LKPDPertemuan 9Bab 6Fase FSemester 2

LKPD Biologi Kelas 11: Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan secara Sistematis tentang Keterkaitan Sistem Saraf dan Sistem Gerak Manusia

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Biologi kelas 11 dengan topik "Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan secara Sistematis tentang Keterkaitan Sistem Saraf dan Sistem Gerak Manusia".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Biologi Kelas 11: Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan secara Sistematis tentang Keterkaitan Sistem Saraf dan Sistem Gerak Manusia

Biologi - Kelas 11

Bab 6 Pertemuan 9

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Biologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan secara Sistematis tentang Keterkaitan Sistem Saraf dan Sistem Gerak Manusia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBiologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMengomunikasikan Hasil Penyelidikan secara Sistematis tentang Keterkaitan Sistem Saraf dan Sistem Gerak Manusia
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara sistematis tentang keterkaitan sistem saraf dan sistem gerak manusia

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah data hasil penyelidikan keterkaitan sistem saraf dan gerak yang disajikan dengan saksama.
  • Bekerjalah secara kolaboratif bersama kelompok untuk menyusun komunikasi data secara terstruktur.
  • Pastikan alur penyampaian informasi runtut mulai dari latar penyelidikan, sajian data, hingga kesimpulan keterkaitan sistem saraf dan sistem gerak.
  • Gunakan bahasa ilmiah yang lugas, jelas, dan sistematis.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menyusun Sistematika Komunikasi Data Penyelidikan Neurofisiologi Otot

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Murid
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati ringkasan data penyelidikan laboratorium virtual tentang neurofisiologi motor neuron dan kontraksi otot rangka berikut:
  2. Data Penyelidikan: Frekuensi stimulasi saraf motorik 5 Hz menghasilkan kedutan otot (twitch) tunggal berkekuatan 12 N; frekuensi 20 Hz menghasilkan penjumlahan gelombang kedutan berkekuatan 28 N; frekuensi 50 Hz menghasilkan kontraksi tetanik mulus berkekuatan 45 N. Pada perlakuan neurotoksin penghambat pelepasan neurotransmiter asetilkolin, frekuensi 50 Hz menghasilkan kontraksi 0 N (lumpuh flasid). Pada perlakuan racun tetanus (menghambat neurotransmiter inhibisi GABA/glisin), otot berkontraksi terus-menerus tanpa relaksasi melebihi 50 N (tetani spastik).
  3. Susunlah kerangka komunikasi ilmiah tertulis yang sistematis berdasarkan data tersebut ke dalam tabel struktur komunikasi laporan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan data penyelidikan di atas, formulasikan struktur komunikasi data yang sistematis ke dalam 3 bagian utama: (a) Pengantar hubungan impuls saraf dan respon gerak, (b) Sajian tren data hasil penyelidikan, dan (c) Kesimpulan keterkaitan kerja sistem saraf dengan sistem gerak.

Ruang tabel jawaban

Tuliskan dalam tabel 3 baris: Baris 1: Pengantar Keterkaitan Saraf-Gerak; Baris 2: Inti Sajian Tren Data; Baris 3: Pernyataan Kesimpulan.

Kegiatan 2: Menyusun Diagram Alir Komunikasi Kausalitas Saraf dan Gangguan Gerak

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Penggaris
  • Pena/pensil warna

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdasarkan data penyelidikan kelainan saraf-otot (kasus tetanus dan toksin neurofisiologis), rancanglah diagram alir komunikasi visual yang sistematis.
  2. Diagram alir harus memperlihatkan hubungan sebab-akibat yang runtut dari adanya stimulus saraf sampai terjadinya gerakan atau kegagalan gerak pada otot rangka.
  3. Gunakan anak panah penghubung dan keterangan singkat yang padat makna.

Pertanyaan:

1. Rancanglah urutan alur komunikasi visual dalam bentuk bagan panah 4 tahap sistematis yang mengomunikasikan mekanisme timbulnya gangguan kontraksi otot akibat gangguan penghantaran impuls saraf!

Gambarkan 4 kotak alur berurutan secara horizontal atau vertikal: [Tahap 1: Sinyal Saraf] -> [Tahap 2: Transmisi Sinaps] -> [Tahap 3: Respon Neuromuskular] -> [Tahap 4: Kondisi Sistem Gerak].

Kegiatan 3: Simulasi Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan secara Lisan dan Sistematis

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar catatan berbicara
  • Stopwatch/pengukur waktu HP

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Secara berpasangan, lakukan simulasi penyampaian hasil penyelidikan keterkaitan sistem saraf dan sistem gerak secara lisan selama 2-3 menit per orang.
  2. Gunakan catatan poin-poin sistematis (pembuka fakta, elaborasi bukti data, penutup simpulan).
  3. Rekan pasangan mencatat dan mengevaluasi keruntutan komunikasi yang disampaikan.

Pertanyaan:

1. Tuliskan naskah ringkasan poin bicara (speaking points) 3 bagian yang kamu gunakan saat menyimulasikan komunikasi hasil penyelidikan sistem saraf dan gerak di depan rekanmu!

Format isian terstruktur: Poin 1 (Pembuka Inti Topik), Poin 2 (Pemaparan Bukti Data Keterkaitan), Poin 3 (Pernyataan Simpulan Komunikasi).

REFLEKSI

1. Bagian mana dari hasil penyelidikan keterkaitan saraf dan gerak yang menurutmu paling mudah dikomunikasikan secara runtut kepada orang lain?

2. Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi ketika harus menyusun data penyelidikan biologis yang rumit menjadi penjelasan yang sistematis dan mudah dipahami?

3. Bagaimana penguasaan cara mengomunikasikan data ini membantumu menyampaikan informasi ilmiah secara bertanggung jawab di kehidupan sehari-hari?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.