LKPDPertemuan 7Bab 6Fase FSemester 2

LKPD Biologi Kelas 11: Menganalisis Keterkaitan Sifat Kerja dan Mekanisme Otot Rangka dalam Merespons Stimulus pada Sistem Gerak Manusia

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Biologi kelas 11 dengan topik "Menganalisis Keterkaitan Sifat Kerja dan Mekanisme Otot Rangka dalam Merespons Stimulus pada Sistem Gerak Manusia".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Biologi Kelas 11: Menganalisis Keterkaitan Sifat Kerja dan Mekanisme Otot Rangka dalam Merespons Stimulus pada Sistem Gerak Manusia

Biologi - Kelas 11

Bab 6 Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Biologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Keterkaitan Sifat Kerja dan Mekanisme Otot Rangka dalam Merespons Stimulus pada Sistem Gerak Manusia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBiologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Keterkaitan Sifat Kerja dan Mekanisme Otot Rangka dalam Merespons Stimulus pada Sistem Gerak Manusia
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis keterkaitan antar sistem organ dalam tubuh untuk merespons stimulus pada sistem gerak manusia

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar kasus dan stimulus fisiologis dengan saksama bersama kelompokmu.
  • Lakukan analisis jalur integrasi antar sistem organ berdasarkan konsep transmisi impuls, interaksi neuromuskular, dan mekanika kontraksi otot.
  • Tuliskan hasil diskusi dan analisis pada format lembar kerja yang telah disediakan secara cermat dan runtut.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Jalur Penjalaran Stimulus: Integrasi Sistem Saraf dan Sistem Otot Rangka

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks stimulus skenario refleks penarikan lengan
  • Buku Siswa Biologi Kelas XI Bab 6

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati skenario: Seseorang secara tidak sengaja menyentuh wajan panas, lalu dengan sangat cepat menarik lengannya menjauh sebelum menyadari rasa sakit yang mendalam.
  2. Analisis komponen biologis yang menghubungkan stimulus termal/mekanik tersebut dengan respon penarikan tangan oleh otot lengan.
  3. Lengkapi tabel analisis alur respons stimulus yang menghubungkan sistem indra, sistem saraf, dan sistem gerak.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah alur perambatan stimulus saat tangan menyentuh benda panas hingga otot bisep berkontraksi dengan mengisi peran organ/jaringan:

  1. Termoreseptor di kulit,
  2. Neuron sensorik,
  3. Interneuron di sumsum tulang belakang,
  4. Neuron motorik, dan
  5. Otot rangka (efektor).
Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan alur tersebut, analisis mengapa penarikan lengan terjadi lebih dahulu sebelum orang tersebut mempersepsikan rasa nyeri secara sadar di otak besar.

Tabel 5 baris alur respons organ (Nama Komponen, Sistem Organ, Peran dalam Merespons Stimulus) dan kolom paragraf uraian analitis.

Kegiatan 2: Investigasi Interaksi Fisiologis: Persambungan Neuromuskular dan Sifat Kerja Antagonis

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Diagram Neuromuscular Junction (NMJ)
  • Bagan interaksi miofilamen aktin-miosin

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pelajari interaksi biokimiawi pada neuromuscular junction (NMJ) dan pasangan kerja otot bisep serta trisep saat terjadi respons stimulus fleksi.
  2. Diskusikan keterkaitan langsung antara pengeluaran neurotransmiter oleh ujung akson motorik dengan depolarisasi sarkolema serta pelepasan ion kalsium di retikulum sarkoplasma.
  3. Analisislah sifat kerja otot antagonis (bisep dan trisep) yang bekerja bersamaan di bawah koordinasi sistem saraf.

Pertanyaan:

1. Bagaimana keterkaitan fungsional antara sinyal kimiawi dari sistem saraf (asetilkolin) dengan respons mekanis pada miofilamen aktin-miosin pada serabut otot rangka?

2. Jelaskan status kerja pasangan otot bisep dan trisep pada lengan atas saat stimulus menginstruksikan respons penarikan (fleksi siku), serta peran koordinasi sistem saraf dalam mencegah kedua otot tersebut berkontraksi serentak.

Lembar uraian mekanisme molekuler bertahap dan bagan alur kerja antagonis bisep-trisep.

Kegiatan 3: Analisis Kasus Gangguan Respons Gerak: Toksin Tetanus dan Kelelahan Transmisi

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus paparan neurotoksin tetanus
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah data kasus klinis: Pasien yang terinfeksi bakteri Clostridium tetani mengalami produksi tetanospasmin yang memblokir pelepasan neurotransmiter inhibitor (GABA/glisin) pada persambungan saraf spinal.
  2. Lakukan analisis mengenai dampak kegagalan regulasi sistem saraf terhadap sistem otot rangka.
  3. Jawab pertanyaan evaluatif dan rumuskan kesimpulan integratif antar sistem organ dalam menghasilkan respons gerak tubuh.

Pertanyaan:

1. Analisislah dampak fisiologis penghambatan pelepasan neurotransmiter inhibitor oleh tetanospasmin terhadap respons mekanis dan sifat kerja otot rangka penderita.

2. Berdasarkan keseluruhan analisis, simpulkan mengapa sistem gerak manusia (otot dan rangka) tidak dapat menghasilkan respons yang fungsional tanpa dukungan terintegrasi dari sistem saraf dan sistem sirkulasi/metabolisme energi tubuh.

Kolom analisis studi kasus patofisiologi dan kotak simpulan keterkaitan antarsistem organ (termasuk waktu pengisian refleksi dan penutup pembelajaran).

REFLEKSI

1. Bagian mana dari rantai hubungan sistem saraf dan sistem otot yang menurutmu paling krusial dalam menentukan kecepatan respons gerak saat tubuh menghadapi stimulus bahaya?

2. Bagaimana pemahaman mengenai keterkaitan sistem organ ini membantumu menyadari pentingnya menjaga kesehatan saraf dan otot dalam beraktivitas fisik sehari-hari?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.