Stimulus internal awal -> (B) Organ penerima & perespons 1 -> (C) Hormon penghubung 1 -> (D) Organ penerima 2 -> (E) Hormon efektor gonadotropin -> (F) Sel target spesifik di testis beserta respons biologisnya!

2. Berdasarkan alur di atas, analisislah keterkaitan integratif antara sistem saraf/regulasi otak (hipotalamus) dan organ gonad testis dalam mempertahankan kelangsungan pembentukan sperma (spermatogenesis) saat terjadi defisit hormon!

Format isian alur: Tuliskan secara berurutan butir (A) sampai (F) pada lembar bergaris. Format uraian: Tuliskan jawaban analisis berupa penjelasan 1-2 paragraf yang menjelaskan rantai koordinasi organ dan target selulernya.

Kegiatan 2: Analisis Mekanisme Regulasi Umpan Balik Negatif (Negative Feedback) Antar-Sistem Organ

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Bagan umpan balik negatif hipotalamus-hipofisis-testis
  • Buku referensi Biologi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan skenario kondisi fisiologis berikut: 'Dalam kondisi normal, produksi hormon tidak boleh berlangsung tanpa kendali. Ketika laju spermatogenesis sudah optimal dan kadar testosteron serta inhibin di dalam darah meningkat melampaui ambang batas fisiologis, tubuh memunculkan stimulus internal berupa inhibisi balik ke organ pengendali utama.'
  2. Analisis respons organ hipotalamus dan hipofisis ketika menerima stimulus internal berupa kelebihan hormon testosteron dan inhibin.
  3. Lengkapi tabel analisis stimulus-respons umpan balik berikut dengan tepat.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel analisis stimulus internal umpan balik berikut: Tentukan organ/sel target yang menerima stimulus, jenis hormon yang direspons, serta bentuk respons fisiologis yang terjadi pada organ pengendali tersebut!

Ruang tabel jawaban

2. Analisislah dampak yang terjadi pada sistem organ reproduksi pria (khususnya aktivitas sel testis dan pembentukan sperma) apabila hipofisis anterior mengalami kegagalan fungsi dalam merespons sinyal umpan balik negatif testosteron!

Format tabel 4 kolom: [Stimulus Hormonal Internal] | [Organ Target Penerima Sinyal] | [Hormon yang Terlibat] | [Bentuk Respons Fisiologis Organ]. Format uraian: Paragraf analisis dampak fisiologis pada lembar bergaris.

Kegiatan 3: Analisis Studi Kasus Gangguan Integrasi Organ terhadap Stimulus Hormon Internal

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus penyalahgunaan testosteron eksogen
  • Kertas catatan diskusi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan kasus klinis fungsional berikut dalam kelompok: 'Seorang atlet pria menyalahgunakan testosteron sintetis eksogen dosis tinggi selama beberapa bulan. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa kadar testosteron bebasnya sangat tinggi, namun kadar hormon GnRH, LH, dan FSH dalam tubuhnya turun drastis hampir mendekati nol. Selain itu, analisis sperma menunjukkan kondisi azoospermia/oligospermia (jumlah sperma sangat sedikit/tidak ada) dan testis mengalami penyusutan ukuran (atrofi).'
  2. Analisislah keterkaitan antar organ (hipotalamus, hipofisis, dan testis) yang menjelaskan mengapa keberadaan stimulus hormon testosteron eksogen berdampak langsung pada terhentinya fungsi spermatogenesis di testis.
  3. Selesaikan kegiatan dengan sesi sintesis hasil analisis kelompok dan refleksi.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan studi kasus tersebut, analisislah mengapa konsentrasi testosteron yang sangat tinggi dalam darah justru menyebabkan hipotalamus dan hipofisis menghentikan sekresi hormon gonadotropin (LH dan FSH)!

2. Analisislah mengapa penghentian stimulus internal hormon dari hipofisis anterior (LH dan FSH) secara langsung melumpuhkan proses spermatogenesis di dalam sel-sel tubulus seminiferus testis!

Format diskusi kelompok: Lembar notula analisis kasus memuat ringkasan rantai respons organ (Hipotalamus -> Hipofisis -> Testis) dan kesimpulan dampak fungsionalnya terhadap spermatogenesis.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari keterkaitan kerja antara otak (hipotalamus-hipofisis) dan testis yang menurutmu paling menunjukkan kompleksitas respon stimulus internal tubuh manusia?

2. Bagaimana pemahamanmu mengenai mekanisme umpan balik hormon ini menyadarkan pentingnya menjaga keseimbangan alami sistem organ tubuh tanpa intervensi zat kimia berbahaya?

3. Apakah kamu dapat menarik kesimpulan mandiri mengenai apa yang terjadi pada spermatogenesis jika salah satu organ dalam aksis HPT mengalami gangguan komunikasi?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.