LKPD Biologi Kelas 11: Menganalisis Keterkaitan Poros Hipotalamus-Hipofisis dan Ovarium dalam Merespons Stimulus Internal pada Fase Folikuler dan Ovulasi
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Biologi kelas 11 dengan topik "Menganalisis Keterkaitan Poros Hipotalamus-Hipofisis dan Ovarium dalam Merespons Stimulus Internal pada Fase Folikuler dan Ovulasi".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Biologi Kelas 11: Menganalisis Keterkaitan Poros Hipotalamus-Hipofisis dan Ovarium dalam Merespons Stimulus Internal pada Fase Folikuler dan Ovulasi
Biologi - Kelas 11
Bab 7 Pertemuan 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Biologi — Kelas 11 (Fase F) Topik: Menganalisis Keterkaitan Poros Hipotalamus-Hipofisis dan Ovarium dalam Merespons Stimulus Internal pada Fase Folikuler dan Ovulasi INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Analisis Jalur Komunikasi Poros Hipotalamus-Hipofisis-Ovarium pada Awal Fase FolikulerEstimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan stimulus internal berupa rendahnya kadar hormon ovarium (estrogen dan progesteron), analisislah keterkaitan respon antara hipotalamus, hipofisis anterior, dan ovarium dengan melengkapi tabel rincian organ pengirim, sinyal hormon, organ target, dan respons bioproses yang terjadi! Ruang tabel jawaban 2. Jelaskan bagaimana sistem saraf (hipotalamus) dan sistem endokrin (hipofisis dan ovarium) berkoordinasi menerjemahkan stimulus internal kadar hormon yang rendah agar folikel ovarium dapat berkembang! Tabel 4 kolom: [Tahapan | Organ Pengirim & Hormon yang Disekresikan | Organ Target | Respons Bioproses yang Dihasilkan] sebanyak 2 baris data, diikuti kotak uraian paragraf analisis koordinasi neuroendokrin. Kegiatan 2: Analisis Mekanisme Umpan Balik Positif Pemicu Lonjakan LH Menjelang OvulasiEstimasi: 45 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Analisislah mengapa peningkatan kadar estrogen yang sangat tinggi dari folikel matang di ovarium justru memicu lonjakan sekresi LH (LH surge) dari hipofisis anterior, bukan menekannya! 2. Bagan dan analisislah rantai sebab-akibat stimulus internal lonjakan hormon LH (LH surge) terhadap perubahan struktural dan fungsional pada ovarium pada saat ovulasi! Kotak uraian analitis untuk penjelasan mekanisme umpan balik positif dan diagram alir rantai kausalitas tahapan bioproses dari LH surge hingga terjadinya ovulasi. Kegiatan 3: Analisis Studi Kasus Gangguan Stimulus Internal pada Poros ReproduksiEstimasi: 50 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan studi kasus di atas, analisislah dampak kegagalan sekresi FSH dan LH oleh hipofisis anterior terhadap tahapan perkembangan folikel di ovarium dan produksi hormon estrogen! 2. Analisislah konsekuensi lanjutan dari ketiadaan pematangan folikel tersebut terhadap kemungkinan terjadinya ovulasi pada siklus reproduksi wanita tersebut! Lembar analisis kasus berisi paragraf terstruktur: 1) Analisis dampak defisiensi gonadotropin terhadap ovarium, 2) Analisis kegagalan mekanisme umpan balik dan peristiwa ovulasi. REFLEKSI1. Bagian mana dari keterkaitan kerja antara hipotalamus, hipofisis, dan ovarium yang paling menantang untuk dianalisis polanya? 2. Bagaimana pemahaman tentang mekanisme umpan balik hormon ini membantu Anda menyadari keteraturan dan ketepatan koordinasi sistem organ di dalam tubuh manusia? 3. Apakah Anda sudah mampu membedakan dengan jelas perbedaan stimulus internal yang memicu umpan balik negatif dengan umpan balik positif pada siklus reproduksi wanita? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.